Minggu, 09 April 2017

Sajak Biduan


Pixabay

Biduan-biduan pesta
Menghibur jiwa-jiwa yang hampa
Dengan lantunan suara emasnya
Tak peduli latar belakang pemirsanya

Biduan-biduan pesta
Tampil memukau bak bintang ternama
Tak peduli dikata orang sekitarnya
Hanya profesionalitas yang ada di benaknya

Biduan-biduan pesta
Tampil ceria dengan kembangan senyumnya
Tak sedikitpun lelah terpancar darinya
Sekalipun durasi melebihi kapasitasnya

Biduan-biduan pesta
Mengadu nasib dalam tarikan nada
Mencari rizki-Nya bermodal talenta
Demi seamplop uang 
Syukur-syukur juga popularitas

Merintis karir di dunia tarik suara
Berharap naik kelas pada waktunya
Menjadi biduan yang lebih punya nama
Mahsyur dikenal kalangan segala usia

Menuju singgasana megabintang
Bergelimang harta dan pemuja
Serta ketenaran yang tak terhingga
Sampai kelak di masa tuanya


Jakarta, 9 April 2017
Written by: Ali-Aliyonk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Terbaru

Surat untuk sang Waktu

Dear waktu, Ijinkan aku 'tuk memutar kembali rodamu Rengekan intuisi tak henti-hentinya menagihiku Menagihku akan hutang kepada diriku d...