Senin, 02 Mei 2016

La Cita (12.1.u)

"Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik, di tengah atau di antara murid, Guru harus menciptakan prakarsa dan ide, dari belakang seorang Guru harus memberikan dorongan dan arahan."
          - Ki Hadjar Dewantara -

Sabtu, 30 April 2016

Sajak Personalitas

 
Pixabay

Aku bukan apa yang ku perbuat
Aku bukanlah tutur kata yang ku ucap
Aku bukan perangai yang kau lihat
Aku bukan pula apa yang mereka gunjingkan
Gila-gilaku pun bukan parameter baku akan ku

Kawan,
Aku adalah kamu...
Sosok yang cukup kau saja yang tahu


Jakarta, 30 April 2016
Written by: Ali-Aliyonk

Senin, 18 April 2016

La Cita (12.1.t)

"Relativity is the only rational answer to question of what the biggest absoluteness."

          - Aliyonk -

Sabtu, 09 April 2016

Monolog Kecantikan

Cantik itu permata
Atraksi pesona duniawi yang paling nyata
Cantik itu suci
Ia 'kan slalu dijaga dan dirawat bagai bayi
Cantik itu syahdu
Kerna ia bisa jadi sumber kedamaian kalbu

Cantik itu mewah
Kerna merawatnya, perlu daya nan melimpah
Cantik itu candu
Ketika orang  terus memujanya sepanjang waktu
Cantik itu bias
Karena ia hanyalah sebuah relativitas

Cantik itu karya
Kerna ia dipahat langsung oleh sang Pencipta
Cantik itu adiluhung
Kerna dibuat oleh Dzat Yang Maha Agung
Cantik itu berlian
Binar kilaunya memancarkan kemuliaan

Cantik itu api
Kobarannya menyulut cinta di dalam hati
Cantik itu kotak pandora
Godaannya bisa pula datangkan angkara
Cantik itu dusta
Kerna ia bisa jadi topeng kebusukan jiwa
Cantik itu tersembunyi
Jika ia berupa keluhuran hati

Cantik itu sempurna
Ketika pesona lahirnya
Dipadu keelokan hati empunya
Cantik itu fana
Kerna ia akan hilang seiring usia
Cantik itu drama
Darinya hadir kisah-kisah yang penuh romantika
Cantik itu siksa
Bagi bujangan yang terpana, 
tapi mustahil 'tuk dapatkan empunya


Jakarta, 9 April 2016
Written by: Ali-Aliyonk

Sabtu, 26 Maret 2016

Sajak Penulis

Kepada kalian para penulis
Ksatria-ksatria sunyi
Orator-orator intuisi
Pengungkap kebenaran sejati

Bersenjata pena, berperisai kertas
Melawan apa yg kalian sebut tirani
Atau menderma gagasan bersendi idealitas
Atau sekedar bergurau dalam sepi

Kebenaran adalah subjektivitas kolektif
Ia tak mengenal apa itu definitif
Termasuk yang kalian tulis, bisa jadi
Sebab itulah subjektivitas yang kalian miliki
Tergantung mereka gerangan menyikapi
Apalah daya untuk tak kompromi

Menulis bukan perkara sederhana
Seperti melihat jemari yang menggores pena
Merangkai tulisan-tulisan dari guratan tinta
Yang membisikkan suara-suara sunyi
Bagi yang membacanya seorang diri

Menulis adalah visualisasi
Dari pergulatan ide dan keteguhan hati
Serta jua yang tak kalah penting: nyali
Ya, setidaknya itulah seni

Di setiap kata dan kalimat
Tak ubahnya rambu-rambu integritas
Juga konsistensi dalam berbuat
Yang menaungi perangkainya lewat batas-batas

Namun demikian, tetaplah berpijak pada nurani
Kebenaran yang kalian yakini
Selama tidak berbuah rugi
Karena dalam kebebasan ekspresi
Terselip kontrol diri

"Karena kau menulis
Suaramu tak 'kan padam ditelan angin
Akan abadi, sampai jauh
Jauh di kemudian hari,"
Begitu kata Pram

Maka dengan segala hormatku padamu
Tuanglah kritik dan gagasanmu
Dalam tulisan-tulisan yang membangun
Dengan redaksi dan intensi tulusmu
Agar segala yang baik-baik darimu
Turut abadi tak lekang waktu

Jakarta, 26 Maret 2016
Written by: Ali-Aliyonk

Senin, 29 Februari 2016

Sajak Kabisat

Salam wahai manggala suci
Senapati abdi-abdi langit
Pengemban amanah maha suci
Pemandu pilihan-pilihan-Nya di bumi

Aku masih di dunia
Di Bumi yang mulai menua
Bersibuk menyemai benih-benih di ladang amal
Diantara keruhnya genangan-genangan air dosa

Aku rasa kau cukup tahu
Ihwal yang ada dalam benakku
Andaikan kita bisa saling bertemu
Entah berapa harga 'tuk bayar waktu

Ku akui diriku telahlah kalut
Larut dalam pekatnya tipuan musuh
Tapi percayalah, ini bukan murni karsaku
Disinilah aku mengaku

Maka oleh sebab itu
Berkenanlah 'tuk berbagi cahyamu
Sebagai suplai ilham, kekuatan dan pencerahan bagiku
Sampaikan pada Tuhanmu yang juga Tuhanku
Ampunilah segala khilaf dan kesilapanku
Lindungi aku dari segala macam tipu

Wahai manggala tanah anbiya
Pelindung negeri yang bercahaya
Dari fitnah terbesar di akhir masa
Mohonkan pula pada-Nya
Izinkan aku dan komplemen-komplemen hidupku
Untuk berteduh di kotamu kelak
Karena bagiku itu sebuah asa

Konsepsimu irrasional
Namamu abadi dalam Al Hikmah
Ihwal pondasi spiritual 
Dan musuhmu adalah musuh Tuhanmu pula 
Kadang hadirmu tak selalu diingat
Kendati begitu, apa peduli anda?

Indah, gagah, brilian nan menawan
Statis penuh wibawa kharisma
Tak setitikpun kau luput dari minulya
Sampaikan pula pada Tuhan kita
Bahwasannya
Tiada alasan bagi saya
Untuk tak mensyukuri karunia-Nya

Dan meski kita tak saling bersua
Setidaknya aku bisa mengira
Bahwa kau pun mengetahuinya
Semoga kelak kita bisa berjumpa
Salam!


Jakarta, Hari Kabisat 2016
Written by: Ali-Aliyonk


Minggu, 14 Februari 2016

La Cita (12.1.s)

"Kebenaran itu seperti matahari, kau dapat hindari untuk sementara waktu, tapi dia tak akan pernah pergi."
          - Elvis Presley -

Postingan Terbaru

Surat untuk sang Waktu

Dear waktu, Ijinkan aku 'tuk memutar kembali rodamu Rengekan intuisi tak henti-hentinya menagihiku Menagihku akan hutang kepada diriku d...