Senin, 27 April 2015

Dilatasi Rasa

Sungguh kau tak tampak olehku
Di puncak Gunung Es ku
Namun siluet bayangmu
Samar terpampang di depanku
Dalam temaram mata kalbu

Berpikir aku dibuatnya
Bagaimana bisa ku beranjak
Dari kursi realita
Di kala cipta 
Tersapu oleh rasa

Pesona Dewi Sriwijaya
Cantikmu laksana alga
Tersemai subur dalam samudera
Sejukkan bumi seisinya
Tersembunyi di balik jelita
Daya pikirmu istimewa

Datang dari swarna dwipa
Mengabdi karya di ibukota
Bagai Saturnus yang menyapa
Di langit Jayakarta 

Tidak, itu berlebihan
Kata ciptaku
Tapi aku perlu menerokanya
Itu bisik rasaku

Dan kala itulah
Dilatasi dimulai

Terbayang
Ketika kau menatap
Ketika kau bercakap
Ketika kau tersenyum
Ketika kau bergurau

Magis
Ini jauh dari logis
Sungguh kita jarang bersenda
Namun, bagaimana bisa?

Kelu aku yang berlidah
Bersamaan dengan...
Luminositasku yang terpacu
Oleh rona magismu

Adakah waktu 'kan menjawab
Enigma yang kini berubah
Menjadi senarai tanda tanya
Dalam peti esoterika?

Untunglah buatku
Belum surut upaya ciptaku
Ia pun terus menahanku
Membisikkan kata-kata untukmu

Actually, I can do anything for you
But literally, friendship is everything for us

Written by: Ali-aliyonk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Terbaru

Surat untuk sang Waktu

Dear waktu, Ijinkan aku 'tuk memutar kembali rodamu Rengekan intuisi tak henti-hentinya menagihiku Menagihku akan hutang kepada diriku d...