"Satu-satunya alasan munculnya kejahatan di dunia adalah, karena selalu ada kebaikan yang mampu mengalahkannya."
- Jo Denville, CSI New York -
Sabtu, 13 Oktober 2012
La Cita (2)
Kamis, 13 September 2012
World Sailing Event, Akselerator Pembangunan Daerah Tertinggal
Infrastruktur jalan diperlebar. Dermaga pelabuhan
diperpanjang. Pasokan listrik ditingkatkan dan dipastikan ketersediaannya. Begitu
pula dengan jaringan telekomunikasi. Sementara 20 unit rumah baru dibangun
secara khusus, 4 diantaranya dilengkapi air
conditioner. Semuanya dibangun dan segera diselesaikan demi suksesnya
penyelenggaraan sebuah event bertaraf internasional, bernama Sail Morotai 2012.
Bulan September 2012. Pada bulan yang kesembilan ini,
Indonesia disibukkan oleh dua event besar di waktu yang hampir bersamaan. Yang
pertama adalah Pekan Olahraga Nasional atau lebih disingkat PON, sebuah ajang
olahraga multicabang tingkat nasional, dimana 33 provinsi se-Indonesia mengirim
talenta-talenta terbaiknya untuk bertanding dan memberikan yang terbaik bagi
daerahnya. Event yang kedua adalah yang berkelas internasional, yakni Sail
Indonesia. Hajatan ini berupa ajang rally
kapal (jenis yacht) dari berbagai
negara di seluruh dunia, dimana tahun ini Indonesia memilih Morotai sebagai host acara tahunan tersebut, sehingga
lebih dikenal dengan nama Sail Morotai 2012. Untuk diketahui, ini bukan pertama
kalinya Indonesia menjadi penyelenggara World
Sailing Event, karena ajang serupa pernah dihelat di Bunaken (Sail Bunaken
2009), Kepulauan Banda (Sail banda 2010), serta Wakatobi dan Belitung yang menjadi
tuan rumah bersama tahun kemarin (Sail Wakatobi-Belitong 2011).
Pulau Morotai. Mungkin sebuah nama yang masih terdengar asing
bagi sebagian pembaca. What is Morotai
Island, and where is it? Dengan mengetahuinya, boleh jadi anda akan merasa bangga
Indonesia memiliki pulau tersebut. Ingin tahu?
Pulau Morotai adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah
utara Pulau Halmahera, Maluku Utara. Awalnya pulau ini masuk wilayah
administrasi Kabupaten Halmahera Utara, namun sejak dimekarkan tahun 2008,
Morotai resmi menjadi daerah otonom baru dengan nama Kabupaten Pulau Morotai. Kabupaten
yang beribukota di Daruba ini dikenal memiliki segudang potensi, terutama
kekayaan alamnya. Perairan sekitar Morotai menyimpan potensi perikanan yang
sangat melimpah sedangkan pesisirnya terdiri atas deretan pantai dengan
panorama yang menggoda mata, termasuk yang ada di Pulau Dodola yang tak jauh
dari Morotai.
Pulau Morotai juga menyimpan kenangan yang tertulis dalam
sejarah. Kurang lebih 70 tahun yang lalu, Morotai menjadi saksi bisu dahsyatnya
salah satu pertempuran terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia : Perang
Dunia II. Yup, di pulau inilah
terjadi pertempuran antara Jepang dan Sekutu pada awal hingga pertengah era
1940-an. Nilai sejarah Pulau Morotai semakin ‘bergengsi’ karena di tempat
itulah Jenderal MacArthur, Panglima Besar Sekutu wilayah Pasifik yang cukup legendaris
itu meraih kejayaannya setelah mengalahkan Jepang dalam peristiwa yang yang
disebut Battle of Morotai, sebuah
nama pertempuran yang cukup terkenal dalam sejarah Perang Dunia II. Berbagai
peninggalan Perang Dunia II pun masih bisa dijumpai di Pulau Morotai berupa
bunker-bunker dan gua persembunyian tentara, senajata-senjata perang, termasuk pula
bangkai-bangkai kapal dan pesawat yang tenggelam di dasar laut. Bahkan bandara
yang ada di Morotai sekarang ini adalah warisan Pangkalan Militer Sekutu 70
tahun silam.
Sebagai bukti
tingginya nilai sejarah Pulau Morotai, beberapa waktu lalu ketika Menteri
Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI bersama Gubernur Maluku Utara berkunjung ke
Amerika untuk mencari data Perang Pasifik terkait pembangunan Museum Perang Dunia
II di Morotai, pihak setempat (Amerika) sampai meminta untuk dibawakan segenggam
pasir dari Morotai untuk disimpan di Museum milik Amerika. Alasannya karena
mereka menilai Morotai sebagai tanah penuh sejarah (karena menjadi saksi
kejayaan mereka di Perang Dunia II).
Okay, kembali ke Sail
Morotai. Menyelenggarakan sebuah event yang melbatkan peserta dari berbagai
negara di dunia, di daerah yang terbilang masih tertinggal pembangunannya tentu
sebuah terobosan yang sangat baik. Karena bila festival tersebut berjalan
sukses, tentu akan mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit bagi daerah
tersebut serta namanya semakin terangkat dan harum di dunia internasional. Apalagi
dapat dikatakan bahwa Morotai adalah salah satu harta masa depan Indonesia. Mengapa?
Sesuai tema yang diusung panitia Sail Morotai, yaitu "Menuju Era Baru Ekonomi Regional Pasifik". Untuk
diketahui, pusat alur kegiatan ekonomi dunia di masa mendatang diperkirakan
akan bergeser dari Samudra Atlantik ke Samudra Pasifik. Bersama Bitung
(Sulawesi Utara), Morotai akan menjadi garda terdepan Indonesia, sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional di kawasan pasifik. Terlebih lagi seperti yang diceritakan sebelumnya, Morotai sudah
sudah mempunyai tempat tersendiri dalam sejarah dunia. Dengan kesuksesan
menyelenggarakan event kelas dunia, lalu citranya tersebar luas, momen ini bisa
menjadi pertanda come back-nya
Morotai, yang dikenal sebagai ‘mutiara di bibir pasifik’.
Salah satu bukti keampuhan penyelenggaraan World Sailing Event terhadap daerah yang menjadi host-nya bisa kita lihat di Ambon.
Setelah meraup sukses sebagai tuan rumah Sail Banda 2010, turis asing semakin
banyak yang mengunjungi Maluku. Hal ini terbukti dengan semakin seringnya
kapal-kapal pesiar yang datang dan singgah di pelabuhan Ambon. Sesuatu yang
tidak pernah dialami Ambon sekian lama pasca terbebasnya daerah tersebut dari
status daerah konflik. Suatu hal yang patut kita syukuri bersama tentunya.
Berlokasi di daerah yang notabene merupakan kawasan beranda negara, penyelenggaraan Sail Morotai juga semakin berarti karena
sesuai rencana yang termaktub dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan
Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, Pulau Morotai akan
dikembangkan sebagai kawasan mega minapolitan, yakni sebuah pengembangan
kawasan berbasis kegiatan perikanan. Dengan suksesnya Morotai sebagai
penyelenggara ajang internasional, yang memberikan efek domino terhadap perkembangan pariwisatanya, prospek Morotai ke depan bakal semakin cerah dengan kombinasi sektor pariwisata dan pengembangan mega minapolitan sebagai pilar perekonomian daerah.
Oleh karena itu, pihak penyelenggara terutama pemerintah
pusat dan pemerintah daerah setempat (baik provinsi Maluku Utara mapun Pemkab
Morotai) harus membuat target pencapaian yang hendak di diraih baik saat maupun
pasca Sail Morotai berlangsung. Hal ini penting untuk memacu agar
penyelenggaraan event ini mampu memberikan hasil yang sesuai harapan. Peningkatan
kesejahteraan masyarakat adalah hal yang mutlak untuk dijadikan parameter. Untuk hal ini kiranya mereka harus berpegang pada salah satu prinsip penyelenggaraan kepariwisataan yang termaktub dalam Pasal 5 huruf c Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yakni memberi manfaat untuk kesejahteraan rakyat, keadilan, kesetaraan dan proporsionalitas.
Well, kita tentunya berharap perhelatan World Sailing Event
di negeri ini dapat memberikan hasil yang terbaik untuk daerah penyelenggara
pada khususnya, dan negara pada umumnya. Jangan sampai event ajang tahunan ini
hanya menjadi pesta kembang api yang heboh di malam hari, tapi kembali sepi
saat tibanya pagi. Harapan serupa juga patut disematkan kepada penyelenggaraan
Sail Komodo tahun 2013 mendatang dan Sail Event di tahun berikutnya.
Melalui tulisan ini pula saya juga ingin memberikan masukan
kepada pemerintah atau siapapun pihak yang berwenang atas penyelenggaraan event
tahunan Sail Indonesia, mengenai daerah-daerah yang layak menjadi host Sail Indonesia selanjutnya. Adapun
daerah-daerah yang saya usulkan menjadi tuan rumah selanjutnya adalah Raja
Ampat (Papua Barat), Kepulauan Derawan (Kalimantan Timur), Kepulauan Anambas
(Kepulauan Riau), Sabang (Aceh) dan Biak (Papua). Alasannya tidak lain karena
daerah-daerah tersebut tergolong masih tertinggal, tapi memiliki potensi bahari
yang sangat kaya dan prospektif untuk dikembangkan sebagai pusat perekonomian
baru berbasis kelautan.
Referensi :
http://www.sailmorotai2012.com/
http://www.sailmorotai2012.com/
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Bappenas. 2011.
Masterplan
Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025. Kemenko
Perekonomian : Jakarta
Rabu, 05 September 2012
Lampu Kuning Izin Perhotelan di Daerah Istimewa
Sebagai daerah tujuan pariwisata, hospitality industry berupa usaha perhotelan mempunyai peran
penting dalam mengerakkan perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain
sebagai sarana penunjang pariwisata, keberadaan hotel juga mampu menyerap tenaga kerja
sehingga berdampak pada berkurangnya pengangguran. Atas dasar tersebut,
pemerintah daerah setempat pun membuka keran selebar-lebarnya untuk menampung
investor yang hendak menanamkan modalnya
di bidang perhotelan.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, keran tersebut
seolah-olah ‘bocor’ sehingga aliran investasi terus membanjir. DIY pun terancam
mendapat masalah yang hampir serupa
dengan DKI Jakarta yang telah menuai masalah akibat menjamurnya mall di
daerahnya.
Sebagai provinsi yang minim akan kandungan sumber daya alam,
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terbilang sangat beruntung. Wilayah bekas
Kerajaan Mataram ini menyimpan potensi pariwisata yang sangat besar, baik
berupa peninggalan sejarah, tradisi kebudayaannya, maupun keindahan alamnya. Kondisi
ini menjadi magnet yang cukup kuat untuk menarik minat para pelancong baik dari
dalam maupun luar negeri untuk datang ke daerah tersebut guna menikmati
kegiatan pariwisata mereka pada hari atau musim liburan.
Pemerintah agaknya menyadari keadaan itu dan segera melakukan
upaya untuk menunjang kelancaran kegiatan pariwisata di DIY seperti membangun sarana
dan prasarana yang dibutuhkan. Dalam rangka menyediakan sarana pariwisata,
terutama untuk akomodasi wisatawan, pemerintah membuka peluang bagi pelaku
usaha yang berminat membangun hotel di Yogyakarta, dimana otoritas pemberian
izin atas usaha tersebut dipegang oleh pemerintah kabupaten/kota setelah
diberlakukannya otonomi daerah. Dan sesuai ketentuan Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang
Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pajak hotel
masuk ke kas daerah Kabupaten/Kota. Hingga tahun 2010, tercatat jumlah hotel di
DIY sebanyak 452, yang terdiri dari 37 hotel berbintang dan 415 hotel kelas
melati (buku statistik visitingjogja.com).
Laju pertumbuhan hotel di DIY memang terbilang pesat. Tercatat
dalam kurun waktu 3 tahun terakhir telah berdiri 20 hotel baru di daerah yang sempat
dipermasalahkan status keistimewaannya itu. Kabar baiknya, berdirinya 20 hotel
tadi telah berhasil menyerap sebanyak 6000 tenaga kerja (travel.kompas.com). Jumlah yang
cukup fantastis. Menandakan bahwa sektor perhotelan tidak dapat dipandang
sebelah mata dalam menggerakkan roda perekonomian DIY.
Vitalnya peran yang diemban sektor perhotelan di Jogja
semakin nyata setelah Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mengumumkan bahwa
pertumbuhan ekonomi provinsi seluas 3.185,80 km square itu -4,27% pada triwulan
II 2012. Namun di tengah minusnya pertumbuhan tersebut, sektor jasa mampu memberi
andil positif terhadap pertumbuhan
Produk Domestik Regional Bruto diperode yang sama sebesar 15,25%, dimana perhotelan
turut berkontribusi.
Akan tetapi segala sesuatu yang berlebih, cepat atau lambat
pasti akan memberi efek yang negatif. Mekipun cukup konsisten dalam memberi 'buaian manis', tetap harus diperhatikan apakah laju pertumbuhan hotel di jogja
masih dalam batas normal. Idealnya, pertumbuhan hotel berbading lurus dengan
meningkatnya jumlah wisatawan yang menggunakan jasa hotel. Tapi faktanya,
pertumbuhan jumlah wisatawan di DIY tidak terlalu pesat. Bahkan saat musim
libur lebaran 2012 ini jumlah okupansi (laju jumlah penghuni hotel) DIY menurun
10% dibanding lebaran tahun lalu sehingga melenceng dari target. Persebarannya pun tidak merata karena sebagian
besar wisatawan hanya memadati hotel-hotel
sekitar kawasan Malioboro. Padahal, sebelumnya situs viva.co.id menyatakan
bahwa sudah ada 17 hotel baru yang sudah di-endorsed
Dinas Perizinan dan siap dibangun 2012 ini juga!
Sebagai pihak yang diberi amanah mengeluarkan izin kepada
setiap kegiatan usaha di daerahnya, sudah sepatutnya Dinas Perizinan (kabupaten
atau kota manapun itu) lebih selektif dan rasional dalam memberi keputusan.
Karena merupakan perbuatan pemerintah bersegi satu, dimana kewenangan
sepenuhnya ada di tangan si pemberi keputusan, mereka mempunyai tanggung jawab
moral yang lebih atas segala resiko yang timbul terkait keputusan yang mereka
berikan.
Saya belum berbicara tentang moratorium perizinan. Namun bila
tidak segera dilakukan evaluasi, bisa jadi DIY (terutama kota Jogja-nya), akan
mendapat masalah yang mirip dengan DKI Jakarta yang ‘kekenyangan mall’. Anda
tentu bisa menebak akibatnya bila pertumbuhan hotel tidak diimbangi dengan
bertambahnya turis pengguna hotel. Akan
banyak hotel yang tidak kebagian jatah ‘kue turis’. Selain itu, pengusaha hotel
terancam bangkrut lalu gulung tikar? Itu memang masalah. Tapi lebih dari itu,
semakin banyak hotel yang terancam bangkrut, berarti semakin banyak orang yang
terancam kehilangan sumber nafkah. So, yang tadinya ingin menyerap sebanyak
mungkin tenaga kerja (plus pemasukan dari pajak hotel), malah mencetak ribuan pengangguran baru…
Oleh karena itu, langkah preventif kiranya perlu diambil. Untuk hal ini bisa diawali dengan dilakukannya evaluasi. Jika memang terbukti over
supply, institusi yang berwenang pasti paham apa yang harus dilakukan. Bolehlah sampai sini bicara moratorium. Setelah itu, bagaimana dengan nasib hotel-hotel yang jumlahnya
sudah terlanjur tinggi?
Hal tersebut menjadi PR bagi pemerintah daerah, baik provinsi
maupun tingkat dibawahnya. Mereka harus berupaya agar hotel-hotel yang ada
dapat terus terisi. Caranya dengan meningkatkan promosi pariwisata baik di
dalam maupun di luar negeri, sembari melakukan divesifikasi terhadap produk-produk
pariwisata DIY guna menarik lebih banyak turis. Selain itu saya juga
menyarankan agar dibuat Perda yang mengatur agar setiap hotel, terutama yang
berbintang, wajib menyediakan space atau galeri yang khusus untuk menjajakan
produk-produk UKM kepada para tamunya. Hal itu saya maksud untuk mematahkan image bahwa keberadaan pengusaha
bermodal besar (baca : kapitalis) mematikan pelaku usaha kecil, tidak berlaku
untuk usaha perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sumber Gambar : http://sipulaukelapa.blogspot.com
Minggu, 02 September 2012
La Cita
"Seorang negarawan tidak menjadikan politik sebagai ladang pencaharian, melainkan menjadikan politik sebagai medan pengabdian."
- Aliyonk, 2012 -
Jumat, 31 Agustus 2012
World Football Legends All-Time Team By Aliyonk
Tahun 1994 silam, FIFA meluncurkan sebuah tim bernama FIFA World Cup All-Time Team yang terdiri atas pemain-pemain terbaik yang pernah tampil sepanjang sejarah Piala Dunia. Nah, sebagai penikmat sepakbola saya juga mempunyai uneg-uneg tentang tim yang diri atas pemain-pemain yang telah melegenda namanya. Soal kualitas, saya rasa tim ini tidak kalah bila dibandingkan dengan tim yang disusun FIFA tadi. Lalu seperti apa susunan timnya? Berikut adalah tim legenda sepanjang masa versi penulis blog ini. Cekidot... ^ ^
Kiper
Sangat jarang pemain sepakbola yang melegenda berposisi
sebagai penjaga gawang. Dino Zoff merupakan salah satu dari sedikit ‘golongan orang-orang
hebat’ tersebut. Beliau adalah salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki
Negeri Pizza, bahkan di dunia. Sulit dibobol, gerakan refleknya saat berperan
sebagai kiper sangat sulit ditandingi oleh kiper manapun. Dino Zoff merupakan
bagian dari skuad Gli Azzurri kala
merengkuh juara dunia 1982. Itulah yang melatarbelakangi saya menjatuhkan
pilihan kepadanya, meskipun ada beberapa kiper lain yang juga melegenda. Setelah
pensiun Zoff melanjutkan karir sebagai pelatih dan prestasi terbaiknya adalah
membawa Italia menjadi runner-up Euro
2000.
Defender
1)
Bek sayap kanan
Wing
Back kanan diisi oleh legenda terbesar Jerman, Franz Aston Beckenbauer atau
lebih dikenal dengan Franz Beckenbauer. Beliau dipercaya sebagai pemain
tersukses sepanjang sejarah sepakbola Jerman karena satu-satunya orang yang
mampu membawa Negeri Bavaria juara dunia baik saat menjadi pemain maupun
pelatih. Saat menjadi pemain, situs Wikipedia berbahasa Indonesia menjelaskan
bahwa beliau dikenal memiliki leadership,
keanggunan, dan dominasi di atas
lapangan sebagai libero. Berkat
segala kelebihannya itu, beliau dijuluki Der
Kaiser (sang Kaisar). Beliau pula
pemain pertama di dunia yang bermain sebagai libero menyerang. Beckenbauer membawa
negaranya ke podium tertinggi Piala Dunia 1974 saat menjadi pemain dan membesut
tim Panser menjadi kampiun dunia 1990
kala menjadi pelatih. Meski posisi aslinya libero, tapi saya memasangnya
sebagai Wing Back kanan karena dalam
formasi 4-3-3 tidak memerlukan peran yang biasanya ada dalam formasi tiga bek tersebut.
I think it’s okay karena posisi bek
sayap toh juga memberi keleluasaan
bagi pemerannya untuk maju-mundur membantu serangan dan pertahanan (meski tidak
sebebas sweeper).
2)
Stopper
Untuk posisi duo stopper, pertama diisi oleh rekan senegara Beckenbauer, tapi beda
generasi. Dialah Lothar Matthaus, salah satu bek legendaris Jerman yang namanya
juga harum di kancah sepakbola dunia. Matthaus adalah salah satu anggota skuad
Jerman asuhan Franz Beckenbauer saat menjuarai Piala Dunia 1990. Setahun
kemudian ia mendapat penghargaan sebagai pemain terbaik dunia oleh FIFA. Matthaus
dikenal sangat sukses menjalan perannya sebagai bek. Bahkan legenda sekelas
Diego Maradona pun sampai mengakuinya sebagai rival terberat. Uniknya, Mathaus
memulai karirnya bukan sebagai pemain belakang, melainkan sebagai gelandang. Ia
baru menjadi bek di usia 30 tahun! Anyway,
Lothar Mathaus adalah salah satu bek tertangguh di dunia,yang sangat sulit
dilewati pemain lawan.
Stopper
kedua diisi oleh legenda sepakbola Inggris yang juga masuk FIFA’s World Cup All Time, Bobby Moore. Legenda sepakbola Brazil ,Pele,
menjulukinya sebagai bek terjujur yang pernah dihadapinya. Bobby Moore bukan
hanya mengandalkan tackling keras,
tapi juga lihai dalam membaca arah permainan dan mengantisipasi pergerakan
lawan. Kualitas Moore juga terbukti atas perannya sebagai kapten Timnas Inggris
mulai tahun 1963, saat masih berusia 22 tahun (kapten termuda Inggris sepanjang
sejarah). Tiga tahun kemudian, beliau sukses membawa The Three Lions juara dunia 1966, satu-satunya title Inggris di Piala Dunia hingga sekarang.
3) Bek Sayap Kiri
Posisi left
wingback diisi oleh mantan salah satu World’s
best freekicker. Dia adalah pria asal
Belanda yang namanya sempat menghiasi skuad Barcelona, Ronald Koeman. Mantan bek
kiri Timnas Belanda itu dikenal sebagi pemain belakang yang punya naluri
serangan yang tinggi. Kelebihan lain yang juga menjadi trade mark-nya tidak lain adalah tendangan bebasnya. Yup, Ronald
Koeman merupakan salah satu pemain yang memilki kemampuan tendangan bebas
terbaik di dunia. So, apabila terjadi
pelanggaran di dekat kotak penalty, siap-siap saja menghadapi sepakan maut The Flying Dutchman satu ini.
Midfielder
Posisi trio gelandang tengah, untuk sisi
kanan diisi oleh legenda terbesar sepakbola Belanda, Hendrik Johannes Cruijff
atau Johan Cruyff. Beliau adalah salah satu anggota skuad De Oranje asuhan Rinus Michels yang berjaya di era 1970-an dengan Totaal Voetbal-nya. Yeah, Total Football Belanda memang sempat menjadi buah bibir para
penggila sepakbola dunia di era 1970-an karena sangat agresif, atraktif dan
menghibur. Meski gagal dalam dua kali kesempatan final Piaal Dunia (1974 dan
1978), tetap saja gaya permainan tim oranye dipuji banyak orang. Dan actor terpenting
dibalik suksesnya Total Football
tidak lain adalah kapten tim Belanda kala itu, Johan Cruyff. Sama seperti Franz
Beckenbauer, Cruyff dikenal berkat kharisma-nya kala beraksi di lapangan hijau.
Selain mempunyai kemampuan olah bola yang sangat baik, belau sukses menjadi
kapten yang memimpin rekan-rekannya memperagakan sistem permainan yang sangat
impresif itu tadi. Selain itu, Cruyff juga tercatat sukses bersama klubnya,
Barcelona.
Selanjutnya untuk gelandang sisi tengah diisi
oleh pemain imigran Perancis, Claude Makelele. Pemain satu ini lahir di
Republik Demokratik Kongo, sebuah negara di Afrika, tapi menetap di Perancis
bersama keluarganya. Apa alasan ia masuk tim sepanjang masa versi saya? Ada 2
alasan. Yang pertama karena Makelele Role,
kedua karena klub sekaliber Real Madrid langsung ambruk prestasinya setelah
ditinggal pemain tersebut. Claude
Makelele adalah simbolnya gelandang bertahan. Dialah pemain pertama yang
mempopulerkan posisi tersebut saat bermain untuk Real Madrid tahun 2000-2003. Selama
pengabdiannya di Santiago Bernabeu, Los Galacticos merengkuh berbagai gelar
juara seperti Liga Spanyol 2000-2001 dan 2002-2003, Liga Champions 2001-2002,
Piala Super Spanyol 2001 dan 2003, Piala Super Eropa 2002, serta Piala Interkontinental 2002. Namun setelah manajemen Madrid melepasnya tahun 2003
(bersamaan dengan datangnya David Beckham), prestasi El Real langsung merosot tajam. Mereka tidak meraih gelar apapun di
semua kompetisi yang diikuti. Sebaliknya, Chelsea, klub yang merekrut Makelele,
berpesta pora atas keberhasilan meraih juara Liga Inggris 2004-2005 dan
2005-2006, Piala Liga Inggris 2004-2005 dan 2006-2007, Piala FA 2006-2007 serta
Community Shield 2005. Semua gelar
yang diraih dua klub elit tersebut tidak lepas dari peran vital seorang Claude
Makelele sebagai gelandang petarung dan penyeimbang tim di lini tengah.
Selanjutnya posisi gelandang tengah sisi kiri
diisi oleh sang maestro sepakbola asal Perancis, Zinedine Zidane. Nama pemain
yang mengalami kejadian tak sedap saat pertandingan terakhirnya di Piala Dunia
2006 sebelum akhirnya pensiun (menanduk pemain Italia, Marco Materazzi) ini
telah disejajarkan dengan legenda-legenda sepakbola lainnya seperti Maradona
atau Pele. Zidane punya visi bermain yang bagus. Selain umpan-umpan akurat, dribbling bolanya sulit direbut lawan.
Bahkan perusahaan apparel Adidas sampai pernah membuat formasi baru : 4 –
zidane - 2 . Hal itu untuk menggambar seberapa hebatnya sosok Zidane di lini
tengah, hingga ada semacam ungkapan, “Oper saja ke Zidane, segalanya akan
beres…”
Penyerang
Trio pemain yang mengisi lini depan masing-masing ditempati oleh Lionel Messi, Pele dan Diego Maradona. Rasanya saya tak perlu panjang lebar memberi penjelasan tentang Lionel Messi karena saya yakin semua sudah tahu kualitasnya. Selanjutnya posisi penyerang tengah diisi oleh Edson Arantes do Nascimento alias Pele. Saya pun yakin semua pasti sudah tahu bahwa Pele adalah legenda terbesar Negeri Samba yang berposisi sebagai striker. Dan terakhir adalah posisi penyerang kiri yang diisi oleh “kembaran Messi di masa lalu”. Siapa lagi kalau bukan Diego Armando Maradona yang juga dikenal sebagai legenda terbesar sepakbola Argentina.
Manajer/Pelatih
Untuk posisi
juru taktik saya percayakan pada sang pencetus sistem permainan yang dikagumi
dunia, Total Football. Bisa ditebak, beliau adalah pelatih Timnas Belanda era
1970-an, Rinus Michels. Saya memilihnya sebagai pelatih tim legenda versi saya
karena selain sukses memperkenalkan sistem baru yang menjadi cikal bakal trade mark Belanda di masa selanjutnya,
formasi yang saya pilih juga sesuai dengan sistem Total football, yaitu 4-3-3.
4-3-3
Dino Zoff
.
Franz Beckenbauer Lothar Matthaus Bobby Moore Ronald Koeman
. . . .
Johan Cruyff Claude
Makelele Zinedine Zidane
. . .
. . .
Manager
: Rinus Michels
Sumber Gambar :
wikimedia.org
leden.ajax.nl
Selasa, 21 Agustus 2012
Happy Birthday Miss Lovato...
Postingan
perdana bulan Agustus 2012 saya tulis spesial untuk salah satu artis dan penyanyi favorit saya yang tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke-20,
tepat di hari saya menulis postingan ini. Siapakah dia? Here she is, Demi Lovato.
Demetria
Devonne Lovato, atau akrab dikenal Demi Lovato. Dara kelahiran Albuquerque (New Mexico, AS), 20 Agustus 1992 ini
merupakan salah satu artis sekaligus penyanyi jebolan Walt Disney yang cukup
sukses mendunia. Gadis yang besar di Dallas (Texas, AS) itu dikenal berkat perannya sebagai Sonny Munroe dalam
serial Sonny With a Chance di Disney Channel, serta aktingnya sebagai
Mitchie Torres dalam film Camp Rock di layar lebar.
Demi
Lovato merupakan putri dari pasangan Patrick Lovato dan Dianna Hart de la Garza
yang telah bercerai sejak 1994. Dalam tubuh Demi mengalir darah Meksiko,
Italia, Irlandia, dan Inggris. Wajahnya pertama kali menghiasi layar kaca
ketika masih berusia 6 tahun. Kala itu ia berakting dalam acara TV anak-anak, Barney and Friends, bersama sahabat
karibnya yang kini juga menjadi artis top, Selena Gomez.
Setelah
beranjak remaja, Demi mengembangkan karir keaktrisannya dengan memutuskan untuk bergabung dengan Walt Disney. Disitulah
karirnya mulai berkibar. Nama Demi Lovato mulai dikenal berkat film layar lebar Camp Rock, dimana ia beradu akting bersama
ketiga personel Jonas Brothers. Dalam
film itu ia berperan sebagai Mitchie Torres, gadis remaja 14 tahun yang
bercita-cita ingin menjadi penyanyi terkenal. Hasilnya pun terbilang sukses. Saat
pemutaran perdana, Camp Rock ditonton
oleh 8,9 juta pemirsa. Oleh karena itulah Disney
Channel Original Movie kemudian membuat sequel keduanya berjudul Camp Rock 2 : The Final Jam, yang
merupakan film berbiaya produksi termahal mereka, nomor dua setelah High School Musical 2.
Kemudian ia terus mengasah kemampuan aktingnya di Sonny With a Chance. Dalam situation comedy tersebut Demi berperan sebagai Alison “Sonny” Munroe, seorang gadis kocak yang menjadi artis serial komedi So Random. Acara Sonny With Chance memang unik dan kreatif. Sketsa komedi tersebut mengusung konsep “drama di dalam drama” untuk ceritanya. Jadi, dalam cerita film itu para artisnya berperan sebagai artis dan berperan pula dalam sketsa komedi berjudul So Random. Selain dua proyek tersebut, Demi juga sukses membintangi film Princess Protection Program bersama Selena Gomez, serta "ikut nongol" dalam film Jonas Brothers : The 3D Concert Experience.
Kemudian ia terus mengasah kemampuan aktingnya di Sonny With a Chance. Dalam situation comedy tersebut Demi berperan sebagai Alison “Sonny” Munroe, seorang gadis kocak yang menjadi artis serial komedi So Random. Acara Sonny With Chance memang unik dan kreatif. Sketsa komedi tersebut mengusung konsep “drama di dalam drama” untuk ceritanya. Jadi, dalam cerita film itu para artisnya berperan sebagai artis dan berperan pula dalam sketsa komedi berjudul So Random. Selain dua proyek tersebut, Demi juga sukses membintangi film Princess Protection Program bersama Selena Gomez, serta "ikut nongol" dalam film Jonas Brothers : The 3D Concert Experience.
Karir
Demi Lovato di dunia tarik suara juga tak kalah cemerlang. Ia bukan hanya
mengeluarkan album rekaman atas namanya sendiri, tapi juga menyumbang suara
untuk album soundtrack film Camp Rock dan Sonny With a Chance. Album rekaman yang telah Demi hasilkan yaitu Don’t Forget (rilis 2008), Here We Go Again (2009) dan Unbroken (2011). Sedangkan album soundtrack-nya yaitu Camp Rock (2008), Sonny With a Chance (2010) dan Camp
Rock 2 : The Final Jam (2010). Berkat kesuksesannya itu, Demi Lovato mampu
berinvestasi rumah di Los Angeles seharga 1,88 juta dollar ketika
masih berusia 16 tahun. How cool is she?
Akan
tetapi, segala yang tampak di luar agaknya jauh berbeda ketika kita mulai masuk ke
dalam. Dibalik kisah manis kesuksesan Demi Lovato dalam menjalani karir
keartisannya, ternyata ia memiliki sekelumit cerita pahit yang menjadi sisi lain
dalam kehidupannya. Dan sisi kelabu itu baru terkuak setelah ia selesai
menjalani proses pemulihan atas segala masalah yang ia miliki. Lantas, apa
gerangan hal yang membuat kisah hidup Demi Lovato terbelah menjadi dua bagian
yang begitu kontras? (wuzz, bahasanya…)
Januari
2011. Demi Lovato menjalani sebuah wawancara setelah ia keluar dari panti
rehabilitasi. What went on? Demi Lovato memutuskan untuk menjalani
treatment di panti rehabilitasi pada bulan Nopember 2010 setelah tidak tahan
dengan sejumlah permasalahan psikis yang dideritanya. Apa saja masalah psikis
yang ia alami? Ternyata saat umur 12, Demi mengalami bullying oleh teman-teman sekolahnya. Bukan hanya di-bully, ia juga mendapat hinaan seperti
gendut, murahan, dan tidak berguna. Karena
alasan itu, Demi akhirnya berhenti sekolah dan memilih home schooling sebagai wadah pendidikannya.
Semenjak
itu pula Demi menderita bulimia, gangguan pola makan berupa nafsu makan yang
begitu besar, tapi selalu memuntahkan kembali makanan yang baru saja ditelan. Bahkan
ia pernah bercerita, dalam sehari bisa muntah hingga 5 kali, diantaranya
muntah darah. Akibat penyakit tersebut, berat badan Demi merosot drastis hingga 13 kg. Selain itu Demi juga menderita bipolar disorder, sebuah penyakit psikis berupa instabilitas emosi
. Ia mengaku suatu saat bisa begitu gembira, bahkan pernah ia menulis 7 lagu
dalam semalam karena begitu semangatnya. Namun di waktu lain ia sering melukai
dirinya dengan silet karena begitu stress akibat trauma saat di-bully. Wew..
Demi, yang sudah mahir memainkan piano sejak usia 7 tahun itu, juga pernah mengalami depresi serius setelah diputus mantan kekasihnya, Joe Jonas (salah satu lawan aktingnya di Camp
Rock). Karena begitu depresinya, ia sampai berurusan dengan hukum karena
melakukan pemukulan terhadap salah satu penari latarnya saat latihan perform (ada sebab yang memicu
pastinya). Dan seperti yang sempat diceritakan diatas, November 2010 Demi
memutuskan untuk masuk panti rehabilitasi di Santa Monica (California, AS) guna mengobati segala penderitaan
psikologis yang ia punya sejak lama. Momen itu juga hampir bersamaan dengan
keputusannya untuk mundur dari serial Sonny
With a Chance (keputusan yang sangat saya sayangkan karena berarti tak bisa menyaksikannya lagi di TV, huhu... T T).
Setelah
menjalani treatment cukup lama di panti rehab, akhirnya ia resmi keluar dan
muncul kembali di hadapan publik pada Januari 2011. Demi tampak lebih dewasa. Ia
pun mencoba untuk memulai kembali kehidupannya yang baru, termasuk menata kembali karirnya di dunia hiburan. Akan tetapi bukan sebagai pemain film yang ia geluti,
melainkan khusus sebagai penyanyi. Ia mengaku gugup jika berakting kembali di
depan kamera. Demi Lovato sangat berterima kasih kepada para penggemarnya yang
setia memberi suntikan semangat selama proses rehabilitasi dan berusaha
bangkit dari keterpurukan. Sebagai simbol kebangkitan, ia membuat tattoo di
kedua tangannya yang masing-masing bertuliskan “Stay” dan “Strong”. Selain itu,
ia juga termotivasi untuk bangkit berkat dorongan untuk memberi contoh yang
baik kepada adik tirinya, Madison de la Garza.
Demi
pun sukses mengawali kebangkitan karirnya dengan mengeluarkan album ketiganya
bertajuk “Unbroken”. Sebagian lagu dalam album tersebut
menceritakan kisah dan pengalaman pribadinya, diantaranya Skyscraper yang berisi tentang ketegaran menghadapi cobaan. Lagu Skyscraper
kabarnya diterima baik oleh para kritikus. Mereka memuji vocal Demi Lovato
dalam lagu tersebut. selain itu ada juga lagunya yang berjudul For the Love of a Daughter yang berisi
ungkapan isi hatinya kepada sang ayah. Pada bulan Maret 2012, kisah perjalanan hidup Demi Lovato diabadikan dalam sebuah film dokumenter yang diproduksi MTV, berjudul "Demi Lovato : Stay Strong".
Dibalik
musibah memang selalu ada hikmah. Setelah keluar dari rehabilitasi, perlahan
karir Demi Lovato mulai merangkak naik. Setelah sukses mengeluarkan album
ketiga, kabar lain yang tak kalah hebat datang menghampirinya. Demi Lovato didaulat
menjadi salah satu juri di ajang pencarian bakat, The X-Factor USA edisi 2012 bersama Simon Cowell dan Britney Spears. Hebatnya
lagi, dalam usianya yang masih menginjak 19 tahun, Demi Lovato menjadi juri termuda sepanjang sejarah penayangan acara
tersebut! Great…
Demikian sekelumit kisah dari Demi Lovato, salah satu artis favorit saya yang mungkin juga bisa
menginspirasi anda yang membaca artikel ini. Ia bukan hanya mengispirasi lewat
kisah hidupnya. Lagu-lagunya pun banyak yang inspiratif. Dalam perspektif saya
sebagai seorang Lovatic (sebutan untuk penggemar Demi Lovato ^_^), semua lagu Demi Lovato mulai dari album pertama hingga yang terakhir, tidak ada satu pun yang bad quality. Saya pernah membuat postingan tentang daftar lagu inspiratif dan motivasional,
sebagian diantaranya adalah lagu Demi Lovato (baca : daftar lagu inspiratif dan motivasional. edisi Februari 2012). Dan faktanya memang banyak lagu
Demi Lovato yang mengandung pesan moral, bukan hanya asal lagu yang asyik
didengar lewat telinga…
Kabar terakhir video klip single Skyscraper masuk nominasi MTV Video Music Award 2012 untuk kategori Video With A Massage yang pemenangnya akan diumumkan pada 6 September 2012 nanti. Selain itu tersiar pula kabar yang menyebut ia tengah dalam proses penggarapan album solonya yang keempat. Menarik ditunggu bagaimana kiprah "Princess Disney" satu ini dalam album terbarunya nanti. Sekali lagi, happy birthday Miss Lovato... Wish all the best for you... Stay strong! ^ ^
Kabar terakhir video klip single Skyscraper masuk nominasi MTV Video Music Award 2012 untuk kategori Video With A Massage yang pemenangnya akan diumumkan pada 6 September 2012 nanti. Selain itu tersiar pula kabar yang menyebut ia tengah dalam proses penggarapan album solonya yang keempat. Menarik ditunggu bagaimana kiprah "Princess Disney" satu ini dalam album terbarunya nanti. Sekali lagi, happy birthday Miss Lovato... Wish all the best for you... Stay strong! ^ ^
Biodata Demi Lovato
Birth
Name : Demetria Devonne Lovato
Born : Albuquerque, 20th
August 1992
Nationality : American
Height : 1,61 meters
Trade
Mark : Huge Smile, Chin Cleft,
High Raspy Voice
Occupations : Actress, Singer, Song-Writer, Activist,
X-Factor USA Judge
Genres : Pop, Pop Rock, Power Pop,
R&B, Dance
Instruments : Guitar, Piano
Musical Influence : Paramore, Christina Aguilera, Avril Lavigne, Kelly Clarkson, Dallas (her sister)
Colours : Red, Black
Albums :
- Camp
Rock (June 2008)
-
Don’t
Foget (September 2008)
-
Here We
Again (July
2009)
-
Camp Rock
2 : The Final Jam (August
2010)
-
Sonny With
a Chance (October
2010)
-
Unbroken (September 2011)
Films : - Camp
Rock (2008)
-
Jonas
Brothers : The 3D Concert Experience (2009)
-
Princess
Protection Program (2009)
-
Camp Rock
2 : The Final Jam (2010)
https://www.facebook.com/DemiLovato (FB Fanpage)
http://twitter.com/ddlovato (twitter)
http://www.youtube.com/user/demilovatoVEVO (youtube VEVO)
http://www.youtube.com/user/therealdemilovato (official youtube)
Bonus Video
Sumber Gambar : http://nailasyafira.blogspot.com
http://www.blogcdn.com
http://www.contactmusic.com
Sumber Video : youtube
Sabtu, 07 Juli 2012
Monorel Oh Monorel
Monorail atau
monorel. Sebuah moda transportasi berbasis rel yang beroperasi wilayah
perkotaan. Ditinjau dari namanya (mono
= satu, rail = rel), dapat ditebak
bahwa alat transportasi satu ini berupa kereta yang berjalan diatas satu rel.
Hal yang tentunya berbeda dengan lazimnya kereta yang berjalan diatas dua
batang rel. So, kenapa saya membuat
postingan tentang monorel? Simple answer.
Karena beberapa kota di Indonesia menginginkannya sebagai alternatif moda
transportasi publik.
14 Juni 2004. Presiden RI kala itu, Megawati Soekarno Putri
meresmikan pembangunan sebuah proyek transportasi di ibukota Jakarta, dengan nilai
investasi Rp 3 Trilyun. Peresmian tersebut ditandai dengan dibangunnya tiang
pancang yang sedianya akan digunakan sebagai tempat berdirinya rel untuk
jalannya sebuah kereta. Proyek itu tidak lain adalah megaproyek monorel Jakarta.
Sebuah perwujudan dari ide dan ambisi yang dicanangkan oleh Gubernur DKI
Jakarta kala itu, Sutiyoso.
Namun setahun berselang, tiang-tiang pancang yang gagah
berdiri di tengah jalanan ibukota itu tidak lebih dari hanya sekedar pajangan
di tengah hiruk pikuk kemacetan ibukota. Masalah financial telah membuyarkan
impian Jakarta untuk memiliki moda transportasi anyar berupa Kereta Monorel. Alhasil, tiang-tiang pancang yang
sudah terlanjur dibangun pun terbengkalai. Jadilah Bus Rapid Transit (BRT) sebagai andalan utama ibukota dalam
memenuhi kebutuhan alat transportasi masal, yang juga berfungsi untuk
mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan. Moda berupa
BRT inilah yang kemudian akrab dikenal sebagai Busway Transjakarta oleh khalayak ramai.
Setelah beberapa tahun berkutat dengan berbagai masalah
seperti pendanaan, dan siapa pihak yang meng-handle proyek, bulan September 2011 lalu menjadi ending bagi kisah perjalanan megaproyek Jakarta Monorail. Fauzi Bowo, gubernur
DKI pengganti Sutiyoso, memutuskan bahwa proyek monorel resmi dibatalkan. Sebagai
gantinya, mereka (Pemprov DKI) menggantinya dengan proyek Mass Rapid Transit (MRT) sebagai moda transportasi pengurai
kemacetan, yang sedianya akan dibangun 2012 ini. Lantas bagaimana dengan nasib
tiang-tiang pancang yang sudah mangkrak
bertahun-tahun? Tiang-tiang tersebut akan dikembangkan sebagai infrastruktur penyangga Elevated Bus Rapit Transit (Bus Layang), yang juga merupakan proyek transportasi baru Pemprov DKI.
Cerita kegagalan Jakarta membangun monorel kiranya tidak
menularkan trauma kepada kota-kota lain di Indonesia. Jumlahnya memang tidak
banyak. Masih sebatas hitungan jari. Tapi setidaknya membuktikan bahwa
kegagalan Jakarta tidak menyurutkan semangant mereka untuk memilih monorel
sebagai alternatif transportasi di masa mendatang. Kota mana sajakah yang
dimaksud? Bila disebut satu per satu, nama yang pertama terucap adalah
Makassar.
Adalah Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI yang
memprakarsai pembangunan monorel di pusat pemerintahan provinsi Sulawesi
Selatan. Oleh perusahaannya, Kalla Group, rencananya Monorel Makassar akan
membentang sepanjang +35 km. Monorel tersebut dibangun untuk
menghubungkan beberapa sentra publik di metropolitan Mamminasata
(Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar), atau Greater
Makassar (Jabodetabek-nya Sulawesi Selatan). Tujuannya pun sama seperti
Monorel Jakarta : mengurangi kemacetan. Selain itu, proyek Monorel Makassar
yang rencananya dibangun September 2012 itu nantinya juga bakal terintegrasi
dengan megaproyek Center Point of
Indonesia (CPI), yang akan menjadikan Makassar sebagai salah satu kota
bisnis terkemuka di Indonesia.
Setelah Makassar, kota kedua yang berencana membangun monorel
adalah Surabaya. Selama ini Surabaya telah dikenal sebagai kota tersebesar
kedua di Indonesia, setelah Jakarta. Sebagai kota yang mengarah ke metropolitan,
tingkat kepadatan dan mobilisasi penduduk tentu tidak dapat dicegah untuk
menyebabkan kemacetan lalu lintas. Untuk itu, ketersediaan sarana transportasi
masal yang memadai sudah wajib hukumnya. Guna menyelesaikan masalah tersebut,
otoritas setempat memilih 2 moda transportasi untuk dikembangkan. Keduanya adalah
Trem dan Monorel.
Trem. Sebuah moda transportasi berupa kereta yang punya rel
khusus di dalam kota. Kendaraan ini dibagi 2 jenis, yaitu Trem yang terdiri 2
gerbong (satu set) disebut Light Rail
Transit (LRT) dan yang terdiri dari 4 gerbong (2 set) disebut Heavy Rail Transit (HRT). Pemerintah
Kota Surabaya memilih jenis LRT. Rencananya LRT Surabaya akan membentang utara-selatan
sepanjang 12,16 km. Sedangkan untuk monorel, jalur yang dibangun sepanjang 24,47
km dan membentang dari barat-timur. Kabar terkahir menyebutkan bahwa
pembangunan Monorel Surabaya akan dilaksanakan tahun 2013.
Setelah Makassar dan Surabaya, kota selanjutnya adalah bekas
Kerajaan Sriwijaya, Palembang. Kota yang sukses menghelat SEA Games 2011 itu
juga turut memimpikan monorel sebagai salah satu alat transportasi di wilayahnya.
Kabarnya Monorel Palembang dibangun untuk menghubungkan Bandara Sultan Mahmud
Badarudin II dengan Sport Center
Jakabaring. Rencananya pembangunan akan dilaksanakan pada tahun 2014.
Kota terakhir yang cukup mengejutkan dengan rencana
monorelnya adalah Yogyakarta. Menjelang akhir 2011 lalu Pemerintah Provinsi DIY
mengutarakan wacananya untuk membangun monorel sebagai sarana transportasi di
masa mendatang. Penggagasnya adalah Eman Suparno, mantan Menteri PU Republik
Indonesia yang kini menjadi penasehat di Pemprov DIY. Rencananya monorel akan membentang
sepanjang 40 km menghubungkan Borobudur-Yogyakarta. Fungsi utamanya untuk menghubungkan tempat-tempat
wisata dan kampus-kampus di sekitar Yogyakarta. Selain itu jalur Monorel Jogja
juga dibuat melingkar sepanjang Kali Code, sebagai bagian dari upaya Pemda
setempat untuk menata kawasan bantaran sungai tersebut. Kabarnya nilai
investasi Monorel Jogja mencapai Rp 1,8 Trilyun.
Menelusuri rencana beberapa kota di Indonesia yang hendak
membangun monorel sebagai sarana transportasi masal di wilayahnya, semuanya
mempunyai tujuan satu : mengurangi kemacetan. Ditinjau dari tujuan yang
diinginkan, tentu tidak ada yang salah dari berbagai rencana tersebut. Namun
yang menjadi persoalan adalah, tepatkah kebijakan yang mereka ambil? Jika menyimak
penuturan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Tri Tjahjono, mungkin dapat
membuat mereka yang mengidolakan monorel berpikir.
Sebagaimana termuat di berbagai media elektronik, Tri
Tjahjono mengungkapkan bahwa monorel hanya sukses diterapkan di 3 negara. Padahal
cukup banyak negara di dunia ini yang menggunakan monorel di kota-kotanya. Ketiga
negara yang sukses itu adalah Jepang, Malaysia dan Australia. Alasannya karena
selain biayanya terlalu mahal, teknologinya isolated.
Jika terjadi kerusakan, akan sulit untuk ditangani. Selain itu kapasitasnya
juga dinilai kecil. Padahal monorel dirancang untuk alat transportasi
berkapasitas massif guna mengurangi kemacetan.
Di 3 negara yang sukses mengembangkan monorel tadi, sebetulnya mereka
tidak menjadikan monorel sebagai tulang punggung transportasinya. Di Jepang,
monorel hanya untuk menghubungkan Bandara Haneda dengan kota Tokyo. Di
Malaysia, tepatnya di Kuala Lumpur (KL), monorel hanya untuk menghubungkan KL
dengan sebuah pusat perbelanjaan. Aussie?
Disana monorel digunakan untuk menghubungkan pelabuhan dengan kawasan CBD (Central Bussines District).
Setelah menyimak apa yang disampaikan Bapak Tri, yang paling “kena”
adalah Monorel Jogja dan Monorel Palembang. Karena di kedua kota itu monorel dibangun untuk
menghubungkan lokasi-lokasi yang telah ditentukan secara jelas. Monorel Jogja
untuk akses ke kawasan-kawasan pariwisata sekitar Borobudur sampai finish ke Jogja. Jadi maksudnya
jelas. Monorel Jogja dibangun untuk akses ke kawasan-kawasan pariwisata sekitar
Borobudur-Jogja. Kepentingannya pun jelas, untuk pariwisata. Begitu pula
Palembang yang menghubungkan badara dengan stadion olahraga. Berbeda halnya
dengan kota-kota lain yang hendak menjadikan monorel sebagai alat transportasi utama.
Berdasarkan fakta ketiga negara yang sukses tadi, menurut saya monorel memang patut
dipilih tapi bukan sebagai alat transportasi primer. Monorel hendaknya digunakn
sebagai penghubung dua titik tertentu yang punya nilai vital bagi sebuah kota. Misalnya
untuk menghubungkan bandara dengan pusat bisnis, atau pelabuhan dengan pusat
industri. Sedangkan untuk mengurangi
kemacetan, saya lebih setuju dengan kereta bawah tanah (subway) yang akan dikembangkan oleh Jakarta melalui proyek MRT
tahun 2012 ini. Kelebihan subway
jelas tidak memakan tempat karena beroperasi di bawah tanah sehingga tidak
menimbulkan kesan crowded di jalanan.
Selain itu dengan kapasitas yang memadai, subway
akan menjadi alternatif transportasi yang sangat baik untuk mengurangi
kemacetan di wilayah perkotaan. Dengan syarat : biaya terjangkau dan keamanan
terjamin.
Sumber Gambar : www.lightrailnow.org
Langganan:
Postingan (Atom)
Postingan Terbaru
Surat untuk sang Waktu
Dear waktu, Ijinkan aku 'tuk memutar kembali rodamu Rengekan intuisi tak henti-hentinya menagihiku Menagihku akan hutang kepada diriku d...






