Selasa, 27 September 2016

Nafas Imaji

Fikiran statis tak dinamis
Fokus pun beku macam es batu
Tatapan kosong menerawang hampa
Namun tajam menawan bayang

Imaji bukan lagi sekedar mimpi
Bukan pula penghibur sepi
Kiranya ia tak ubahnya zat asam
Dimana nafas berhembus lega darinya

Dan aku ini adalah pemujamu
Mengejarmu adalah hasrat hidupku
Bagiku
Kau adalah awal dan akhir sebuah cerita
Dan aku adalah lakon di segala chaptermu
Karena ku tahu
Kau adalah agen Tuhan petunjuk hidupku

Menatapmu, menyapamu
Lalu kau lari menantang kejarku
Kau mainkan pikirku dengan lihaimu
Menggugah akal dan ikhtiarku padamu
Meraihmu, muara dari segala harapku

Jakarta, 26 September 2016
Written by: Ali-Aliyonk



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Terbaru

Surat untuk sang Waktu

Dear waktu, Ijinkan aku 'tuk memutar kembali rodamu Rengekan intuisi tak henti-hentinya menagihiku Menagihku akan hutang kepada diriku d...