Sabtu, 13 Oktober 2012

La Cita (2)

"Satu-satunya alasan munculnya kejahatan di dunia adalah, karena selalu ada kebaikan yang mampu mengalahkannya."
- Jo Denville, CSI New York -



Kamis, 13 September 2012

World Sailing Event, Akselerator Pembangunan Daerah Tertinggal


Infrastruktur jalan diperlebar. Dermaga pelabuhan diperpanjang. Pasokan listrik ditingkatkan dan dipastikan ketersediaannya. Begitu pula dengan jaringan telekomunikasi. Sementara 20 unit rumah baru dibangun secara khusus, 4 diantaranya dilengkapi air conditioner. Semuanya dibangun dan segera diselesaikan demi suksesnya penyelenggaraan sebuah event bertaraf internasional, bernama Sail Morotai 2012.



Bulan September 2012. Pada bulan yang kesembilan ini, Indonesia disibukkan oleh dua event besar di waktu yang hampir bersamaan. Yang pertama adalah Pekan Olahraga Nasional atau lebih disingkat PON, sebuah ajang olahraga multicabang tingkat nasional, dimana 33 provinsi se-Indonesia mengirim talenta-talenta terbaiknya untuk bertanding dan memberikan yang terbaik bagi daerahnya. Event yang kedua adalah yang berkelas internasional, yakni Sail Indonesia. Hajatan ini berupa ajang rally kapal (jenis yacht) dari berbagai negara di seluruh dunia, dimana tahun ini Indonesia memilih Morotai sebagai host acara tahunan tersebut, sehingga lebih dikenal dengan nama Sail Morotai 2012. Untuk diketahui, ini bukan pertama kalinya Indonesia menjadi penyelenggara World Sailing Event, karena ajang serupa pernah dihelat di Bunaken (Sail Bunaken 2009), Kepulauan Banda (Sail banda 2010), serta Wakatobi dan Belitung yang menjadi tuan rumah bersama tahun kemarin (Sail Wakatobi-Belitong 2011).
Pulau Morotai. Mungkin sebuah nama yang masih terdengar asing bagi sebagian pembaca. What is Morotai Island, and where is it? Dengan mengetahuinya, boleh jadi anda akan merasa bangga Indonesia memiliki pulau tersebut. Ingin tahu?
Pulau Morotai adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah utara Pulau Halmahera, Maluku Utara. Awalnya pulau ini masuk wilayah administrasi Kabupaten Halmahera Utara, namun sejak dimekarkan tahun 2008, Morotai resmi menjadi daerah otonom baru dengan nama Kabupaten Pulau Morotai. Kabupaten yang beribukota di Daruba ini dikenal memiliki segudang potensi, terutama kekayaan alamnya. Perairan sekitar Morotai menyimpan potensi perikanan yang sangat melimpah sedangkan pesisirnya terdiri atas deretan pantai dengan panorama yang menggoda mata, termasuk yang ada di Pulau Dodola yang tak jauh dari Morotai.
Pulau Morotai juga menyimpan kenangan yang tertulis dalam sejarah. Kurang lebih 70 tahun yang lalu, Morotai menjadi saksi bisu dahsyatnya salah satu pertempuran terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia : Perang Dunia II. Yup, di pulau inilah terjadi pertempuran antara Jepang dan Sekutu pada awal hingga pertengah era 1940-an. Nilai sejarah Pulau Morotai semakin ‘bergengsi’ karena di tempat itulah Jenderal MacArthur, Panglima Besar Sekutu wilayah Pasifik yang cukup legendaris itu meraih kejayaannya setelah mengalahkan Jepang dalam peristiwa yang yang disebut Battle of Morotai, sebuah nama pertempuran yang cukup terkenal dalam sejarah Perang Dunia II. Berbagai peninggalan Perang Dunia II pun masih bisa dijumpai di Pulau Morotai berupa bunker-bunker dan gua persembunyian tentara, senajata-senjata perang, termasuk pula bangkai-bangkai kapal dan pesawat yang tenggelam di dasar laut. Bahkan bandara yang ada di Morotai sekarang ini adalah warisan Pangkalan Militer Sekutu 70 tahun silam.
Sebagai bukti tingginya nilai sejarah Pulau Morotai, beberapa waktu lalu ketika Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI bersama Gubernur Maluku Utara berkunjung ke Amerika untuk mencari data Perang Pasifik terkait pembangunan Museum Perang Dunia II di Morotai, pihak setempat (Amerika) sampai meminta untuk dibawakan segenggam pasir dari Morotai untuk disimpan di Museum milik Amerika. Alasannya karena mereka menilai Morotai sebagai tanah penuh sejarah (karena menjadi saksi kejayaan mereka di Perang Dunia II).
Okay, kembali ke Sail Morotai. Menyelenggarakan sebuah event yang melbatkan peserta dari berbagai negara di dunia, di daerah yang terbilang masih tertinggal pembangunannya tentu sebuah terobosan yang sangat baik. Karena bila festival tersebut berjalan sukses, tentu akan mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit bagi daerah tersebut serta namanya semakin terangkat dan harum di dunia internasional. Apalagi dapat dikatakan bahwa Morotai adalah salah satu harta masa depan Indonesia. Mengapa? Sesuai tema yang diusung panitia Sail Morotai, yaitu "Menuju Era Baru Ekonomi Regional Pasifik". Untuk diketahui, pusat alur kegiatan ekonomi dunia di masa mendatang diperkirakan akan bergeser dari Samudra Atlantik ke Samudra Pasifik. Bersama Bitung (Sulawesi Utara), Morotai akan menjadi garda terdepan Indonesia, sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional di kawasan pasifik. Terlebih lagi seperti yang diceritakan sebelumnya, Morotai sudah sudah mempunyai tempat tersendiri dalam sejarah dunia. Dengan kesuksesan menyelenggarakan event kelas dunia, lalu citranya tersebar luas, momen ini bisa menjadi pertanda come back-nya Morotai, yang dikenal sebagai ‘mutiara di bibir pasifik’.  
Salah satu bukti keampuhan penyelenggaraan World Sailing Event terhadap daerah yang menjadi host-nya bisa kita lihat di Ambon. Setelah meraup sukses sebagai tuan rumah Sail Banda 2010, turis asing semakin banyak yang mengunjungi Maluku. Hal ini terbukti dengan semakin seringnya kapal-kapal pesiar yang datang dan singgah di pelabuhan Ambon. Sesuatu yang tidak pernah dialami Ambon sekian lama pasca terbebasnya daerah tersebut dari status daerah konflik. Suatu hal yang patut kita syukuri bersama tentunya.
Berlokasi di daerah yang notabene merupakan kawasan beranda negara, penyelenggaraan Sail Morotai juga semakin berarti karena sesuai rencana yang termaktub dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, Pulau Morotai akan dikembangkan sebagai kawasan mega minapolitan, yakni sebuah pengembangan kawasan berbasis kegiatan perikanan. Dengan suksesnya Morotai sebagai penyelenggara ajang internasional, yang memberikan efek domino terhadap perkembangan pariwisatanya, prospek Morotai ke depan bakal semakin cerah dengan kombinasi sektor pariwisata dan pengembangan mega minapolitan sebagai pilar perekonomian daerah.
Oleh karena itu, pihak penyelenggara terutama pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat (baik provinsi Maluku Utara mapun Pemkab Morotai) harus membuat target pencapaian yang hendak di diraih baik saat maupun pasca Sail Morotai berlangsung. Hal ini penting untuk memacu agar penyelenggaraan event ini mampu memberikan hasil yang sesuai harapan. Peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah hal yang  mutlak untuk dijadikan parameter. Untuk hal ini kiranya mereka harus berpegang pada salah satu prinsip penyelenggaraan kepariwisataan yang termaktub dalam Pasal 5 huruf c Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yakni memberi manfaat untuk kesejahteraan rakyat, keadilan, kesetaraan dan proporsionalitas.
Well, kita tentunya berharap perhelatan World Sailing Event di negeri ini dapat memberikan hasil yang terbaik untuk daerah penyelenggara pada khususnya, dan negara pada umumnya. Jangan sampai event ajang tahunan ini hanya menjadi pesta kembang api yang heboh di malam hari, tapi kembali sepi saat tibanya pagi. Harapan serupa juga patut disematkan kepada penyelenggaraan Sail Komodo tahun 2013 mendatang dan Sail Event di tahun berikutnya.
Melalui tulisan ini pula saya juga ingin memberikan masukan kepada pemerintah atau siapapun pihak yang berwenang atas penyelenggaraan event tahunan Sail Indonesia, mengenai daerah-daerah yang layak menjadi host Sail Indonesia selanjutnya. Adapun daerah-daerah yang saya usulkan menjadi tuan rumah selanjutnya adalah Raja Ampat (Papua Barat), Kepulauan Derawan (Kalimantan Timur), Kepulauan Anambas (Kepulauan Riau), Sabang (Aceh) dan Biak (Papua). Alasannya tidak lain karena daerah-daerah tersebut tergolong masih tertinggal, tapi memiliki potensi bahari yang sangat kaya dan prospektif untuk dikembangkan sebagai pusat perekonomian baru berbasis kelautan.




Rabu, 05 September 2012

Lampu Kuning Izin Perhotelan di Daerah Istimewa



Sebagai daerah tujuan pariwisata, hospitality industry berupa usaha perhotelan mempunyai peran penting dalam mengerakkan perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain sebagai sarana penunjang pariwisata, keberadaan  hotel juga mampu menyerap tenaga kerja sehingga berdampak pada berkurangnya pengangguran. Atas dasar tersebut, pemerintah daerah setempat pun membuka keran selebar-lebarnya untuk menampung investor  yang hendak menanamkan modalnya di bidang perhotelan.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, keran tersebut seolah-olah ‘bocor’ sehingga aliran investasi terus membanjir. DIY pun terancam  mendapat masalah yang hampir serupa dengan DKI Jakarta yang telah menuai masalah akibat menjamurnya mall di daerahnya.



Sebagai provinsi yang minim akan kandungan sumber daya alam, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terbilang sangat beruntung. Wilayah bekas Kerajaan Mataram ini menyimpan potensi pariwisata yang sangat besar, baik berupa peninggalan sejarah, tradisi kebudayaannya, maupun keindahan alamnya. Kondisi ini menjadi magnet yang cukup kuat untuk menarik minat para pelancong baik dari dalam maupun luar negeri untuk datang ke daerah tersebut guna menikmati kegiatan pariwisata mereka pada hari atau musim liburan.
Pemerintah agaknya menyadari keadaan itu dan segera melakukan upaya untuk menunjang kelancaran kegiatan pariwisata di DIY seperti membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Dalam rangka menyediakan sarana pariwisata, terutama untuk akomodasi wisatawan, pemerintah membuka peluang bagi pelaku usaha yang berminat membangun hotel di Yogyakarta, dimana otoritas pemberian izin atas usaha tersebut dipegang oleh pemerintah kabupaten/kota setelah diberlakukannya otonomi daerah. Dan sesuai ketentuan Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pajak hotel masuk ke kas daerah Kabupaten/Kota. Hingga tahun 2010, tercatat jumlah hotel di DIY sebanyak 452, yang terdiri dari 37 hotel berbintang dan 415 hotel kelas melati (buku statistik visitingjogja.com).
Laju pertumbuhan hotel di DIY memang terbilang pesat. Tercatat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir telah berdiri 20 hotel baru di daerah yang sempat dipermasalahkan status keistimewaannya itu. Kabar baiknya, berdirinya 20 hotel tadi telah berhasil menyerap sebanyak 6000 tenaga kerja (travel.kompas.com). Jumlah yang cukup fantastis. Menandakan bahwa sektor perhotelan tidak dapat dipandang sebelah mata dalam menggerakkan roda perekonomian DIY.
Vitalnya peran yang diemban sektor perhotelan di Jogja semakin nyata setelah Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi provinsi seluas 3.185,80 km square itu -4,27% pada triwulan II 2012. Namun di tengah minusnya pertumbuhan tersebut, sektor jasa mampu memberi andil positif  terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto diperode yang sama sebesar 15,25%, dimana perhotelan turut berkontribusi.
Akan tetapi segala sesuatu yang berlebih, cepat atau lambat pasti akan memberi efek yang negatif. Mekipun cukup konsisten dalam memberi 'buaian manis', tetap harus diperhatikan apakah laju pertumbuhan hotel di jogja masih dalam batas normal. Idealnya, pertumbuhan hotel berbading lurus dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang menggunakan jasa hotel. Tapi faktanya, pertumbuhan jumlah wisatawan di DIY tidak terlalu pesat. Bahkan saat musim libur lebaran 2012 ini jumlah okupansi (laju jumlah penghuni hotel) DIY menurun 10% dibanding lebaran tahun lalu sehingga melenceng dari target. Persebarannya pun tidak merata karena sebagian besar wisatawan hanya memadati hotel-hotel  sekitar kawasan Malioboro. Padahal, sebelumnya situs viva.co.id menyatakan bahwa sudah ada 17 hotel baru yang sudah di-endorsed Dinas Perizinan dan siap dibangun 2012 ini juga!
Sebagai pihak yang diberi amanah mengeluarkan izin kepada setiap kegiatan usaha di daerahnya, sudah sepatutnya Dinas Perizinan (kabupaten atau kota manapun itu) lebih selektif dan rasional dalam memberi keputusan. Karena merupakan perbuatan pemerintah bersegi satu, dimana kewenangan sepenuhnya ada di tangan si pemberi keputusan, mereka mempunyai tanggung jawab moral yang lebih atas segala resiko yang timbul terkait keputusan yang mereka berikan.
Saya belum berbicara tentang moratorium perizinan. Namun bila tidak segera dilakukan evaluasi, bisa jadi DIY (terutama kota Jogja-nya), akan mendapat masalah yang mirip dengan DKI Jakarta yang ‘kekenyangan mall’. Anda tentu bisa menebak akibatnya bila pertumbuhan hotel tidak diimbangi dengan bertambahnya turis pengguna hotel.  Akan banyak hotel yang tidak kebagian jatah ‘kue turis’. Selain itu, pengusaha hotel terancam bangkrut lalu gulung tikar? Itu memang masalah. Tapi lebih dari itu, semakin banyak hotel yang terancam bangkrut, berarti semakin banyak orang yang terancam kehilangan sumber nafkah. So, yang tadinya ingin menyerap sebanyak mungkin tenaga kerja (plus pemasukan dari pajak hotel), malah mencetak ribuan pengangguran baru…
Oleh karena itu, langkah preventif kiranya perlu diambil. Untuk hal ini bisa diawali dengan dilakukannya evaluasi. Jika memang terbukti over supply, institusi yang berwenang pasti paham apa yang harus dilakukan. Bolehlah sampai sini bicara moratorium. Setelah itu, bagaimana dengan nasib hotel-hotel yang jumlahnya sudah terlanjur tinggi?
Hal tersebut menjadi PR bagi pemerintah daerah, baik provinsi maupun tingkat dibawahnya. Mereka harus berupaya agar hotel-hotel yang ada dapat terus terisi. Caranya dengan meningkatkan promosi pariwisata baik di dalam maupun di luar negeri, sembari melakukan divesifikasi terhadap produk-produk pariwisata DIY guna menarik lebih banyak turis. Selain itu saya juga menyarankan agar dibuat Perda yang mengatur agar setiap hotel, terutama yang berbintang, wajib menyediakan space atau galeri yang khusus untuk menjajakan produk-produk UKM kepada para tamunya. Hal itu saya maksud untuk mematahkan image bahwa keberadaan pengusaha bermodal besar (baca : kapitalis) mematikan pelaku usaha kecil, tidak berlaku untuk usaha perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta.  





Minggu, 02 September 2012

La Cita

"Seorang negarawan tidak menjadikan politik sebagai ladang pencaharian, melainkan menjadikan politik sebagai medan pengabdian."
Aliyonk, 2012 -



Jumat, 31 Agustus 2012

World Football Legends All-Time Team By Aliyonk


Tahun 1994 silam, FIFA meluncurkan sebuah tim bernama FIFA World Cup All-Time Team yang terdiri atas pemain-pemain terbaik yang pernah tampil sepanjang sejarah Piala Dunia. Nah, sebagai penikmat sepakbola saya juga mempunyai uneg-uneg tentang tim yang diri atas pemain-pemain yang telah melegenda namanya. Soal kualitas, saya rasa tim ini tidak kalah bila dibandingkan dengan tim yang disusun FIFA tadi. Lalu seperti apa susunan timnya? Berikut adalah tim legenda sepanjang masa versi penulis blog ini. Cekidot... ^ ^

Kiper


Sangat jarang pemain sepakbola yang melegenda berposisi sebagai penjaga gawang. Dino Zoff merupakan salah satu dari sedikit ‘golongan orang-orang hebat’ tersebut. Beliau adalah salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Negeri Pizza, bahkan di dunia. Sulit dibobol, gerakan refleknya saat berperan sebagai kiper sangat sulit ditandingi oleh kiper manapun. Dino Zoff merupakan bagian dari skuad Gli Azzurri kala merengkuh juara dunia 1982. Itulah yang melatarbelakangi saya menjatuhkan pilihan kepadanya, meskipun ada beberapa kiper lain yang juga melegenda. Setelah pensiun Zoff melanjutkan karir sebagai pelatih dan prestasi terbaiknya adalah membawa Italia menjadi runner-up Euro 2000.

Defender
1)      Bek sayap kanan

Wing Back kanan diisi oleh legenda terbesar Jerman, Franz Aston Beckenbauer atau lebih dikenal dengan Franz Beckenbauer. Beliau dipercaya sebagai pemain tersukses sepanjang sejarah sepakbola Jerman karena satu-satunya orang yang mampu membawa Negeri Bavaria juara dunia baik saat menjadi pemain maupun pelatih. Saat menjadi pemain, situs Wikipedia berbahasa Indonesia menjelaskan bahwa beliau dikenal memiliki leadership, keanggunan, dan  dominasi di atas lapangan sebagai libero. Berkat segala kelebihannya itu, beliau dijuluki Der Kaiser (sang Kaisar). Beliau pula pemain pertama di dunia yang bermain sebagai libero menyerang. Beckenbauer membawa negaranya ke podium tertinggi Piala Dunia 1974 saat menjadi pemain dan membesut tim Panser menjadi kampiun dunia 1990 kala menjadi pelatih. Meski posisi aslinya libero, tapi saya memasangnya sebagai Wing Back kanan karena dalam formasi 4-3-3 tidak memerlukan peran yang biasanya ada dalam formasi tiga bek tersebut. I think it’s okay karena posisi bek sayap toh juga memberi keleluasaan bagi pemerannya untuk maju-mundur membantu serangan dan pertahanan (meski tidak sebebas sweeper).
2)      Stopper

Untuk posisi duo stopper, pertama diisi oleh rekan senegara Beckenbauer, tapi beda generasi. Dialah Lothar Matthaus, salah satu bek legendaris Jerman yang namanya juga harum di kancah sepakbola dunia. Matthaus adalah salah satu anggota skuad Jerman asuhan Franz Beckenbauer saat menjuarai Piala Dunia 1990. Setahun kemudian ia mendapat penghargaan sebagai pemain terbaik dunia oleh FIFA. Matthaus dikenal sangat sukses menjalan perannya sebagai bek. Bahkan legenda sekelas Diego Maradona pun sampai mengakuinya sebagai rival terberat. Uniknya, Mathaus memulai karirnya bukan sebagai pemain belakang, melainkan sebagai gelandang. Ia baru menjadi bek di usia 30 tahun! Anyway, Lothar Mathaus adalah salah satu bek tertangguh di dunia,yang sangat sulit dilewati pemain lawan.


Stopper kedua diisi oleh legenda sepakbola Inggris yang juga masuk FIFA’s World Cup All Time, Bobby Moore. Legenda sepakbola Brazil ,Pele, menjulukinya sebagai bek terjujur yang pernah dihadapinya. Bobby Moore bukan hanya mengandalkan tackling keras, tapi juga lihai dalam membaca arah permainan dan mengantisipasi pergerakan lawan. Kualitas Moore juga terbukti atas perannya sebagai kapten Timnas Inggris mulai tahun 1963, saat masih berusia 22 tahun (kapten termuda Inggris sepanjang sejarah). Tiga tahun kemudian, beliau sukses membawa The Three Lions juara dunia 1966, satu-satunya title Inggris di Piala Dunia hingga sekarang.

3) Bek Sayap Kiri

Posisi left wingback diisi oleh mantan salah satu World’s best freekicker.  Dia adalah pria asal Belanda yang namanya sempat menghiasi skuad Barcelona, Ronald Koeman. Mantan bek kiri Timnas Belanda itu dikenal sebagi pemain belakang yang punya naluri serangan yang tinggi. Kelebihan lain yang juga menjadi trade mark-nya tidak lain adalah tendangan bebasnya. Yup, Ronald Koeman merupakan salah satu pemain yang memilki kemampuan tendangan bebas terbaik di dunia. So, apabila terjadi pelanggaran di dekat kotak penalty, siap-siap saja menghadapi sepakan maut The Flying Dutchman satu ini.

Midfielder


Posisi trio gelandang tengah, untuk sisi kanan diisi oleh legenda terbesar sepakbola Belanda, Hendrik Johannes Cruijff atau Johan Cruyff. Beliau adalah salah satu anggota skuad De Oranje asuhan Rinus Michels yang berjaya di era 1970-an dengan Totaal Voetbal-nya. Yeah, Total Football Belanda memang sempat menjadi buah bibir para penggila sepakbola dunia di era 1970-an karena sangat agresif, atraktif dan menghibur. Meski gagal dalam dua kali kesempatan final Piaal Dunia (1974 dan 1978), tetap saja gaya permainan tim oranye dipuji banyak orang. Dan actor terpenting dibalik suksesnya Total Football tidak lain adalah kapten tim Belanda kala itu, Johan Cruyff. Sama seperti Franz Beckenbauer, Cruyff dikenal berkat kharisma-nya kala beraksi di lapangan hijau. Selain mempunyai kemampuan olah bola yang sangat baik, belau sukses menjadi kapten yang memimpin rekan-rekannya memperagakan sistem permainan yang sangat impresif itu tadi. Selain itu, Cruyff juga tercatat sukses bersama klubnya, Barcelona.


Selanjutnya untuk gelandang sisi tengah diisi oleh pemain imigran Perancis, Claude Makelele. Pemain satu ini lahir di Republik Demokratik Kongo, sebuah negara di Afrika, tapi menetap di Perancis bersama keluarganya. Apa alasan ia masuk tim sepanjang masa versi saya? Ada 2 alasan. Yang pertama karena Makelele Role, kedua karena klub sekaliber Real Madrid langsung ambruk prestasinya setelah ditinggal pemain tersebut.  Claude Makelele adalah simbolnya gelandang bertahan. Dialah pemain pertama yang mempopulerkan posisi tersebut saat bermain untuk Real Madrid tahun 2000-2003. Selama pengabdiannya di Santiago Bernabeu, Los Galacticos merengkuh berbagai gelar juara seperti Liga Spanyol 2000-2001 dan 2002-2003, Liga Champions 2001-2002, Piala Super Spanyol 2001 dan 2003, Piala Super Eropa 2002, serta Piala Interkontinental 2002. Namun setelah manajemen Madrid melepasnya tahun 2003 (bersamaan dengan datangnya David Beckham), prestasi El Real langsung merosot tajam. Mereka tidak meraih gelar apapun di semua kompetisi yang diikuti. Sebaliknya, Chelsea, klub yang merekrut Makelele, berpesta pora atas keberhasilan meraih juara Liga Inggris 2004-2005 dan 2005-2006, Piala Liga Inggris 2004-2005 dan 2006-2007, Piala FA 2006-2007 serta Community Shield 2005. Semua gelar yang diraih dua klub elit tersebut tidak lepas dari peran vital seorang Claude Makelele sebagai gelandang petarung dan penyeimbang tim di lini tengah.


Selanjutnya posisi gelandang tengah sisi kiri diisi oleh sang maestro sepakbola asal Perancis, Zinedine Zidane. Nama pemain yang mengalami kejadian tak sedap saat pertandingan terakhirnya di Piala Dunia 2006 sebelum akhirnya pensiun (menanduk pemain Italia, Marco Materazzi) ini telah disejajarkan dengan legenda-legenda sepakbola lainnya seperti Maradona atau Pele. Zidane punya visi bermain yang bagus. Selain umpan-umpan akurat, dribbling bolanya sulit direbut lawan. Bahkan perusahaan apparel Adidas sampai pernah membuat formasi baru : 4 – zidane - 2 . Hal itu untuk menggambar seberapa hebatnya sosok Zidane di lini tengah, hingga ada semacam ungkapan, “Oper saja ke Zidane, segalanya akan beres…”

Penyerang

                  
          

      Trio pemain yang mengisi lini depan masing-masing ditempati oleh Lionel Messi, Pele dan Diego Maradona. Rasanya saya tak perlu panjang lebar memberi penjelasan tentang Lionel Messi karena saya yakin semua sudah tahu kualitasnya. Selanjutnya posisi penyerang tengah diisi oleh Edson Arantes do Nascimento alias Pele. Saya pun yakin semua pasti sudah tahu bahwa Pele adalah legenda terbesar Negeri Samba yang berposisi sebagai striker. Dan terakhir adalah posisi penyerang kiri yang diisi oleh “kembaran Messi di masa lalu”. Siapa lagi kalau bukan Diego Armando Maradona yang juga dikenal sebagai legenda terbesar sepakbola Argentina.

Manajer/Pelatih


Untuk posisi juru taktik saya percayakan pada sang pencetus sistem permainan yang dikagumi dunia, Total Football. Bisa ditebak, beliau adalah pelatih Timnas Belanda era 1970-an, Rinus Michels. Saya memilihnya sebagai pelatih tim legenda versi saya karena selain sukses memperkenalkan sistem baru yang menjadi cikal bakal trade mark Belanda di masa selanjutnya, formasi yang saya pilih juga sesuai dengan sistem Total football, yaitu 4-3-3.

4-3-3

Dino Zoff
.

             
Franz Beckenbauer                  Lothar Matthaus            Bobby Moore                   Ronald Koeman
           .                                                .                                     .                                         .

                                                             
                                                    Johan Cruyff                       Claude Makelele                   Zinedine Zidane                       
                                     .                                            .                                           .                                


                                                
                                                    Lionel Messi                               Pele                            Diego Maradona                    
                                                             .                                            .                                           .         
                                                                        
Manager :     Rinus Michels


Sumber Gambar :
wikimedia.org
leden.ajax.nl

Selasa, 21 Agustus 2012

Happy Birthday Miss Lovato...


Postingan perdana bulan Agustus 2012 saya tulis spesial untuk salah satu artis dan penyanyi  favorit saya yang  tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke-20, tepat di hari saya menulis postingan ini. Siapakah dia? Here she is, Demi Lovato.



Demetria Devonne Lovato, atau akrab dikenal Demi Lovato. Dara kelahiran Albuquerque (New Mexico, AS), 20 Agustus 1992  ini merupakan salah satu artis sekaligus penyanyi jebolan Walt Disney yang cukup sukses mendunia. Gadis yang besar di Dallas (Texas, AS) itu dikenal berkat perannya sebagai Sonny Munroe dalam serial Sonny With a Chance di Disney Channel, serta aktingnya sebagai Mitchie Torres dalam film Camp  Rock di layar lebar.
Demi Lovato merupakan putri dari pasangan Patrick Lovato dan Dianna Hart de la Garza yang telah bercerai sejak 1994. Dalam tubuh Demi mengalir darah Meksiko, Italia, Irlandia, dan Inggris. Wajahnya pertama kali menghiasi layar kaca ketika masih berusia 6 tahun. Kala itu ia berakting dalam acara TV anak-anak, Barney and Friends, bersama sahabat karibnya yang kini juga menjadi artis top, Selena Gomez.  
Setelah beranjak remaja, Demi mengembangkan karir keaktrisannya dengan memutuskan untuk bergabung dengan Walt Disney. Disitulah karirnya mulai berkibar. Nama Demi Lovato mulai dikenal berkat film layar lebar Camp Rock, dimana ia beradu akting bersama ketiga personel Jonas Brothers. Dalam film itu ia berperan sebagai Mitchie Torres, gadis remaja 14 tahun yang bercita-cita ingin menjadi penyanyi terkenal. Hasilnya pun terbilang sukses. Saat pemutaran perdana, Camp Rock ditonton oleh 8,9 juta pemirsa. Oleh karena itulah Disney Channel Original Movie kemudian membuat sequel keduanya berjudul Camp Rock 2 : The Final Jam, yang merupakan film berbiaya produksi termahal mereka, nomor dua setelah High School Musical 2. 
Kemudian ia terus mengasah kemampuan aktingnya di Sonny With a Chance. Dalam situation comedy tersebut Demi berperan sebagai Alison “Sonny” Munroe, seorang gadis kocak yang menjadi artis serial komedi So Random. Acara Sonny With Chance memang unik dan kreatif. Sketsa komedi tersebut mengusung konsep “drama di dalam drama” untuk ceritanya. Jadi, dalam cerita film itu para artisnya berperan sebagai artis dan berperan pula dalam sketsa komedi berjudul So Random. Selain dua proyek tersebut, Demi juga sukses membintangi film Princess Protection Program bersama Selena Gomez, serta "ikut nongol" dalam film Jonas Brothers : The 3D Concert Experience.
Karir Demi Lovato di dunia tarik suara juga tak kalah cemerlang. Ia bukan hanya mengeluarkan album rekaman atas namanya sendiri, tapi juga menyumbang suara untuk album soundtrack film Camp Rock dan Sonny With a Chance. Album rekaman yang telah Demi hasilkan yaitu Don’t Forget (rilis 2008), Here We Go Again (2009) dan Unbroken (2011). Sedangkan album soundtrack-nya yaitu Camp Rock (2008), Sonny With a Chance (2010) dan Camp Rock 2 : The Final Jam (2010). Berkat kesuksesannya itu, Demi Lovato mampu berinvestasi rumah di Los Angeles seharga 1,88 juta dollar ketika masih berusia 16 tahun. How cool is she?
Akan tetapi, segala yang tampak di luar agaknya jauh berbeda ketika kita mulai masuk ke dalam. Dibalik kisah manis kesuksesan Demi Lovato dalam menjalani karir keartisannya, ternyata ia memiliki sekelumit cerita pahit yang menjadi sisi lain dalam kehidupannya. Dan sisi kelabu itu baru terkuak setelah ia selesai menjalani proses pemulihan atas segala masalah yang ia miliki. Lantas, apa gerangan hal yang membuat kisah hidup Demi Lovato terbelah menjadi dua bagian yang begitu kontras? (wuzz, bahasanya…)
Januari 2011. Demi Lovato menjalani sebuah wawancara setelah ia keluar dari panti rehabilitasi. What went on?  Demi Lovato memutuskan untuk menjalani treatment di panti rehabilitasi pada bulan Nopember 2010 setelah tidak tahan dengan sejumlah permasalahan psikis yang dideritanya. Apa saja masalah psikis yang ia alami? Ternyata saat umur 12, Demi mengalami bullying oleh teman-teman sekolahnya. Bukan hanya di-bully, ia juga mendapat hinaan seperti gendut, murahan, dan tidak berguna.  Karena alasan itu, Demi akhirnya berhenti sekolah dan memilih home schooling sebagai wadah pendidikannya.
Semenjak itu pula Demi menderita bulimia, gangguan pola makan berupa nafsu makan yang begitu besar, tapi selalu memuntahkan kembali makanan yang baru saja ditelan. Bahkan ia pernah bercerita, dalam sehari bisa muntah hingga 5 kali, diantaranya muntah darah. Akibat penyakit tersebut, berat badan Demi merosot drastis hingga 13 kg. Selain itu Demi juga menderita bipolar disorder, sebuah penyakit psikis berupa instabilitas emosi . Ia mengaku suatu saat bisa begitu gembira, bahkan pernah ia menulis 7 lagu dalam semalam karena begitu semangatnya. Namun di waktu lain ia sering melukai dirinya dengan silet karena begitu stress akibat trauma saat di-bully. Wew..
Demi, yang sudah mahir memainkan piano sejak usia 7 tahun itu, juga pernah mengalami depresi serius setelah diputus mantan kekasihnya, Joe Jonas (salah satu lawan aktingnya di Camp Rock). Karena begitu depresinya, ia sampai berurusan dengan hukum karena melakukan pemukulan terhadap salah satu penari latarnya saat latihan perform (ada sebab yang memicu pastinya). Dan seperti yang sempat diceritakan diatas, November 2010 Demi memutuskan untuk masuk panti rehabilitasi  di Santa Monica (California, AS) guna mengobati segala penderitaan psikologis yang ia punya sejak lama. Momen itu juga hampir bersamaan dengan keputusannya untuk mundur dari serial Sonny With a Chance (keputusan yang sangat saya sayangkan karena berarti tak bisa menyaksikannya lagi di TV, huhu... T T).
Setelah menjalani treatment cukup lama di panti rehab, akhirnya ia resmi keluar dan muncul kembali di hadapan publik pada Januari 2011. Demi tampak lebih dewasa. Ia pun mencoba untuk memulai kembali kehidupannya yang baru, termasuk menata kembali karirnya di dunia hiburan. Akan tetapi bukan sebagai pemain film yang ia geluti, melainkan khusus sebagai penyanyi. Ia mengaku gugup jika berakting kembali di depan kamera. Demi Lovato sangat berterima kasih kepada para penggemarnya yang setia memberi suntikan semangat selama proses rehabilitasi dan berusaha bangkit dari keterpurukan. Sebagai simbol kebangkitan, ia membuat tattoo di kedua tangannya yang masing-masing bertuliskan “Stay” dan “Strong”. Selain itu, ia juga termotivasi untuk bangkit berkat dorongan untuk memberi contoh yang baik kepada adik tirinya, Madison de la Garza.



Demi pun sukses mengawali kebangkitan karirnya dengan mengeluarkan album ketiganya bertajuk “Unbroken”.  Sebagian lagu dalam album tersebut menceritakan kisah dan pengalaman pribadinya, diantaranya Skyscraper yang berisi tentang ketegaran menghadapi cobaan. Lagu Skyscraper kabarnya diterima baik oleh para kritikus. Mereka memuji vocal Demi Lovato dalam lagu tersebut. selain itu ada juga lagunya yang berjudul For the Love of a Daughter yang berisi ungkapan isi hatinya kepada sang ayah. Pada bulan Maret 2012, kisah perjalanan hidup Demi Lovato diabadikan dalam sebuah film dokumenter yang diproduksi MTV, berjudul "Demi Lovato : Stay Strong".
Dibalik musibah memang selalu ada hikmah. Setelah keluar dari rehabilitasi, perlahan karir Demi Lovato mulai merangkak naik. Setelah sukses mengeluarkan album ketiga, kabar lain yang tak kalah hebat datang menghampirinya. Demi Lovato didaulat menjadi salah satu juri di ajang pencarian bakat, The X-Factor USA edisi 2012 bersama Simon Cowell dan Britney Spears. Hebatnya lagi, dalam usianya yang masih menginjak 19 tahun, Demi Lovato menjadi juri termuda sepanjang sejarah penayangan acara tersebut! Great…
Demikian sekelumit kisah dari Demi Lovato, salah satu artis favorit saya yang mungkin juga bisa menginspirasi anda yang membaca artikel ini. Ia bukan hanya mengispirasi lewat kisah hidupnya. Lagu-lagunya pun banyak yang inspiratif. Dalam perspektif saya sebagai seorang Lovatic (sebutan untuk penggemar Demi Lovato ^_^), semua lagu Demi Lovato mulai dari album pertama hingga yang terakhir, tidak ada satu pun yang bad quality. Saya pernah membuat postingan tentang daftar lagu inspiratif dan motivasional, sebagian diantaranya adalah lagu Demi Lovato (baca : daftar lagu inspiratif dan motivasional. edisi Februari 2012). Dan faktanya memang banyak lagu Demi Lovato yang mengandung pesan moral, bukan hanya asal lagu yang asyik didengar lewat telinga…
Kabar terakhir video klip single Skyscraper masuk nominasi MTV Video Music Award 2012 untuk kategori  Video With A Massage yang pemenangnya akan diumumkan pada 6 September 2012 nanti. Selain itu tersiar pula kabar yang menyebut ia tengah dalam proses penggarapan album solonya yang keempat. Menarik ditunggu bagaimana kiprah "Princess Disney" satu ini dalam album terbarunya nanti. Sekali lagi, happy birthday Miss Lovato... Wish all the best for you... Stay strong! ^ ^

Biodata Demi Lovato





Birth Name            : Demetria Devonne Lovato
Born                      : Albuquerque, 20th August 1992
Nationality             : American
Height                    : 1,61 meters
Trade Mark           : Huge Smile, Chin Cleft, High Raspy Voice
Occupations           : Actress, Singer, Song-Writer, Activist, X-Factor USA Judge
Genres                   : Pop, Pop Rock, Power Pop, R&B, Dance
Instruments             : Guitar, Piano
Musical Influence    : Paramore, Christina Aguilera, Avril Lavigne, Kelly Clarkson, Dallas (her sister)
Colours                  : Red, Black
Albums                   : -     Camp Rock                                                                (June 2008)
       -          Don’t Foget                                                                (September 2008)
       -          Here We Again                                                         (July 2009)
       -          Camp Rock 2 : The Final Jam                                 (August 2010)
       -          Sonny With a Chance                                               (October 2010)
       -          Unbroken                                                                   (September 2011)

Films                      :  -     Camp Rock                                                               (2008)
       -          Jonas Brothers : The 3D Concert Experience         (2009)
       -          Princess Protection Program                                   (2009)
       -          Camp Rock 2 : The Final Jam                                  (2010)

Websites               : http://demilovato.com/                                                       (official site)
                               https://www.facebook.com/DemiLovato                            (FB Fanpage)
                               http://twitter.com/ddlovato                                                  (twitter)
                               http://www.youtube.com/user/demilovatoVEVO               (youtube VEVO)
                               http://www.youtube.com/user/therealdemilovato                (official youtube)


Bonus Video







Sumber Gambar : http://nailasyafira.blogspot.com
                              http://www.blogcdn.com
                              http://www.contactmusic.com

Sumber Video    : youtube

Sabtu, 07 Juli 2012

Monorel Oh Monorel


Monorail atau monorel. Sebuah moda transportasi berbasis rel yang beroperasi wilayah perkotaan. Ditinjau dari namanya (mono = satu, rail = rel), dapat ditebak bahwa alat transportasi satu ini berupa kereta yang berjalan diatas satu rel. Hal yang tentunya berbeda dengan lazimnya kereta yang berjalan diatas dua batang rel. So, kenapa saya membuat postingan tentang monorel? Simple answer. Karena beberapa kota di Indonesia menginginkannya sebagai alternatif moda transportasi publik.



14 Juni 2004. Presiden RI kala itu, Megawati Soekarno Putri meresmikan pembangunan sebuah proyek transportasi di ibukota Jakarta, dengan nilai investasi Rp 3 Trilyun. Peresmian tersebut ditandai dengan dibangunnya tiang pancang yang sedianya akan digunakan sebagai tempat berdirinya rel untuk jalannya sebuah kereta. Proyek itu tidak lain adalah megaproyek monorel Jakarta. Sebuah perwujudan dari ide dan ambisi yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta kala itu, Sutiyoso.
Namun setahun berselang, tiang-tiang pancang yang gagah berdiri di tengah jalanan ibukota itu tidak lebih dari hanya sekedar pajangan di tengah hiruk pikuk kemacetan ibukota. Masalah financial telah membuyarkan impian Jakarta untuk memiliki moda transportasi anyar berupa Kereta Monorel. Alhasil, tiang-tiang pancang yang sudah terlanjur dibangun pun terbengkalai. Jadilah Bus Rapid Transit (BRT) sebagai andalan utama ibukota dalam memenuhi kebutuhan alat transportasi masal, yang juga berfungsi untuk mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan. Moda berupa BRT inilah yang kemudian akrab dikenal sebagai Busway Transjakarta oleh khalayak ramai.
Setelah beberapa tahun berkutat dengan berbagai masalah seperti pendanaan, dan siapa pihak yang meng-handle proyek, bulan September 2011 lalu menjadi ending bagi kisah perjalanan megaproyek Jakarta Monorail. Fauzi Bowo, gubernur DKI pengganti Sutiyoso, memutuskan bahwa proyek monorel resmi dibatalkan. Sebagai gantinya, mereka (Pemprov DKI) menggantinya dengan proyek Mass Rapid Transit (MRT) sebagai moda transportasi pengurai kemacetan, yang sedianya akan dibangun 2012 ini. Lantas bagaimana dengan nasib tiang-tiang pancang yang sudah mangkrak bertahun-tahun? Tiang-tiang tersebut akan dikembangkan sebagai infrastruktur penyangga Elevated Bus Rapit Transit (Bus Layang), yang juga merupakan proyek transportasi baru Pemprov DKI.
Cerita kegagalan Jakarta membangun monorel kiranya tidak menularkan trauma kepada kota-kota lain di Indonesia. Jumlahnya memang tidak banyak. Masih sebatas hitungan jari. Tapi setidaknya membuktikan bahwa kegagalan Jakarta tidak menyurutkan semangant mereka untuk memilih monorel sebagai alternatif transportasi di masa mendatang. Kota mana sajakah yang dimaksud? Bila disebut satu per satu, nama yang pertama terucap adalah Makassar.
Adalah Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI yang memprakarsai pembangunan monorel di pusat pemerintahan provinsi Sulawesi Selatan. Oleh perusahaannya, Kalla Group, rencananya Monorel Makassar akan membentang sepanjang +35 km. Monorel tersebut dibangun untuk menghubungkan beberapa sentra publik di metropolitan Mamminasata (Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar), atau Greater Makassar (Jabodetabek-nya Sulawesi Selatan). Tujuannya pun sama seperti Monorel Jakarta : mengurangi kemacetan. Selain itu, proyek Monorel Makassar yang rencananya dibangun September 2012 itu nantinya juga bakal terintegrasi dengan megaproyek Center Point of Indonesia (CPI), yang akan menjadikan Makassar sebagai salah satu kota bisnis terkemuka di Indonesia.
Setelah Makassar, kota kedua yang berencana membangun monorel adalah Surabaya. Selama ini Surabaya telah dikenal sebagai kota tersebesar kedua di Indonesia, setelah Jakarta. Sebagai kota yang mengarah ke metropolitan, tingkat kepadatan dan mobilisasi penduduk tentu tidak dapat dicegah untuk menyebabkan kemacetan lalu lintas. Untuk itu, ketersediaan sarana transportasi masal yang memadai sudah wajib hukumnya. Guna menyelesaikan masalah tersebut, otoritas setempat memilih 2 moda transportasi untuk dikembangkan. Keduanya adalah Trem dan Monorel.
Trem. Sebuah moda transportasi berupa kereta yang punya rel khusus di dalam kota. Kendaraan ini dibagi 2 jenis, yaitu Trem yang terdiri 2 gerbong (satu set) disebut Light Rail Transit (LRT) dan yang terdiri dari 4 gerbong (2 set) disebut Heavy Rail Transit (HRT). Pemerintah Kota Surabaya memilih jenis LRT. Rencananya LRT Surabaya akan membentang utara-selatan sepanjang 12,16 km. Sedangkan untuk monorel, jalur yang dibangun sepanjang 24,47 km dan membentang dari barat-timur. Kabar terkahir menyebutkan bahwa pembangunan Monorel Surabaya akan dilaksanakan tahun 2013.
Setelah Makassar dan Surabaya, kota selanjutnya adalah bekas Kerajaan Sriwijaya, Palembang. Kota yang sukses menghelat SEA Games 2011 itu juga turut memimpikan monorel sebagai salah satu alat transportasi di wilayahnya. Kabarnya Monorel Palembang dibangun untuk menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badarudin II dengan Sport Center Jakabaring. Rencananya pembangunan akan dilaksanakan pada tahun 2014.
Kota terakhir yang cukup mengejutkan dengan rencana monorelnya adalah Yogyakarta. Menjelang akhir 2011 lalu Pemerintah Provinsi DIY mengutarakan wacananya untuk membangun monorel sebagai sarana transportasi di masa mendatang. Penggagasnya adalah Eman Suparno, mantan Menteri PU Republik Indonesia yang kini menjadi penasehat di Pemprov DIY. Rencananya monorel akan membentang sepanjang 40 km menghubungkan Borobudur-Yogyakarta. Fungsi  utamanya untuk menghubungkan tempat-tempat wisata dan kampus-kampus di sekitar Yogyakarta. Selain itu jalur Monorel Jogja juga dibuat melingkar sepanjang Kali Code, sebagai bagian dari upaya Pemda setempat untuk menata kawasan bantaran sungai tersebut. Kabarnya nilai investasi Monorel Jogja mencapai Rp 1,8 Trilyun.
Menelusuri rencana beberapa kota di Indonesia yang hendak membangun monorel sebagai sarana transportasi masal di wilayahnya, semuanya mempunyai tujuan satu : mengurangi kemacetan. Ditinjau dari tujuan yang diinginkan, tentu tidak ada yang salah dari berbagai rencana tersebut. Namun yang menjadi persoalan adalah, tepatkah kebijakan yang mereka ambil? Jika menyimak penuturan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Tri Tjahjono, mungkin dapat membuat mereka yang mengidolakan monorel berpikir.
Sebagaimana termuat di berbagai media elektronik, Tri Tjahjono mengungkapkan bahwa monorel hanya sukses diterapkan di 3 negara. Padahal cukup banyak negara di dunia ini yang menggunakan monorel di kota-kotanya. Ketiga negara yang sukses itu adalah Jepang, Malaysia dan Australia. Alasannya karena selain biayanya terlalu mahal, teknologinya isolated. Jika terjadi kerusakan, akan sulit untuk ditangani. Selain itu kapasitasnya juga dinilai kecil. Padahal monorel dirancang untuk alat transportasi berkapasitas massif guna mengurangi kemacetan.
Di 3 negara yang sukses mengembangkan monorel tadi, sebetulnya mereka tidak menjadikan monorel sebagai tulang punggung transportasinya. Di Jepang, monorel hanya untuk menghubungkan Bandara Haneda dengan kota Tokyo. Di Malaysia, tepatnya di Kuala Lumpur (KL), monorel hanya untuk menghubungkan KL dengan sebuah pusat perbelanjaan. Aussie? Disana monorel digunakan untuk menghubungkan pelabuhan dengan kawasan CBD (Central Bussines District).
Setelah menyimak apa yang disampaikan Bapak Tri, yang paling “kena” adalah Monorel Jogja dan Monorel Palembang. Karena di kedua kota itu monorel dibangun untuk menghubungkan lokasi-lokasi yang telah ditentukan secara jelas. Monorel Jogja untuk akses ke kawasan-kawasan pariwisata sekitar Borobudur sampai finish ke Jogja. Jadi maksudnya jelas. Monorel Jogja dibangun untuk akses ke kawasan-kawasan pariwisata sekitar Borobudur-Jogja. Kepentingannya pun jelas, untuk pariwisata. Begitu pula Palembang yang menghubungkan badara dengan stadion olahraga. Berbeda halnya dengan kota-kota lain yang hendak menjadikan monorel sebagai alat transportasi utama.
Berdasarkan fakta ketiga negara yang sukses  tadi, menurut saya monorel memang patut dipilih tapi bukan sebagai alat transportasi primer. Monorel hendaknya digunakn sebagai penghubung dua titik tertentu yang punya nilai vital bagi sebuah kota. Misalnya untuk menghubungkan bandara dengan pusat bisnis, atau pelabuhan dengan pusat industri.  Sedangkan untuk mengurangi kemacetan, saya lebih setuju dengan kereta bawah tanah (subway) yang akan dikembangkan oleh Jakarta melalui proyek MRT tahun 2012 ini. Kelebihan subway jelas tidak memakan tempat karena beroperasi di bawah tanah sehingga tidak menimbulkan kesan crowded di jalanan. Selain itu dengan kapasitas yang memadai, subway akan menjadi alternatif transportasi yang sangat baik untuk mengurangi kemacetan di wilayah perkotaan. Dengan syarat : biaya terjangkau dan keamanan terjamin.

Sumber Gambar : www.lightrailnow.org





Postingan Terbaru

Surat untuk sang Waktu

Dear waktu, Ijinkan aku 'tuk memutar kembali rodamu Rengekan intuisi tak henti-hentinya menagihiku Menagihku akan hutang kepada diriku d...