Selasa, 21 Agustus 2012

Happy Birthday Miss Lovato...


Postingan perdana bulan Agustus 2012 saya tulis spesial untuk salah satu artis dan penyanyi  favorit saya yang  tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke-20, tepat di hari saya menulis postingan ini. Siapakah dia? Here she is, Demi Lovato.



Demetria Devonne Lovato, atau akrab dikenal Demi Lovato. Dara kelahiran Albuquerque (New Mexico, AS), 20 Agustus 1992  ini merupakan salah satu artis sekaligus penyanyi jebolan Walt Disney yang cukup sukses mendunia. Gadis yang besar di Dallas (Texas, AS) itu dikenal berkat perannya sebagai Sonny Munroe dalam serial Sonny With a Chance di Disney Channel, serta aktingnya sebagai Mitchie Torres dalam film Camp  Rock di layar lebar.
Demi Lovato merupakan putri dari pasangan Patrick Lovato dan Dianna Hart de la Garza yang telah bercerai sejak 1994. Dalam tubuh Demi mengalir darah Meksiko, Italia, Irlandia, dan Inggris. Wajahnya pertama kali menghiasi layar kaca ketika masih berusia 6 tahun. Kala itu ia berakting dalam acara TV anak-anak, Barney and Friends, bersama sahabat karibnya yang kini juga menjadi artis top, Selena Gomez.  
Setelah beranjak remaja, Demi mengembangkan karir keaktrisannya dengan memutuskan untuk bergabung dengan Walt Disney. Disitulah karirnya mulai berkibar. Nama Demi Lovato mulai dikenal berkat film layar lebar Camp Rock, dimana ia beradu akting bersama ketiga personel Jonas Brothers. Dalam film itu ia berperan sebagai Mitchie Torres, gadis remaja 14 tahun yang bercita-cita ingin menjadi penyanyi terkenal. Hasilnya pun terbilang sukses. Saat pemutaran perdana, Camp Rock ditonton oleh 8,9 juta pemirsa. Oleh karena itulah Disney Channel Original Movie kemudian membuat sequel keduanya berjudul Camp Rock 2 : The Final Jam, yang merupakan film berbiaya produksi termahal mereka, nomor dua setelah High School Musical 2. 
Kemudian ia terus mengasah kemampuan aktingnya di Sonny With a Chance. Dalam situation comedy tersebut Demi berperan sebagai Alison “Sonny” Munroe, seorang gadis kocak yang menjadi artis serial komedi So Random. Acara Sonny With Chance memang unik dan kreatif. Sketsa komedi tersebut mengusung konsep “drama di dalam drama” untuk ceritanya. Jadi, dalam cerita film itu para artisnya berperan sebagai artis dan berperan pula dalam sketsa komedi berjudul So Random. Selain dua proyek tersebut, Demi juga sukses membintangi film Princess Protection Program bersama Selena Gomez, serta "ikut nongol" dalam film Jonas Brothers : The 3D Concert Experience.
Karir Demi Lovato di dunia tarik suara juga tak kalah cemerlang. Ia bukan hanya mengeluarkan album rekaman atas namanya sendiri, tapi juga menyumbang suara untuk album soundtrack film Camp Rock dan Sonny With a Chance. Album rekaman yang telah Demi hasilkan yaitu Don’t Forget (rilis 2008), Here We Go Again (2009) dan Unbroken (2011). Sedangkan album soundtrack-nya yaitu Camp Rock (2008), Sonny With a Chance (2010) dan Camp Rock 2 : The Final Jam (2010). Berkat kesuksesannya itu, Demi Lovato mampu berinvestasi rumah di Los Angeles seharga 1,88 juta dollar ketika masih berusia 16 tahun. How cool is she?
Akan tetapi, segala yang tampak di luar agaknya jauh berbeda ketika kita mulai masuk ke dalam. Dibalik kisah manis kesuksesan Demi Lovato dalam menjalani karir keartisannya, ternyata ia memiliki sekelumit cerita pahit yang menjadi sisi lain dalam kehidupannya. Dan sisi kelabu itu baru terkuak setelah ia selesai menjalani proses pemulihan atas segala masalah yang ia miliki. Lantas, apa gerangan hal yang membuat kisah hidup Demi Lovato terbelah menjadi dua bagian yang begitu kontras? (wuzz, bahasanya…)
Januari 2011. Demi Lovato menjalani sebuah wawancara setelah ia keluar dari panti rehabilitasi. What went on?  Demi Lovato memutuskan untuk menjalani treatment di panti rehabilitasi pada bulan Nopember 2010 setelah tidak tahan dengan sejumlah permasalahan psikis yang dideritanya. Apa saja masalah psikis yang ia alami? Ternyata saat umur 12, Demi mengalami bullying oleh teman-teman sekolahnya. Bukan hanya di-bully, ia juga mendapat hinaan seperti gendut, murahan, dan tidak berguna.  Karena alasan itu, Demi akhirnya berhenti sekolah dan memilih home schooling sebagai wadah pendidikannya.
Semenjak itu pula Demi menderita bulimia, gangguan pola makan berupa nafsu makan yang begitu besar, tapi selalu memuntahkan kembali makanan yang baru saja ditelan. Bahkan ia pernah bercerita, dalam sehari bisa muntah hingga 5 kali, diantaranya muntah darah. Akibat penyakit tersebut, berat badan Demi merosot drastis hingga 13 kg. Selain itu Demi juga menderita bipolar disorder, sebuah penyakit psikis berupa instabilitas emosi . Ia mengaku suatu saat bisa begitu gembira, bahkan pernah ia menulis 7 lagu dalam semalam karena begitu semangatnya. Namun di waktu lain ia sering melukai dirinya dengan silet karena begitu stress akibat trauma saat di-bully. Wew..
Demi, yang sudah mahir memainkan piano sejak usia 7 tahun itu, juga pernah mengalami depresi serius setelah diputus mantan kekasihnya, Joe Jonas (salah satu lawan aktingnya di Camp Rock). Karena begitu depresinya, ia sampai berurusan dengan hukum karena melakukan pemukulan terhadap salah satu penari latarnya saat latihan perform (ada sebab yang memicu pastinya). Dan seperti yang sempat diceritakan diatas, November 2010 Demi memutuskan untuk masuk panti rehabilitasi  di Santa Monica (California, AS) guna mengobati segala penderitaan psikologis yang ia punya sejak lama. Momen itu juga hampir bersamaan dengan keputusannya untuk mundur dari serial Sonny With a Chance (keputusan yang sangat saya sayangkan karena berarti tak bisa menyaksikannya lagi di TV, huhu... T T).
Setelah menjalani treatment cukup lama di panti rehab, akhirnya ia resmi keluar dan muncul kembali di hadapan publik pada Januari 2011. Demi tampak lebih dewasa. Ia pun mencoba untuk memulai kembali kehidupannya yang baru, termasuk menata kembali karirnya di dunia hiburan. Akan tetapi bukan sebagai pemain film yang ia geluti, melainkan khusus sebagai penyanyi. Ia mengaku gugup jika berakting kembali di depan kamera. Demi Lovato sangat berterima kasih kepada para penggemarnya yang setia memberi suntikan semangat selama proses rehabilitasi dan berusaha bangkit dari keterpurukan. Sebagai simbol kebangkitan, ia membuat tattoo di kedua tangannya yang masing-masing bertuliskan “Stay” dan “Strong”. Selain itu, ia juga termotivasi untuk bangkit berkat dorongan untuk memberi contoh yang baik kepada adik tirinya, Madison de la Garza.



Demi pun sukses mengawali kebangkitan karirnya dengan mengeluarkan album ketiganya bertajuk “Unbroken”.  Sebagian lagu dalam album tersebut menceritakan kisah dan pengalaman pribadinya, diantaranya Skyscraper yang berisi tentang ketegaran menghadapi cobaan. Lagu Skyscraper kabarnya diterima baik oleh para kritikus. Mereka memuji vocal Demi Lovato dalam lagu tersebut. selain itu ada juga lagunya yang berjudul For the Love of a Daughter yang berisi ungkapan isi hatinya kepada sang ayah. Pada bulan Maret 2012, kisah perjalanan hidup Demi Lovato diabadikan dalam sebuah film dokumenter yang diproduksi MTV, berjudul "Demi Lovato : Stay Strong".
Dibalik musibah memang selalu ada hikmah. Setelah keluar dari rehabilitasi, perlahan karir Demi Lovato mulai merangkak naik. Setelah sukses mengeluarkan album ketiga, kabar lain yang tak kalah hebat datang menghampirinya. Demi Lovato didaulat menjadi salah satu juri di ajang pencarian bakat, The X-Factor USA edisi 2012 bersama Simon Cowell dan Britney Spears. Hebatnya lagi, dalam usianya yang masih menginjak 19 tahun, Demi Lovato menjadi juri termuda sepanjang sejarah penayangan acara tersebut! Great…
Demikian sekelumit kisah dari Demi Lovato, salah satu artis favorit saya yang mungkin juga bisa menginspirasi anda yang membaca artikel ini. Ia bukan hanya mengispirasi lewat kisah hidupnya. Lagu-lagunya pun banyak yang inspiratif. Dalam perspektif saya sebagai seorang Lovatic (sebutan untuk penggemar Demi Lovato ^_^), semua lagu Demi Lovato mulai dari album pertama hingga yang terakhir, tidak ada satu pun yang bad quality. Saya pernah membuat postingan tentang daftar lagu inspiratif dan motivasional, sebagian diantaranya adalah lagu Demi Lovato (baca : daftar lagu inspiratif dan motivasional. edisi Februari 2012). Dan faktanya memang banyak lagu Demi Lovato yang mengandung pesan moral, bukan hanya asal lagu yang asyik didengar lewat telinga…
Kabar terakhir video klip single Skyscraper masuk nominasi MTV Video Music Award 2012 untuk kategori  Video With A Massage yang pemenangnya akan diumumkan pada 6 September 2012 nanti. Selain itu tersiar pula kabar yang menyebut ia tengah dalam proses penggarapan album solonya yang keempat. Menarik ditunggu bagaimana kiprah "Princess Disney" satu ini dalam album terbarunya nanti. Sekali lagi, happy birthday Miss Lovato... Wish all the best for you... Stay strong! ^ ^

Biodata Demi Lovato





Birth Name            : Demetria Devonne Lovato
Born                      : Albuquerque, 20th August 1992
Nationality             : American
Height                    : 1,61 meters
Trade Mark           : Huge Smile, Chin Cleft, High Raspy Voice
Occupations           : Actress, Singer, Song-Writer, Activist, X-Factor USA Judge
Genres                   : Pop, Pop Rock, Power Pop, R&B, Dance
Instruments             : Guitar, Piano
Musical Influence    : Paramore, Christina Aguilera, Avril Lavigne, Kelly Clarkson, Dallas (her sister)
Colours                  : Red, Black
Albums                   : -     Camp Rock                                                                (June 2008)
       -          Don’t Foget                                                                (September 2008)
       -          Here We Again                                                         (July 2009)
       -          Camp Rock 2 : The Final Jam                                 (August 2010)
       -          Sonny With a Chance                                               (October 2010)
       -          Unbroken                                                                   (September 2011)

Films                      :  -     Camp Rock                                                               (2008)
       -          Jonas Brothers : The 3D Concert Experience         (2009)
       -          Princess Protection Program                                   (2009)
       -          Camp Rock 2 : The Final Jam                                  (2010)

Websites               : http://demilovato.com/                                                       (official site)
                               https://www.facebook.com/DemiLovato                            (FB Fanpage)
                               http://twitter.com/ddlovato                                                  (twitter)
                               http://www.youtube.com/user/demilovatoVEVO               (youtube VEVO)
                               http://www.youtube.com/user/therealdemilovato                (official youtube)


Bonus Video







Sumber Gambar : http://nailasyafira.blogspot.com
                              http://www.blogcdn.com
                              http://www.contactmusic.com

Sumber Video    : youtube

Sabtu, 07 Juli 2012

Monorel Oh Monorel


Monorail atau monorel. Sebuah moda transportasi berbasis rel yang beroperasi wilayah perkotaan. Ditinjau dari namanya (mono = satu, rail = rel), dapat ditebak bahwa alat transportasi satu ini berupa kereta yang berjalan diatas satu rel. Hal yang tentunya berbeda dengan lazimnya kereta yang berjalan diatas dua batang rel. So, kenapa saya membuat postingan tentang monorel? Simple answer. Karena beberapa kota di Indonesia menginginkannya sebagai alternatif moda transportasi publik.



14 Juni 2004. Presiden RI kala itu, Megawati Soekarno Putri meresmikan pembangunan sebuah proyek transportasi di ibukota Jakarta, dengan nilai investasi Rp 3 Trilyun. Peresmian tersebut ditandai dengan dibangunnya tiang pancang yang sedianya akan digunakan sebagai tempat berdirinya rel untuk jalannya sebuah kereta. Proyek itu tidak lain adalah megaproyek monorel Jakarta. Sebuah perwujudan dari ide dan ambisi yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta kala itu, Sutiyoso.
Namun setahun berselang, tiang-tiang pancang yang gagah berdiri di tengah jalanan ibukota itu tidak lebih dari hanya sekedar pajangan di tengah hiruk pikuk kemacetan ibukota. Masalah financial telah membuyarkan impian Jakarta untuk memiliki moda transportasi anyar berupa Kereta Monorel. Alhasil, tiang-tiang pancang yang sudah terlanjur dibangun pun terbengkalai. Jadilah Bus Rapid Transit (BRT) sebagai andalan utama ibukota dalam memenuhi kebutuhan alat transportasi masal, yang juga berfungsi untuk mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan. Moda berupa BRT inilah yang kemudian akrab dikenal sebagai Busway Transjakarta oleh khalayak ramai.
Setelah beberapa tahun berkutat dengan berbagai masalah seperti pendanaan, dan siapa pihak yang meng-handle proyek, bulan September 2011 lalu menjadi ending bagi kisah perjalanan megaproyek Jakarta Monorail. Fauzi Bowo, gubernur DKI pengganti Sutiyoso, memutuskan bahwa proyek monorel resmi dibatalkan. Sebagai gantinya, mereka (Pemprov DKI) menggantinya dengan proyek Mass Rapid Transit (MRT) sebagai moda transportasi pengurai kemacetan, yang sedianya akan dibangun 2012 ini. Lantas bagaimana dengan nasib tiang-tiang pancang yang sudah mangkrak bertahun-tahun? Tiang-tiang tersebut akan dikembangkan sebagai infrastruktur penyangga Elevated Bus Rapit Transit (Bus Layang), yang juga merupakan proyek transportasi baru Pemprov DKI.
Cerita kegagalan Jakarta membangun monorel kiranya tidak menularkan trauma kepada kota-kota lain di Indonesia. Jumlahnya memang tidak banyak. Masih sebatas hitungan jari. Tapi setidaknya membuktikan bahwa kegagalan Jakarta tidak menyurutkan semangant mereka untuk memilih monorel sebagai alternatif transportasi di masa mendatang. Kota mana sajakah yang dimaksud? Bila disebut satu per satu, nama yang pertama terucap adalah Makassar.
Adalah Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI yang memprakarsai pembangunan monorel di pusat pemerintahan provinsi Sulawesi Selatan. Oleh perusahaannya, Kalla Group, rencananya Monorel Makassar akan membentang sepanjang +35 km. Monorel tersebut dibangun untuk menghubungkan beberapa sentra publik di metropolitan Mamminasata (Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar), atau Greater Makassar (Jabodetabek-nya Sulawesi Selatan). Tujuannya pun sama seperti Monorel Jakarta : mengurangi kemacetan. Selain itu, proyek Monorel Makassar yang rencananya dibangun September 2012 itu nantinya juga bakal terintegrasi dengan megaproyek Center Point of Indonesia (CPI), yang akan menjadikan Makassar sebagai salah satu kota bisnis terkemuka di Indonesia.
Setelah Makassar, kota kedua yang berencana membangun monorel adalah Surabaya. Selama ini Surabaya telah dikenal sebagai kota tersebesar kedua di Indonesia, setelah Jakarta. Sebagai kota yang mengarah ke metropolitan, tingkat kepadatan dan mobilisasi penduduk tentu tidak dapat dicegah untuk menyebabkan kemacetan lalu lintas. Untuk itu, ketersediaan sarana transportasi masal yang memadai sudah wajib hukumnya. Guna menyelesaikan masalah tersebut, otoritas setempat memilih 2 moda transportasi untuk dikembangkan. Keduanya adalah Trem dan Monorel.
Trem. Sebuah moda transportasi berupa kereta yang punya rel khusus di dalam kota. Kendaraan ini dibagi 2 jenis, yaitu Trem yang terdiri 2 gerbong (satu set) disebut Light Rail Transit (LRT) dan yang terdiri dari 4 gerbong (2 set) disebut Heavy Rail Transit (HRT). Pemerintah Kota Surabaya memilih jenis LRT. Rencananya LRT Surabaya akan membentang utara-selatan sepanjang 12,16 km. Sedangkan untuk monorel, jalur yang dibangun sepanjang 24,47 km dan membentang dari barat-timur. Kabar terkahir menyebutkan bahwa pembangunan Monorel Surabaya akan dilaksanakan tahun 2013.
Setelah Makassar dan Surabaya, kota selanjutnya adalah bekas Kerajaan Sriwijaya, Palembang. Kota yang sukses menghelat SEA Games 2011 itu juga turut memimpikan monorel sebagai salah satu alat transportasi di wilayahnya. Kabarnya Monorel Palembang dibangun untuk menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badarudin II dengan Sport Center Jakabaring. Rencananya pembangunan akan dilaksanakan pada tahun 2014.
Kota terakhir yang cukup mengejutkan dengan rencana monorelnya adalah Yogyakarta. Menjelang akhir 2011 lalu Pemerintah Provinsi DIY mengutarakan wacananya untuk membangun monorel sebagai sarana transportasi di masa mendatang. Penggagasnya adalah Eman Suparno, mantan Menteri PU Republik Indonesia yang kini menjadi penasehat di Pemprov DIY. Rencananya monorel akan membentang sepanjang 40 km menghubungkan Borobudur-Yogyakarta. Fungsi  utamanya untuk menghubungkan tempat-tempat wisata dan kampus-kampus di sekitar Yogyakarta. Selain itu jalur Monorel Jogja juga dibuat melingkar sepanjang Kali Code, sebagai bagian dari upaya Pemda setempat untuk menata kawasan bantaran sungai tersebut. Kabarnya nilai investasi Monorel Jogja mencapai Rp 1,8 Trilyun.
Menelusuri rencana beberapa kota di Indonesia yang hendak membangun monorel sebagai sarana transportasi masal di wilayahnya, semuanya mempunyai tujuan satu : mengurangi kemacetan. Ditinjau dari tujuan yang diinginkan, tentu tidak ada yang salah dari berbagai rencana tersebut. Namun yang menjadi persoalan adalah, tepatkah kebijakan yang mereka ambil? Jika menyimak penuturan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Tri Tjahjono, mungkin dapat membuat mereka yang mengidolakan monorel berpikir.
Sebagaimana termuat di berbagai media elektronik, Tri Tjahjono mengungkapkan bahwa monorel hanya sukses diterapkan di 3 negara. Padahal cukup banyak negara di dunia ini yang menggunakan monorel di kota-kotanya. Ketiga negara yang sukses itu adalah Jepang, Malaysia dan Australia. Alasannya karena selain biayanya terlalu mahal, teknologinya isolated. Jika terjadi kerusakan, akan sulit untuk ditangani. Selain itu kapasitasnya juga dinilai kecil. Padahal monorel dirancang untuk alat transportasi berkapasitas massif guna mengurangi kemacetan.
Di 3 negara yang sukses mengembangkan monorel tadi, sebetulnya mereka tidak menjadikan monorel sebagai tulang punggung transportasinya. Di Jepang, monorel hanya untuk menghubungkan Bandara Haneda dengan kota Tokyo. Di Malaysia, tepatnya di Kuala Lumpur (KL), monorel hanya untuk menghubungkan KL dengan sebuah pusat perbelanjaan. Aussie? Disana monorel digunakan untuk menghubungkan pelabuhan dengan kawasan CBD (Central Bussines District).
Setelah menyimak apa yang disampaikan Bapak Tri, yang paling “kena” adalah Monorel Jogja dan Monorel Palembang. Karena di kedua kota itu monorel dibangun untuk menghubungkan lokasi-lokasi yang telah ditentukan secara jelas. Monorel Jogja untuk akses ke kawasan-kawasan pariwisata sekitar Borobudur sampai finish ke Jogja. Jadi maksudnya jelas. Monorel Jogja dibangun untuk akses ke kawasan-kawasan pariwisata sekitar Borobudur-Jogja. Kepentingannya pun jelas, untuk pariwisata. Begitu pula Palembang yang menghubungkan badara dengan stadion olahraga. Berbeda halnya dengan kota-kota lain yang hendak menjadikan monorel sebagai alat transportasi utama.
Berdasarkan fakta ketiga negara yang sukses  tadi, menurut saya monorel memang patut dipilih tapi bukan sebagai alat transportasi primer. Monorel hendaknya digunakn sebagai penghubung dua titik tertentu yang punya nilai vital bagi sebuah kota. Misalnya untuk menghubungkan bandara dengan pusat bisnis, atau pelabuhan dengan pusat industri.  Sedangkan untuk mengurangi kemacetan, saya lebih setuju dengan kereta bawah tanah (subway) yang akan dikembangkan oleh Jakarta melalui proyek MRT tahun 2012 ini. Kelebihan subway jelas tidak memakan tempat karena beroperasi di bawah tanah sehingga tidak menimbulkan kesan crowded di jalanan. Selain itu dengan kapasitas yang memadai, subway akan menjadi alternatif transportasi yang sangat baik untuk mengurangi kemacetan di wilayah perkotaan. Dengan syarat : biaya terjangkau dan keamanan terjamin.

Sumber Gambar : www.lightrailnow.org





Selasa, 26 Juni 2012

Serat Kalatidha, Pesan Magis sang Pujangga Terakhir


Dunia Sastra Jawa mengenal Tembang Macapat, yaitu istilah untuk puisi tradisional. Situs Wikipedia berbahasa Indonesia menjelaskan bahwa tembang macapat mempunyai baris kalimat yang disebut gatra dan pada masing-masing gatra mempunyai sejumlah suku kata tertentu (guru wilangan), dan berakhir pada bunyi sajak terakhir yang disebut guru lagu.
Salah satu tembang macapat yang termasyur adalah Serat Kalatidha karangan Raden Ngabehi Rangga Warsita, seorang Sastrawan Jawa yang hidup pada abad ke-19. Serat kalatidha merupakan curahan hati seorang Rangga Warsita karena beliau menulis tembang ini setelah kecewa pangkatnya tidak dinaikkan sebagaimana mestinya. Namun hal yang menarik dari Serat Kalatidha adalah, pesan-pesan yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi zaman modern sekarang. Gambaran tentang problematika kehidupan sosial, dan persaingan merebut tahta / jabatan, sehingga sang pengarang menyebutnya jaman edan. Di dalamnya juga mengajarkan pembacanya untuk jangan terlalu terbawa nafsu untuk kesenangan duniawi, serta mengajak untuk berikhtiar memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa atas segalanya.
Hmm.. mengenai sisi lain Rangga Warsita yang banyak diyakini punya kemampuan meramal masa depan, saya tidak akan membahas sampai sana. Yang pasti, R.Ng. Rangga Warsita adalah pujangga terakhir Keraton Surakarta Hadiningrat karena sepeninggal beliau tidak ada pujangga yang menggantikan posisinya.
Okay, berikut adalah Serat Kalatidha lengkap dengan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia di barisan setelah versi bahasa jawa asli. Semoga bermanfaat, here we go...

Serat Kalatidha

Mangkarya darajating praja
Kawuryan wus sunyaturi
Rurah pangrehing ukara
Karana tanpa palupi
Atilar silastuti
Sujana sarjana kelu
Kalulun kala tida
Tidhem tandhaning dumadi
Ardayengrat dene karoban rubeda

                                                                                          Retune ratu utama
                                                                                          Patihe patih linuwih
                                                                                          Pra nayaka tyas raharja
                                                                                          Panekarane becik-becik
                                                                                          Paranedene tan dadi
                                                                                          Paliyasing Kala Bendhu
                                                                                          Mandara mangkin andadra
                                                                                          Beda-beda ardaning wong saknegara

Katetangi tangisira
Sira sang paramengkawi
Kawileting tyas duhkita
Katamen ing ren wirangi
Dening upaya sandi
Samaruna angrawung
Mangimur manuhara
Met pamrih melik pakolih
Temah suka ing karsa tanpa wiweka

                                                                                            Dasar karoban pawarta
                                                                                            Berbaratun ujar lamis
                                                                                            Pinudya dadya pangarsa
                                                                                            Wekasan malah kawuri
                                                                                            Yan pinikirin sayekti
                                                                                            Mundhak apa aneng ngayun
                                                                                            Andhedher kaluputan
                                                                                            Siniraman banyu lali
                                                                                            Lamun tuwuh dadi kekembangin beka

Ujaring panitisastra
Awewarah asung peling
Ing jaman keneng musibat
Wong ambeg jatmika kontit
Mengkono yen niteni
Pedah apa amituhu
Pawarta lolawara
Munduk angreranta ati
Angurbaya angiket cariteng kuna           

                                                                                             Keni kinarta darsana
                                                                                             Panglimbang ala lan becik
                                                                                             Sayekti akeh kewala
                                                                                             Lelakon kang dadi tamsil
                                                                                             Masalahing ngaurip
                                                                                             Wahaninira tinemu
                                                                                             Temahan anarima
                                                                                             Mupus pepesthening takdir
                                                                                             Puluh-puluh anglakoning kaelokan

Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Milu edan nora tahan
Yen tan milu anglakoni
Boya kaduman melik
Kaliren wekasanipun
Ndilalah karsa Allah
Begja-begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada

                                                                                              Semono iku bebasan
                                                                                              Padu-padune kepengin
                                                                                              Enggih mekoten man doblang
                                                                                              Bener ingkang angarani
                                                                                             Nanging sajroning batin
                                                                                             Sejatine nyamut-nyamut
                                                                                             Wis tuwa are papa
                                                                                             Muhung mahas ing asepi
                                                                                            Supaya pangaksamaning Hyang Sukma

Beda lan kang wus santosa
Kanarilah ing Hyang Widhi
Satiba malanganeya
Tan susah ngupaya kasil
Saking mangunah prapti
Pangeran paring pitulung
Marga samaning titah
Rupa sabarang pakolih
Parandene maksih taberi ikhtiyar

                                                                                            Sakadare linakonan
                                                                                            Mung tumindak mara ati
                                                                                            Angger tan dadi prakara
                                                                                            Karana riwayat muni
                                                                                            Ikhtiyar iku yekti
                                                                                            Pamilihing reh rahayu
                                                                                            Sinambi budidaya
                                                                                            Kanthi awas lawan eling
                                                                                            Kanthi kaesthi antuka parmaning Sukma

Ya Allah ya Rasulullah
Kang sipat murah lan asih
Mugi-mugi aparinga
Pitulung ingkang martini
Ing alam awal akhir
Dumununging gesang ulun
Mangkya sampun awredha
Ing wekasan kadi pundi
Mula mugi wontena pitulung Tuwan

                                                                                             Sageda sabar santosa
                                                                                             Mati sajeroning ngaurip
                                                                                             Kalis ing reh aruraha
                                                                                             Murka angkara sumingkir
                                                                                            Terlen meleng malat sih
                                                                                            Sanityaseng tyas mematuh
                                                                                            Badharing sapudendha
                                                                                            Antuk mayar sawetawis
                                                                                            Borong angsa sawarga mesi martaya


Translate Bahasa Indonesia (dengan penyesuaian)

Keadaan negara waktu sekarang
Sudah semakin merosot
Situasi telah rusak
Karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi
Sudah banyak yang meninggalkan aturan-aturan lama
Orang cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (zaman penuh keraguan)
Suasana mencekam
Karena dunia penuh dengan kerepotan

Sebetulnya rajanya tergolong baik
Patihnya juga cerdik
Anak buahnya baik
Pemuka-pemuka masyarakat baik
Namun semua itu tidak menciptakan kebaikan
Oleh karena daya zaman Kala Bendu
Bahkan kerepotan semakin menjadi-hadi
Lain orang, lain pikiran dan maksudnya

Waktu itulah perasaan sang Pujangga menangis
Penuh kesedihan
Mendapat hinaan dan malu
Akibat perbuatan seseorang
Tampaknya orang itu memberi harapan menghibur
Sehingga sang pujangga karena gembira hatinya
Dan tidak waspada

Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tidak pasti
Akan ditempatkan sebagai pemuka
Tetapi akhirnya sama sekali tidak benar
Bahkan tidak diperhatikan sama sekali
Sebenarnya bila direnungkan
Apa gunanya menjadi pemimpin?
Hanya akan membuat kesalahan saja
Terlebih bila sampai lupa diri
Hasilnya tidak lain hanya kerepotan

Menurut buku Panitisastra (ahli sastra)
Sebenarnya sudah ada peringatan
Dalam zaman yang penuh kerepotan dan kebatilan ini
Orang berbudi tidak terpakai
Demikianlah jika kita meneliti
Apa gunanya meyakini kabar angin
Akibatnya hanya kan menyusahkan hati saja
Lebih baik membuat karya-karya
Kisah zaman dulu kala

Membuat kisah lama ini
Dapat dipakai kaca benggala
Guna membandingkan
Perbuatan yang salah dan yang benar
Sebenarnya banyak sekali
Contoh-contoh dalam kisah lama
Mengenai kehidupan yang mendinginkan hati
Akhirnya pasrah dan menyerahkan diri
Kepada kehendak Tuhan
Segalanya itu karena sedang mengalami kejadian aneh-aneh

Hidup di zaman edan
Memanglah repot
Mau mengikuti tidak sampai hati
Tapi jika tidak mengikuti zaman
Tidak mendapat apa-apa
Akhirnya menderita kelaparan
Namun sudah kehendak Tuhan
Meskipun orang yang lupa itu bahagia
Namun lebih bahagia lagi
 Orang yang selalu ingat dan waspada

Semua itu sebetulnya
Hanya karena keinginan semata
Benar demikian?
Memang benar jika ada yang meyakini
Tapi di dalam hati repot juga
Di usia tua, mau apa?
Lebih baik menyepi diri
Agar mendapat ampunan dari Tuhan

Lain pula bagi yang sudah makmur
Mendapat rahmat Tuhan
Bagaimanapun nasibnya selalu baik
Tak perlu susah payah
Tiba-tiba mendapat anugerah
Namun tetap masih beriktiar

Apapun dilaksanakan
Hanya membuat kesenangan
Pokoknya tak menimbulkan persoalan
Agaknya ini sesuai dengan petuah
Bahwa manusia wajib berikhtiar
Harus memilih jalan yang baik
Bersamaan dengan usaha tersebut
Juga harus awas dan waspada
Agar mendapat rahmat-Nya

Ya Allah ya Rasulullah
Yang bersfat pemutah dan pengasih
Berikanlah pertolongan kepada hambamu
Di saat-saat menjelang akhir ini
Sekarang kami sudah tua
Bagaimana nantinya
Hanya Tuhan yang mampu menolong

Semoga kami tetap sabar dan sentosa
Selah mati dalam hidup
Lepas dari kerepotan
Jauh dari angkara murka
Biarkan kami memohon hanya pada-Mu
Agar mendapat pengampunan
Dan kami serahkan segenap jiwa dan raga 



Minggu, 10 Juni 2012

Menyemai Benih, Meretas Asa

8 Juni 2012. 16 tim nasional dari 16 negara Eropa berkumpul di dua negara, Polandia dan Ukraina. Krisis Ekonomi yang melanda Zona Euro ternyata sama sekali tidak mempengaruhi semangat para pesepakbola terbaik Benua Biru untuk unjuk kebolehan. Kick off pertandingan Polandia vs Yunani pun menandai dimulainya pesta sepakbola terbesar di benua dingin yang rutin digelar tiap 4 tahun itu.
Sehari sebelumnya, 7 juni 2012. Beribu-ribu mil jaraknya dari Polandia, tepatnya di Kuala Lumpur (Malaysia). Kesuksesan melanda Asian Football Association (AFC) setelah mereka mampu mendamaikan dua kubu yang selam ini berseteru setelah menandatangani Nota kesepahaman (MoU). Kedua rival yang akhirnya  saling berjabat tangan di kantor AFC itu adalah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan organisasi tandingannya, Komite penyelamat sepakbola Indonesia (KPSI). 



Kesepakatan damai antara PSSI dan KPSI memang merupakan momen yang paling ditunggu. Bagaimana tidak, selama ini perseteruan antar kedua kubu tersebut dianggap sebagai hambatan terbesar dalam upaya membangun dan memajukan sepakbola di Indonesia. Atas dasar kepentingan politik masing-masing, sepakbola Indonesia sampai memiliki dualisme dalam kompetisi profesionalnya. FIFA pun hanya mengakui salah satu dari dua kompetisi tersebut, yakni kompetisi yang dibawah naungan PSSI. padahal, sebagian besar pesepakbola terbaik di Indonesia justru bermain di kompetisi yang tidak diakui FIFA.
Namun seperti yang diceritakan di awal, kedua kubu PSSI dan KPSI akhirnya sepakat berdamai dengan menandatangani beberapa kesepakatn yang tertuang dalam sebuah Nota Kesepahaman. Sebagaimana diberitakan situs http://sport.detik.com, petemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, diantaranya : kedua pihak sepakat menjadikan  Indonesia Super League (liga illegal) sebagai liga dibawah naungan PSSI dan tetap dilanjutkan hingga musim berakhir, dan kedua pihak sepakat untuk bersatu dan membentuk satu kompetisi professional baru di musim berkutnya.
So, apakah dengan diakuinya Indonesia Super League sebagai kompetisi resmi PSSI, apakah pemain-pemain liga tersebut bisa masuk timnas? Apapun kelanjutannya nanti, paling tidak kesepakatan tersebut telah menjadi momen yang “menenangkan” bagi para pengurus PSSI sehingga bisa lebih focus dalam menjalankan tugasnya mengurus, membangun dan memajukan persepakbolaan Indonesia, termasuk aspek paling penting dalam mengembangkan sepakbola : pembinaan usia dini.
Pembinaan usia dini memang merupakan aspek yang sangat penting dalam membangun prestasi di bidang olahraga.Kunci sukses prestasi suatu cabang olahraga sangat ditentukan oleh kualitas pembinaan yang ada di level junior. Tak terkecuali sepakbola. Oleh karena itulah banyak negara-negara yang semakin serius membangun sepakbolanya melalui pembinaan yang intensif dimulai dari usia kanak-kanak. Apalagi dengan adanya fakta yang menyebut sepakbola sebagai olahraga terpopuler di dunia. Negara yang punya prestasi di olahraga tersebut tentu mempunyai prestis tersendiri.
Akan tetapi proses pembinaan yang diberikan kepada calon-calon atlet tidak akan afdol jika belum diimbangi dengan kompetisi yang professional, terstruktur, dan kontinu. Professional artinya kompetisi tersebut diselenggarakan dengan serius layaknya kompetisi usia senior. Terstruktur berarti ada jenjang-jenjang yang merupakan tingkatan kompetisi berdasarkan kelompok usia dengan kategorisasi tertentu (misal Liga U-15, U-17,  dan seterusnya hingga U-23). Sedangkan maksudnya kontinu, kompetisi tersebut diadakan secara konsisten dan terus-menerus (annually). Karena kompetisi usia dini juga merupakan bagian dari pembinaan. Dan format kompetisi harus Liga dan berlangsung 2 putaran. Selama ini memang cukup banyak turnamen usia muda tapi formatnya Cup Competition. Jadi terdiri dari penyisihan grup lalu dilanjutkan dengan fase knock out. Sedangkan Liga, tiap kontestan saling bertemu dua kali masing kandang-tandang, dibagi dalam 2 putaran. 
Untuk metode pelatihan yang diterapkan dalam pembinaan usia dini, ada baiknya Indonesia belajar dari negara lain yang sudah maju sepakbolanya. Sejak 2008, PSSI era ketua yang sebelum sekarang rutin mengirim tim junior ke Uruguay untuk berlatih dan terjun di kompetisi junior sepakbola Uruguay. Mereka yang terjaring dari seleksi nasional dikumpulkan dalam satu tim bernama Seciedad Anonima Deportivo Indonesia atau disingkat SAD Indonesia. Menurut saya langkah tersebut cukup tepat. Karena meski tidak setenar Brazil, Argentina, atau Spanyol, sepak terjang Uruguay di sepakbola tidak bisa diremehkan. Dengan jumlah penduduk hanya sekitar 3 juta jiwa, negara kecil ini mampu dua kali menjadi juara Piala Dunia dan menghasilkan banyak pemain-pemain handal kelas dunia, seperti Enzo Francescoli, Alvaro Recoba, Diego Forlan, Edison Cavani, hingga Luis Suarez. Pada Piala Dunia edisi terakhir (2010), tim Uruguay mampu maju hingga semifinal. Bahkan di Copa America 2011 lalu, tim berjuluk La Celeste (biru langit) itu mampu keluar sebagai juara. Sekali lagi, Uruguay hanya berpenduduk 3 juta jiwa. Indonesia? 237 juta jiwa.
Alangkah baiknya bila Indonesia bukan hanya mengirim tim junior saja ke Uruguay, tapi benar-benar mempelajari secara mendalam bagaimana sebuah negara “minim penduduk” mampu berteriak lantang di level dunia, melalui cabang olahraga terpopuler di dunia. Mereka tentu tidak main-main dalam mengasah talenta-talenta mudanya. Indonesia pun kini juga sudah mulai memetik hasil dari apa yang mereka tanam di Uruguay. Beberapa pemain muda Indonesia yang dibina di Uruguay kini telah dikontrak oleh klub Liga Uruguay dan Liga Belgia. Metode pelatihan mereka itulah yang seharusnya dipelajari, dipahami, dan ditiru dengan baik oleh PSSI.
Namun hal yang saya sayangkan dari tim Indonesia hasil binaan Uruguay ini adalah, pemain-pemain bubar setelah menyelesaikan jenjang pembinaan. Jadi, di kompetisi usia dini di Uruguay hanya berhenti di level U-19. Setelah melampaui batas umur 19, pemain yang tidak dikontrak klub luar negeri dikembalikan ke Indonesia untuk mecari klub sendiri. Saya melihat ada beberapa pemain jebolan SAD Indonesia yang bermain dalam satu klub Divisi Utama yang menurut saya memberikan perlakuakn yang kurang baik dalam upaya follow up pembinaan pasca pula dari Uruguay. Karena banyak diantara mereka yang hanya menjadi pemain cadangan di klub tersebut. Kalaupun main, paling hanya beberapa menit di babak kedua sebagai pemain pengganti. Hal ini sangat bertolak belakang dengan aoa yang mereka dapat di Uruguay. Sesuatu yang sangat penting didapat oleh pemain muda, yakni kesempatan bermain di kompetisi secara penuh.
Menjadi pemain cadangan memang hal yang lumrah bagi pemain muda. Karena dianggap minim pengalaman dan masih butuh banyak belajar. Pelatih lebih sering mempercayai pemain yang lebih senior. Tapi untuk pemain-pemain jebolan SAD Indonesia, langkah mereka untuk bergabung dengan klub yang tidak memberi jaminan di tempat inti, apalagi klub tersebut tidak bermain di Divisi tertinggi Liga Indonesia, adalah pilihan yang kurang tepat. Menurut saya seharusnya pemain-pemain SAD Indonesia yang sudah lampau umurnya tetap disatukan dalam sebuah tim dan diterjunkan ke kompetisi yang high level.
Singapura adalah contoh negara yang sukses menerapkan cara tersebut dalam membangun timnasnya. Awal era 2000-an, Football Association of Singapore (FAS) membentuk tim sepakbola bermaterikan pemain-pemain muda terbaik di negerinya dengan nama Young Lions.  Tim Young Lions ini kemudian diterjunkan di kompetisi Liga Singapura, bersaing dengan klub-klub professional negara tersebut. Hasilnya? Talenta-talenta muda Young Lions semakin terasah dan menghasilkan pemain-pemain yang handal bagi Timnas Singapura. Keberhasilan Timnas Singapura menjuarai Piala AFF 2004 dan 2007 tidak terlepas dari perananan penting pemain-pemain jebolan Young Lions. Pada SEA Games 2009 lalu, Singapura berhasil meraih medali perunggu dengan hanya bermaterikan pemain-pemain U-19 dari Young Lions. Padahal SEA Games adalah ajang untuk pemain U-23.
Sukses Singapura tampaknya telah menginspirasi negeri jirannya, Malaysia. Dengan cara yang sama, Malaysia juga membentuk tim bernama “Harimau Muda” yang bermaterikan pemain-pemain muda terbaik, dan diterjunkan di kompetisi professional Liga Malaysia. Hasilnya? Dengan bermaterikan mayoritas pemain dari Harimau Muda, Malaysia sukses mencetak hatrick juara sepak bola Asia Tenggara 3 tahun berturut-turut : Medali Emas SEA Games 2009, Juara AFF 2010, dan medali emas lagi di SEA Games 2011 lalu. Para pendukung Timnas Indonesia pasti masih ingat aksi dramatis tim Malaysia yang sukses membungkam tuan rumah Indonesia di final SEA Games 2011 lewat adu penalty. Mereka itulah alumnus-alumnus terbaik  tim Harimau Muda…



Uniknya, dalam perkembangannya kedua tim binaan organisasi sepakbola tertinggi masing-masing negara itu saling bertukar kompetisi antar satu sama lain. Entah apa dasarnya, mulai musim 2012 ini, LionsXII (tim bentukan Federasi Sepakbola Singapura) akan berkompetisi di Liga Malaysia sedangkan Harimau Muda resmi menjadi kontestan Liga Singapura. Sebetulnya PSSI era sebelum sekarang, tahun 2005,  juga sempat meniru cara Singapura yang membentuk tim muda dan mengkompetisikannya di Liga. Tapi yang salah pada waktu itu adalah, mereka yang dikumpulkan dalam satu tim kemudian dimasukkan dalam sebuah klub Divisi kasta kedua Liga Indonesia. Jadi, mereka bermain di Liga kelas dua, dibawah bendera sebuah klub. Hal tersebut membuat sejumlah pemain tidak setuju dan memilih untuk keluar dan mencai klub lain yang lebih baik dan bermain di kasta yang lebih tinggi.
Oke, kembali lagi ke soal pembinaan usia dini. PSSI era kepemimpinan sekarang pernah menyatakan bahwa mereka akan lebih serius dalam melakukan pembinaan usia muda. Kurikulum pembinaan sepakbola nasional pun telah dirilis sejak beberapa waktu yang lalu. Semua pasti berharap ungkapan tersebut bukan hanya janji di mulut belaka. Orang lebih tertarik melihat aksi nyata di lapangan ketimbang mendengar janji manis yang terucap lisan. Dan satu hal perlu dipahami adalah, untuk membuktikan sukses tidaknya program pembinaan yang dilakukan suatu badan otoritas tertentu, diperlukan waktu  beberapa tahun kedepan setelah pemain-pemain yang menjadi objek program pembinaan tersebut memasuki usia senior.
Dengan menanam benih dan merawatnya melalui sistem kompetisi yang profesional, terstruktur, dan kontinu, hal ini akan memperbesar peluang  untuk mencetak bibit-bibit pesepakbola yang berkualitas. Karena selain dilatih dengan keterampilan dan skill yang mumpuni, mereka juga terbiasa berkompetisi sehingga menjadikan mereka bukan hanya sekedar berskill, tapi juga bermental kompetitif.
Akhir kata, semoga Spanyol mampu sukses membukukan rekor meraih 3 gelar juara berturut-turut dalam tempo 4 tahun : Euro 2008, World Cup 2010, dan Euro 2012 (lho, nggak nyambung?? :p). Seriuously, semoga ditandatanganinya kesepakatan antara PSSI dan KPSI menandai babak baru dalam dunia sepakbola nasional dan pengurus PSSI yang sekarang bisa lebih total dalam bekerja, sehingga mampu membawa kemajuan yang berarti bagi sepakbola Indonesia agar bisa berprestasi lebih baik di masa mendatang.



Rabu, 06 Juni 2012

Antara Sao Paulo, Santa Monica dan "Mobil Penyelamat Bumi"


Sejak tahun 2000, setiap tanggal 5 Juni, PBB telah menetapkannya sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day/WED). Hari tersebut sekaligus menjadi hari bagi seluruh warga Bumi untuk meneguhkan kembali arti penting lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari. (http://www.antaranews.com)



Sao Paulo. The most metropolitan city in Latin America.  Kota dengan populasi manusia terbanyak di Amerika Selatan, dan tentu saja di negaranya, Brazil. Jika diperhatikan, sebenarnya posisi kota ini mirip dengan Jakarta, ibukota negara kita tercinta. Apa miripnya? Sama-sama kota terbesar di negaranya, sama-sama kota berpenduduk padat, sama-sama metropolis, dan sama-sama berperan sebagai pusat bisnis dan pusat keuangan global (global financial center) di negaranya. Bedanya, Sao Paulo tidak sendirian menyandang predikat sebagai pusat keuangan global di negaranya. Selain Sao Paulo, Brazil juga punya Rio de Janeiro dan Brasilia yang juga punya peran strategis sebagai pusat bisnis dan pusat keuangan global. Sedangkan Indonesia, semuanya terpusat ke Jakarta.
Persamaan lain antara Sao Paulo dan Jakarta adalah, keduanya bukan hanya dipadati oleh manusia, tapi juga kendaraan bermotor. Apa akibat dari persamaan yang satu ini? Sama-sama macet. Tiap hari, tiap jam, tiap waktu, jalanan kota seperti tidak pernah sepi kecuali saat malam larut. Hal tersebut merupakan buah dari tingginya mobilitas penduduk khas kota metropolitan. Sudah bukan rahasia lagi kota besar memang menjadi destinasi utama bagi kaum urban yang mengadu nasib demi mencari sesuap nasi.
Sao Paulo adalah kota berpenduduk 20 juta jiwa, 5 juta diantaranya menggunakan mobil pribadi sebagai alat transportasinya. Namun yang patut diacungi jempol, sebagian pengguna mobil menggunakan bahan bakar ethanol berbahan dari tebu. Brazil memang negara yang cukup sukses mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan. 40% pengguna kendaraan mobil di Negeri Samba telah menggunakan bahan bakar ethanol dari tebu yang merupakan hasil perkebunan utama Brazil. So, negara tersebut telah mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan warganya plus berkontribusi mengurangi emisi karbon dari bahan bakar fosil yang tentunya sangat berguna bagi kelestarian bumi.  
Dari Sao Paulo, kita pindah ke kota dengan iklim berbeda, tapi masih di benua yang sama. Di pesisir barat California (Amerika Serikat), sebuah kota berdiri dengan nama : Santa Monica. Kota ini memang tidak sepadat Sao Paulo. Bukan pula termasuk kota metropolis. Namun yang istimewa dari kota ini, meski dikenal sebagai kota minyak tapi konsumsi bahan bakar minyak di Santa Monica sangat dibatasi. Bus-bus menggunakan bahan bakar gas yang menim emisi. Gedung-gedung banyak menggunakan energy terbarukan untuk listriknya (contoh : panel surya). Sebagian besar lampu penerangan kota menggunakan LED. Sedangkan masyarakatnya cukup anti menggunakan barang yang menghasilkan sampah plastic. Sebuah gambaran peradaban yang patut dicontoh oleh peradaban lain di seluruh muka bumi.
Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Negara ini telah mempunyai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup. Langkah selanjutnya bagaimana agar undang-undang ini dapat dilaksanakan dengan benar baik oleh rakyatnya, maupun pemimpinnya dalam mengeluarkan kebijakan. Belum lama ini pemerintah mencanangkan mobil listrik sebagai alternatif alat transportasi yang ramah lingkungan. Selain itu kendaraan tersebut juga dapat menekan konsumsi BBM bersubsidi yang dirasa cukup membebani uang negara.  
Kebijakan pemerintah untuk memproduksi mobil listrik memang patut diapresiasi. Kabarnya, prototype mobil listrik ditargetkan jadi 2013 dan akan diproduksi masal tahun 2014 mendatang. Kebijakan tersebut sesuai dengan amanat Pasal 3 Undang Undang Lingkungan Hidup mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (ada 10 poin, silahkan baca sendiri ^_^). Saya lebih setuju kendaraan bertenaga listrik dari pada menggunakan bahan bakar gas sebagai alternatif penggganti BBM. karena selain tidak menghasilkan emisi, saya berharap pemakaian bahan bakar gas cukup difokuskan untuk pembangkit-pembangkit listrik dibawah naungan PLN sehingga konsumsi BBM bisa semakin tertekan.  Selain itu kebijakan tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang paling anyar di bulan juni ini, yaitu penghematan BBM, listrik, dan air.
Seperti yang telah diberitakan di media massa, Kementerian Riset dan Teknologi telah bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk menciptakan mobil listrik nasional yang akan diproduksi secara masal. Pertanyaannya, apabila misi tersebut terpenuhi, mobil listrik sudah diproduksi masal, bagaimana nasib Esemka yang sudah terlebih dulu bercita-cita membuat mobil nasional?
Meskipun kebijakan  mobil listrik sangat baik untuk kelestarian lingkungan, tapi saya melihat hal tersebut berpotensi menjadi sesuatu yang tidak mengenakkan bagi produsen mobil Esemka. Karena dari awal Esemka telah berkeinginan untuk memproduksi mobil yang nantinya dijadikan mobil nasional. Namun kebijakan pemerintah tentang Electric Car seolah bertentangan dengan support mereka terhadap jerih payah anak-anak pelajar SMK itu. Terlebih lagi sebelumnya mobil Esemka gagal diproduski masal karena tidak lulus uji emisi. Apabila tak lama kemudian pemerintah mengeluarkan kebijakan mobil listrik (yang notabene bebas emisi, sedangkan esemka uji emisi saja tidak lulus), lalu membantu segala pendanaan riset hingga biaya produksi setelah prototype-nya matang, hal ini bisa terasa menyakitkan.
Untuk menghidari kemungkinan terjadinya hal seperti diatas, adalah dengan memberi kepercayaan kepada Esemka untuk meng-handle proyek mobil listrik ketika nanti diproduksi masal. Jadikan Solo Techno Park sebagai produsen mobil listrik berkelas dunia  dan menjadi solusi untuk mengurangi dampak global warming yang sudah semakin menjadi-jadi. Karena biar bagaimanapun, Esemka tetap harus diberdayakan karena mereka sudah menjadi pioneer kebangkitan industri otomotif Indonesia.
Apabila proyek Electric Car benar-benar sudah terwujud 2014 mendatang, peran Indonesia dalam menjaga kelestarian bumi bukan hanya karena eksistensi hutan hujan tropisnya sebagai paru-paru dunia. Tapi lebih nyata lagi, Indonesia akan mendapat predikat kehormatan sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara yang mampu menciptakan dan memproduksi mobil ramah lingkungan secara masal. Semoga terwujud!


Sumber Gambar : http://www.plangs.com






Postingan Terbaru

Surat untuk sang Waktu

Dear waktu, Ijinkan aku 'tuk memutar kembali rodamu Rengekan intuisi tak henti-hentinya menagihiku Menagihku akan hutang kepada diriku d...