Selasa, 29 April 2014

Presiden yang Baru, Jangan Lupakan Hal Ini...

Konstelasi politik Indonesia tengah memanas. Berakhirnya rangkaian proses Pemilihan Legislatif 9 April lalu tak lantas menurunkan suhu. Kulminasinya justru baru akan tercapai pada Pemilihan Presiden bulan  Juli nanti.

Source : http://www.itoday.co.id/
Bicara mengenai calon presiden atau kompetitor yang hendak bertarung  pada Pilpres  mendatang, masing-masing mereka telah merumuskan dan menyampaikan visi-misi yang diusung sebagai komoditas atau nilai jual mereka di mata para pemilih (baca : rakyat). Semuanya bagus. Namun disini saya tidak mau membahas satu per satu visi-misi mereka karena yang akan saya lakukan dalam tulisan ini hanya menyampaikan harapan kepada siapapun yang menduduki kursi RI 1 kelak, untuk jangan mengalihkan perhatian dari hal-hal berikut. Dua hal yang sebetulnya penting untuk diperhatikan dan disikapi secara patut, namun tampak sering dipinggirkan karena (mungkin) bukan suatu isu yang seksi, khususnya sebagai komoditas politik.

1.    Pariwisata
Source : http://www.scuba-libre-bali.com/
Okay, hal pertama adalah mengenai pariwisata. Sebuah sektor perekonomian yang tidak asing lagi di telinga. Terlebih tentang perannya sebagai sumber devisa negara. Namun bukan berarti sektor pariwisata adalah satu-satunya yang memiliki peran tersebut. Bahkan kontribusinya tergolong kalah bila dibanding sektor-sektor lain yang mengemban peran yang sama.
Posisi pertama penyumbang devisa terbesar adalah sektor minyak dan gas (migas). Rangking dua diduduki oleh sektor tambang (mineral dan batubara), lalu disusul sektor perkebunan(kelapa sawit) . Pariwisata? Ia hanya duduk persis dibawah sektor-sektor tadi.[1] Sebuah fakta yang ironis mengingat potensi wisata yang dimiliki negeri ini.
Keindahan alam Indonesia adalah kekayaan alam yang paling nyata. Dalam artian, kita tidak perlu menggali hingga lapisan tanah terdalam untuk mengeksploitasinya. Bilapun harus menggali tanah, tujuannya bukan untuk mengeruk material yang ada, tapi justru untuk menyelamatkan dan melestarikan warisan yang terkubur dalam tanah. Dan bukan sebagai objek wisata alam, melainkan dijadikan sebagai objek wisata sejarah dan pendidikan.
Alam Indonesia begitu luar biasa. Mulai dari hal-hal terkecil di dunia, seperti spesies ikan terkecil, primata terkecil, spesies harimau terkecil, hingga hal-hal terbesar di dunia seperti danau vulkanik terbesar, danau air asam terbesar, area hutan bakau terbesar dan bongkahan batu terbesar.  Di sini orang bisa berselancar di sungai layaknya berselancar di pantai, tempat ditemukannya fenomena api biru alami (hanya ada 2 di dunia), gumuk pasir (hanya 4 di dunia), danau habitat ubur-ubur jinak (hanya 2 di dunia), pantai berpasir merah jambu, bahkan ada pula sebuah danau yang kandungan airnya separuh atas adalah air tawar, separuh bawahnya air laut. Lokasi Indonesia yang berada dalam segitiga emas (golden triangle) koral dunia, menjadikannya sebagai pusat konservasi terumbu karang terkaya di dunia.
Keragaman suku, tradisi dan budaya Nusantara adalah aset yang tak ternilai harganya bagi Bangsa Indonesia. Ditambah berbagai warisan peradaban kuno, baik berupa bangunan maupun artefak bersejarah, membuatnya semakin sempurna. Lengkap sudah potensi wisata yang dimiliki tanah air kita tercinta.
Namun para stakeholder negeri ini seolah memandang sebelah mata sektor pariwisata. Kurangnya fokus terhadap sektor ini tampak dari minimnya anggaran yang dikucurkan untuk promosi pariwisata.[2] Dampaknya pun terpampang jelas pada jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Okelah jumlah kunjungan turis bertambah dari tahun ke tahun. Tapi dibanding negara-negara tetangga, kita kalah jauh. Bahkan sampai kalah dengan tetangga yang luas wilayahnya tidak sampai se-jabodetabek!
Lebih konkret lagi pada pemilu tahun ini. Silahkan cek  struktur organisasi Dewan Perwakilan Pusat masing-masing Parpol peserta Pemilu 2014. Hampir semuanya tidak ada yang menempatkan pariwisata sebagai bidang sektoral yang menjadi fokus kerja partai.
Sebetulnya peran yang diemban pariwisata bukan sekedar sumber devisa belaka. Jauh lebih dari itu, pariwisata merupakan ajang pemberdayaan potensi ekonomi kerakyatan. Usaha-usaha mikro, kecil dan menengah, serta pemberdayaan potensi-potensi lokal masyarakat, sangat bisa didongkrak melalui pariwisata. Hal ini tentu sejalan dengan program-program pro-rakyat yang diusung sejumlah parpol peserta pemilu.
Oleh karena itu, sudah selayaknya pemimpin mendatang harus mempunyai paradigma yang berbeda dalam memandang pariwisata. Sebuah sektor yang bila digarap secara serius, bukan mustahil untuk menjelma menjadi sektor yang berperan sentral dalam perekonomian nasional. Pariwisata bukan hanya memberi keuntungan materi, tapi juga non materi. Ingat, cukup banyak negara yang suskses mengangkat citranya berkat bidang satu ini.

2.    Konservasi Hutan

Source : http://savehutankalimantanbarat.blogspot.com/
Penegakan hukum, harus. Kedaulatan pangan, oke. Kedaulatan energy, yes. Pendidikan yang inklusif dan berkualitas, great. Pertumbuhan ekonomi tinggi disertai pemerataan, boleh. Memang semuanya penting. Tapi itu baru mencakup kepentingan manusianya.  Kita tidak boleh lupa bahwa kita hidup di sebuah tempat yang disediakan Tuhan, yakni alam. Jadi, sudah sepatutnya perhatian juga diberikan kepada alam penyangga kehidupan kita.
Indonesia dianugerahi Tuhan kekayaan alam berupa hutan hujan tropis terbesar nomor 3 dunia. Fakta ini turut melegitimasi hutan Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia. Perannya kian penting di tengah merebaknya isu perubahan iklim global. Hutan Indonesia adalah rumah bagi jutaan spesies flora-fauna dengan biodiversitas tertinggi kedua di dunia. Bahkan mempunyai organisme endemik terbanyak di muka bumi. Sayangnya, reputasi itu tercoreng dengan laju deforestasi terparah di dunia.
Pemberian status taman nasional di sejumlah area konservasi di Indonesia, tak lantas membuatnya terbebas dari ancaman predator yang disebut pembalakan liar. Sebagai contoh sebuah taman nasional di timur Kalimantan. Hutan tersebut memiliki keanekaragaman hayati cukup kaya. Bahkan di tempat itu pula terdapat pohon ulin terbesar di dunia, tingginya 20 meter dan berumur kurang lebih 1000 tahun.[3] Namun eksistensi hutan tersebut kian terancam oleh berbagai faktor, mulai dari pembalakan liar, hingga pemukiman yang dibangun di area hutan. [4]
Satu contoh lagi adalah hutan hujan tropis Sumatera. Kawasan hutan ini telah mendapat kehormatan dari UNESCO sebagai warisan dunia (UNESCO World Heritage). Namun sekarang, cobalah buka laman resmi UNESCO. Pada daftar warisan dunia UNESCO, kita dapat melihat bahwa hutan hujan tropis sumatera (Tropical Rain Forest of Sumatera) diberi warna merah pada simbolnya. Sebuah tanda yang khusus disematkan pada warisan dunia yang terancam kelestariannya. Ironisnya, hutan hujan sumatera menjadi satu-satunya di Asia Tenggara yang mendapat tanda tersebut.
Oleh karena itu, alangkah bijaknya bila siapapun yang berada di tampuk kekuasaan tertinggi nanti, memiliki kepedulian dan perhatian yang besar pada masalah hutan Indonesia. Khususnya dalam  upaya merehabilitasi kawasan hutan yang rusak, serta perlindungan yang cukup terhadap hutan yang masih lestari. Bagaimanapun alam telah memberi kita kehidupan, jadi sudah sepatutnya kita sebagai manusia turut memperlakukan alam secara adil dan bijak.

Demikian sekelumit pikiran dan harapan yang dituangkan dalam tulisan ini. Saya tidak mengharap dua hal diatas dikomodifikasi sebagai “objek jualan” politisi. Yang terpenting adalah perhatian dan tindakan nyata dari pemimpin mendatang, kaitannya dengan dua hal tadi. Semoga Pemilu 2014 mampu menghasilkan sosok negarawan yang cakap dan amanah. Negarawan yang mampu memimpin, memahami, melayani dan melindungi segenap unsur yang ada di tanah air Indonesia.




[1] http://economy.okezone.com/read/2012/07/05/320/659393/pariwisata-penyumbang-devisa-terbesar-kelima-di-indonesia
[2] http://travel.kompas.com/read/2013/09/24/0815118/Pariwisata.Belum.Dianggap.sebagai.Sektor.Penting
[3] http://sains.kompas.com/read/2013/03/18/12370079/Pohon.Ulin.Terbesar.Dunia.Ada.di.Indonesia
[4] http://news.detik.com/read/2013/12/08/004559/2435461/10/peneliti-asal-kanada-ini-kaget-melihat-kondisi-taman-nasional-kutai

Kamis, 27 Februari 2014

Daftar Lagu Inspiratif dan Motivasional (Part III)


Mendengarkan musik atau lagu merupakan sarana untuk menghibur diri. Terlebih lagi bila orang sedang galau atau sedih. Mendengar lagu galau atau yang berirama sedih justru membuat suasana hati kian tak menentu. Oleh karena itu, sudah selayaknya lagu yang didengar mampu menyenangkan hati, sejenak melupakan beban pikiran yang ada.
Postingan ini merupakan kelanjutan dari 2 seri sebelumnya, yaitu Daftar Lagu Inspiratif dan Motivasional dan  Daftar Lagu Inspiratif dan Motivasional Part II. Berikut adalah daftar lagu selanjutnya, alias yang Part III. Enjoy...

1.       Katy Perry – Roar
Lagu ini tentang keberanian. Keberanian untuk membuktikan diri kepada orang atau pihak yang kiranya selalu menyudutkan, bahwa ia (tokoh dalam lirik) mampu melakukan hal yang jauh lebih baik dari apa yang selama ini orang tahu tentang dirinya. 

2.       Chipmunk feat Chris Brown – Champion
Lagu dengan syair yang begitu percaya diri. Meski bahasanya sedikit sarkastis, lagu ini menunjukkan sikap yakin pada diri sendiri untuk mampu selalu jadi yang terbaik.

                                              
3.       Cher Lloyd – Oath
Cukup banyak lagu inspiratif bertemakan persahabatan. Salah satunya adalah Oath yang dibawakan oleh alumnus X-Factor UK 2010, Cher Lloyd. Lagu yang dibawakan penyanyi muda bersuara unik ini berisi masa-masa indah, keakraban dan segala dinamika seputar persahabatan yang sangat berkesan. Kata Oath yang berati “sumpah” (noun), ditunjukkan dalam lirik sebagai komitmen seorang sahabat untuk selalu ada kapanpun, serta dalam situasi dan kondisi apapun yang menghinggapi mereka. 

4.       Bridgit Mendler – Postcard
Ini dia penyanyi yang paling sering saya dengar lagunya sepanjang 2013 (hehehe). Lagunya memang bagus-bagus dan ada pula beberapa yang inspiratif. Salah satunya yang berjudul Postcard. Typically, liriknya seperti Roar-nya Katy Perry. Sama-sama rebel.  Berisi tentang pembuktian diri seseorang yang awalnya dianggap tidak punya kemampuan cukup untuk melakukan suatu hal, namun akhirnya berhasil membalikkan semua anggapan bahwa ia pun bisa meraih kesuksesan. Di akhir refrain, tokoh dalam lagu berkelakar pada orang-orang yang pernah meragukan kemampuannya, If you say I’ll never reach the moon, I’ll send you a postcard soon…

5.       Bridgit Mendler – City Lights
Lagi-lagi lagu tentang keyakinan akan kemampuan diri. Tapi saya rasa, ini lagu yang pas didengar di saat sedih atau galau. Selain liriknya yang inspiratif, iramanya pun enak didengar (baik original maupun versi akustik). Thanks a lot, Bridge…

6.       Bridgit Mendler - How to Believe
Original soundtrack film animasi Tinkerbell ini berisi tentang ungkapan rasa terima kasih seseorang kepada sosok yang begitu berarti baginya, serta ungkapan untuk membalas kebaikannya. 

7.       Bridgit Mendler - Blonde
Lagu ini lucu. Meski mungkin terkesan menjelekkan fisik tertentu (rambut pirang), sebetulnya ini lagu yang positif. Toh yang menyanyikan sendiri juga cewek berambut pirang. Ada sebagian orang di barat yang menganggap gadis berambut pirang (blonde) itu bodoh. Namun lagu ini mengajarkan untuk tidak berkecil hati dengan kekurangan, atau lebih tepatnya anggapan seseorang tentang apa yang kita miliki.  (NB : Bridgit Mendler itu penyanyi muda jebolan Disney. Cantik, muda dan penuh talenta. So, jauh sekali dari steorotipe blonde...) 

                                      
8.       Taylor Swift – Change
Sebuah lagu yang dibawakan penyanyi yang akan konser di Jakarta 4 Juni nanti, Taylor Swift. Meski lagu ini ditujukan Taylor sebagai dukungan kepada kontingen Olimpiade Amerika Serikat, lirik lagunya universal. Lagu yang diambil dari album Fearless ini berisi tentang seruan dan dukungan untuk menjadi yang terbaik.

9.       Taylor Swift – Long Live
Taylor Swift mengatakan bahwa lagu ini ia persembahkan untuk band dan para fansnya. Tapi dilihat dari liriknya, lagu ini bisa multi tafsir (kayak pasal undang-undang aja...). Lagu ini bisa diartikan tentang masa-masa indah bersama sahabat, atau masa-masa bersama orang yang pernah dicintai. Silahkan baca sendiri liriknya. Fantastik dan anda bisa tahu the class of Taylor Swift... :)


   
Okay, itulah daftar lagu-lagu inspiratif dan motivasional bagian ketiga. Meski jumlahnya tidak sebanyak 2 bagian sebelumnya, semoga bermanfaat bagi anda yang membaca lirik dan mendengarkan lagunya. Thanks for attention and live your life...


Kamis, 20 Februari 2014

La Cita (12.1.b)


"Kembalilah madhang sayur lodeh." (Sayur Lodeh adalah sayur bersantan, terdiri dari 12 bahan pokok : waluh (labu) kuning, kacang panjang, terong, kluwih, daun melinjo, kulit melinjo, jipang, pepaya muda, nangka muda, kobis, bayung dan kecambah kedelai).

(Maknanya) "Angka 12, berjumlah tiga (1+2), dalam filosofi Jawa berarti upaya meraih kehidupan masyarakat yang 'jinangkung-jinampangan' (dilindungi Tuhan). Sayur Lodeh dengan bahan utama waluh (dari kata uwal-luh) kuning berarti 'uwal' (lepas), dari 'luh' (air mata); maksudnya membebaskan manusia dari tetes air mata, peluh atau penderitaan. Santan sayur kelapa hijau biasa digunakan oleh masyarakat tradisional untuk penawar racun. Kemewahan dunia merupakan racun masyarakat, perlu dinetralkan."
          - Damardjati Supadjar -


Selasa, 04 Februari 2014

Tiga Bangsa yang Mampu Mempertahankan Kejayaan

Peradaban manusia telah hidup dan berkembang hingga ribuan tahun lamanya. Biasanya peradaban-peradaban tersebut dibentuk dan terus dihidupkan oleh sebuah entitas besar yang disebut Bangsa. Sejarah pun mencatat cukup banyak bangsa-bangsa di masa lampau yang mampu menancapkan kekuasaan dan menebar pengaruhnya di berbagai tempat, di penjuru bumi.
Mereka yang telah mengembangkan sebuah peradaban besar, terus mengembangkan budaya-budaya yang hidup sebagai hasil akal budi mereka dan menjadi tradisi yang terus diwariskan hingga generasi-generasi penerusnya.
Namun seiring berjalannya waktu, ternyata tidak semua “bangsa-bangsa hebat” itu mampu bertahan. Banyaknya faktor yang terjadi, menyebabkan tak sedikit peradaban-peradaban yang telah berkembang itu hancur atau musnah. Sehingga yang tersisa dari mereka hanyalah puing-puing historis, baik yang bendawi maupun non benda.
Ironi pun terus berlanjut hingga zaman modern. Tidak sedikit bangsa-bangsa yang memiliki sejarah hebat di masa lampau, namun kiprahnya di zaman modern tidak “segarang” nenek moyangnya. Ada suatu bangsa yang di masa lampau dikenal sebagai cikal bakal ilmu pengetahuan modern (filsafat), namun kondisi ekonomi negara mereka sekarang terpuruk akibat diterpa krisis.
Ada juga sebuah bangsa yang dulu begitu disegani, mampu menaklukkan berbagai wilayah hingga nun jauh dari tempat asal mereka (bahkan ke luar benua mereka), kini gaungnya nyaris tak terdengar di zaman modern. Ada pula tempat yang dulu menjadi pusat pemerintahan sebuah negara yang besar, maju dan begitu gemilang di berbagai bidang, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Setelah diinvasi negara lain awal abad 21, mereka kini menghadapi masalah perang saudara di kalangan mereka sendiri.
Untungnya tidak semua bangsa-bangsa itu mengalami nasib yang tragis. Meskipun tidak banyak, ada beberapa diantara mereka yang masih bertahan di zaman  modern dengan kemajuan dan martabat yang tidak kalah dengan moyangnya dulu. Siapa sajakah mereka? Sedikit sekali jumlahnya. Mari kita simak…

1.       China Kuno => CHINA

China. Sebuah bangsa yang begitu besar. Bukan hanya dari jumlah, tapi juga pengaruhnya di dunia. Siapapun pasti tidak asing dengan bangsa satu ini. Kita sudah cukup akrab dengan masakan, beladiri, metode pengobatan, karya seni dan hal-hal lain yang identik dengan bangsa  China. Peradaban China kuno sudah ada sekitar 5000 tahun sebelum masehi (mulai berkembang pesat 2000 SM), dan merupakan salah satu peradaban tertua di dunia.

Tembok Besar China, representasi peradaban China Kuno
(Sumber gambar : http://archaeologynewsnetwork.blogspot.com)

Peradaban mereka memang sudah maju sejak zaman kuno. Banyak hasil-hasil budaya kuno mereka masih eksis hingga era modern seperti sekarang, bahkan dimanfaatkan oleh penduduk dunia. Sebut saja penemuan kertas oleh Cai Lun (Ts’ai Lun) tahun 105 M, seismograf oleh Zhang Heng tahun 132 M (keduanya di zaman Dinasti Han), penemuan kompas, kembang api, gantole, kain sutra, uang kertas, porselen dan sebagainya.[1] [2][3]Semua itu adalah buah karya Bangsa China yang terampil.
Di zaman modern, atau setelah merdeka dari penjajah dan mendirikan negara modern, China tetap menunjukkan kelasnya sebagai bangsa. Industri mereka berkembang pesat, penguasaan iptek mereka pun tak kalah dengan bangsa-bangsa maju di era modern. Teknologi mereka mampu menghasilkan produk-produk mesin, elektronik, arsitektur, hingga alutsista yang kompetitif. Sebut saja komputer, ponsel pintar, motor, mobil, hingga kereta super cepat (Maglev Train), pesawat tempur siluman (stealth fighter aircraft), serta kapal induk yang kini tengah diupayakan produksinya.[4] Di bidang arsitektur, China modern mampu membangun jembatan terpanjang di dunia (Jiazhou Bay Bridge 41,58 km), bendungan raksasa (Three Gorges Dam) dan gedung terbesar di dunia (New Century Global Centre di Chengdu). China pun menjadi bangsa atau negara asia pertama yang mampu mengirim para astronotnya ke luar angkasa, melalui program antariksanya sendiri.

Distrik Pudong di Kota Shanghai, dengan Oriental Pearl Tower-nya. Kawasan pusat keuangan terkemuka di China, representasi peradaban China Modern
(Sumber gambar : http://www.china-family-adventure.com) 

Soal ekonomi jangan ditanya. China merupakan kekuatan ekonomi utama dunia. Bahkan beberapa tahun mendatang, China diyakini akan menjadi negara adidaya baru. Hal inilah yang menyiratkan bahwa China bukan hanya besar dari jumlah penduduknya tapi juga besar dalam perolehan kemajuan yang diraihnya di berbagai bidang.

2.       Romawi => ITALIA

Sama halnya China, kita juga sudah cukup akrab dengan Italia. Bangsa yang tinggal di semenanjung selatan Eropa ini terkenal pula dengan pengaruh budayanya yang cukup mendunia. Mulai dari masakan, mobil sport, fashion, serta istilah-istilah yang berasal dari tempat mereka seperti sirkus, plaza, toga, arena, akademi dan berbagai istilah dalam musik, banyak yang berasal dari Italia. Termasuk istilah “Kaisar”, kabarnya berasal dari nama seorang penguasa yang pernah ada di negeri tersebut, yakni Julius Caesar.
Peradaban mereka memang sudah maju sejak zaman kuno. Di masa lampau mereka dikenal dengan Bangsa Romawi (Roma, Rum) atau Romawi Kuno. Peradaban Romawi sudah dimulai sekitar 700 SM. Berawal dari sebuah kerajaan di kota Roma, Romawi terus melakukan ekspansi ke berbagai wilayah di semenanjung Italia, kemudian terus menyebar hingga sebagian besar wilayah eropa, sebagian wilayah Afrika Utara, hingga wilayah di utara Jazirah Arab.

Colosseum, representasi peradaban Romawi Kuno
(Sumber gambar : http://www.altiusdirectory.com)
Selama kurang lebih 1200 tahun melangsungkan peradaban, Romawi Kuno telah menghasilkan berbagai prestasi gemilang serta karya-karya yang masih eksis hingga zaman sekarang. Sebut saja jalan raya, konstruksi beton, konstruksi lengkungan (arch), saluran air gravitasi, serta pemanfaatan panas bumi (geothermal).[5][6] Hidup di zaman kuno, dimana segalanya identik dengan kesederhanaan, mereka sudah mampu menciptakan inovasi –inovasi teknologi tersebut. Dari sini kita bisa melihat seberapa tinggi kelas peradaban mereka.
Seolah tidak mau kalah dengan pendahulunya, bangsa Italia modern pun mewarisi kehebatan nenek moyangnya di zaman Romawi. Yup, tidak salah jika menyebut Italia yang kita kenal sekarang adalah pewaris bangsa Romawi di zaman dahulu. Meski wilayahnya tak seluas Romawi yang membentang 3 benua, bangsa Italia hidup di negara yang menempati wilayah dan ibukota yang sama pada awal mula Kekaisaran Romawi (semenanjung Italia, ibukotanya Roma).
Sepak terjang Italia di zaman modern telah dimulai sejak abad pertengahan, dimana Renaissance (zaman pencerahan) bermula dari negeri tersebut (tepatnya di kota Firenze), sebelum menyebar ke Eropa. Pada abad 20 Italia sempat terlibat Perang Dunia (PD) I dan II, dimana mereka kalah di PD II. Tapi hebatnya, mereka justru mengalami kebangkitan ekonomi, atau lebih tepatnya keajaiban ekonomi pasca Perang Dunia II. Suksesnya industrialisasi membawa Italia menjadi salah satu negara maju di dunia.

Kota Firenze (Florence), tempat Renaissance bermula
(Sumber gambar : http://www.cascinadefagiolari.it)
Mereka pun juga terkenal dengan produk-produk karyanya yang mendunia (bahkan tergolong mahal) seperti mobil sport, motor sport, desain busana, sepatu, tas serta produk-produk lain yang identik dengan fashion. Selain itu, Italia juga banyak melahirkan tokoh-tokoh dunia dengan prestasi dan keahlian di berbagai bidang seperti ilmuwan, seniman, pelaut, filsuf dan sebagainya. Sebut saja Galileo Galilei, Dante Alighieri, Guglielmo Marconi, Niccolo Machiavelli, Christopher Columbus, Leonardo da Vinci, Michelangelo Buonarroti, Alessandro Volta, Leonardo Fibonacci dan masih banyak lagi. Popolo Italiano ancora numero uno!

3.       Persia Kuno – IRAN

Dari Eropa kita kembali lagi ke Asia. Tepatnya di Timur Tengah ada sebuah bangsa yang tidak kalah hebatnya dengan dua bangsa yang telah diterangkan sebelumnya. Mereka adalah Bangsa Persia atau akrab pula disebut Iran. Usia peradaban mereka pun juga tidak kalah tuanya, tepatnya mulai 3000 SM dan berkembang pesat sekitar 670 SM.
Gemilangnya peradaban kuno Persia juga dibuktikan dengan ditemukannya peninggalan-peninggalan sejarah bernilai tinggi, baik artefak, relief, bangunan, hingga suatu tempat yang diyakini sebagai kota kuno. Peninggalan-peninggalan itu pula yang membuat peradaban Persia Kuno menjadi tersohor di seantero dunia.

Persepolis, representasi peradaban  Persia Kuno
(Sumber gambar : http://en.wikipedia.org)
Bangsa Persia kuno diyakini sebagai bangsa yang kali pertama menciptakan teknologi kincir angin, dimana mereka memanfaatkannya untuk pertanian dan memompa air.[7] Selain itu Bangsa Persia Kuno juga telah menerapkan sistem ventilasi udara di rumah-rumah tempat tinggal mereka sejak 2000 tahun silam.[8] Luar biasa.
Di zaman modern, bangsa Persia atau Iran sempat mengalami beberapa kali pergolakan. Mulai dari gerakan menumbangkan rezim penguasa yang berujung revolusi, keterlibatan konflik bersenjata dengan negara tetangganya, embargo oleh negara-negara barat, kontroversi penggunaan energi nuklir dan sebagainya. Namun semua permasalahan itu bukannya membuat Bangsa Iran terpuruk, melainkan justru semakin kuat dan maju.

Borj E Milad, landmark Kota Tehran dan representasi peradaban Iran Modern
(Sumber gambar : http://www.skyscrapercity.com)

Embargo yang diterima Iran pasca revolusi telah memacu mereka untuk mewujudkan kemandirian ekonomi. Penguatan IPTEK, peningkatan hasil pertanian dan industrialisasi menjadi fokus utama negara. Alhasil mereka sukses melakukan swasembada gandum berkat mengadopsi sistem yang diterapkan Kanada, kendati fertilitas tanahnya tergolong rendah.[9] Selain itu industri mereka berkembang pesat, seperti industri tekstil, industri berbasis teknologi seperti otomotif, industri pertahanan, industri penerbangan, perkapalan, kereta api dan sebagainya.
Di bidang IPTEK, Iran memiliki ambisi yang cukup besar. Mereka ingin segera menyusul Amerika Serikat, Rusia dan China yang telah berhasil mengirim putra-putri terbaiknya ke luar angkasa melalui program antariksa. Oleh karena itu, melalui agensi antariksa nasionalnya, Iran tengah mematangkan rencana untuk misi penerbangan luar angkasa berawak pada 2020. So, tidak salah bila menyebut Iran sebagai negara paling kuat dan maju di Asia Barat, bahkan cukup disegani di dunia.  

Sabtu, 18 Januari 2014

Syair sang Bujangan


Apa yang kini kau cari?
Kondisi sudah lebih baik
Kau meraihnya di usia dini
Suatu capaian yang patut disyukuri

Apa lagi yang kau cari?
Sentuhan imajinasi?
Duduklah di kursi ini
Genggam alat ini
Wujudkan semua dengan ini

Apa yang kau inginkan kini?
Musik relaksasi?

Bisalah kau buat setting
Dewi kembar berparas cantik
Camille and Kennerly Kitt
Kompak mainkan harpa elektrik
Dengan jari-jarinya yang lentik
Menghibur dengan irama eksotik

Apa lagi yang kau ingin?
Ada yang menyanyi?

Bisalah kau buat setting
Penyanyi anggun berparas jelita
Taylor Swift yang mempesona
Dengan gitar banjo khasnya
Musik akustik dimainkannya
Bernyanyilah ia, duhai merdunya…

Apa lagi yang kau mau?
Pelayan di sisimu?

Bisalah kau buat setting
Jangan beranjak dari kursimu
Tengok samping kirimu
Natalie Glebova tersenyum padamu!

Ia duduk di sampingmu
Tangan kirinya bawa piring ungu
Penuh potongan mangga madu
Tangan kanannya pegang garpu
Sepotong mangga telah tertusuk
Cukup kau buka mulutmu
Dengan lembut ia menyuapmu!

Apa lagi yang kurang?
Sempurnakan dengan tarian?

Bisalah kau buat setting
Didem Kinali siap beraksi
Dengan posturnya yang semampai
Senyum semanis Turkish Delight
Tari oriental pun dimulai
Menghiburmu dengan gemulai

Lantas mengapa kau berpaling?
Mungkinkah ada kekurangan?

Benar apa yang ku duga
Sungguh kau seorang bujangan
Tapi tak mengapa
Kau tak sendirian di dunia

Apa yang kau cari
Tak perlu kau sebut-sebut
Karena ku telah mengatahui
Suatu hal yang memang patut

Tapi berpantanglah mengeluh!
Itu kelakuan yang buruk
Karena kau pun tahu
Tuhan telah gariskan untukmu

Asam di gunung, garam di laut
Dalam belanga, mereka bertemu
Jadi jangan sekali kau ragu
Nikmatilah hidupmu
            Syukuri rahmat Tuhanmu
Bidadarimu pasti menemuimu



Written by : Ali Aliyonk



Selasa, 14 Januari 2014

Sungai Kehidupan





Tanggal empat belas
Di bulan pertama 2014
Siang hari ini cukup panas
Tapi inilah waktu yang pas
‘Tuk goreskan pena di sehelai kertas
Terima kasih Tuhan
Atas segala yang Kau berikan
Menjadi umat-Mu di dunia
Adalah anugerah terbesar 
            Dalam hidup hamba
Kini kembali ke diri
Karena ku telah buat janji
Tak berlebih bila menyebutnya suci
Karena terbesit niat dalam diri
Meski mungkin tak setiap hari
Tetaplah janjiku pada-Mu Ilahi…
Kemenangan sudah di tangan?
Tak salah menjawabnya, “Ya”
Karena itulah buah yang kutanam
Dan kurawat dengan doa dan upaya
Namun apakah cukup disini?
Tentulah tidak, kawan…
Karena ini “hanya” masa transisi
Pasca tahun lepas landas
Yang baru pergi beberapa hari
Disitulah nikmatnya hidup
Kita dituntun ke berbagai fase
Dari satu masa, ke masa berikut
Laksana  menyusuri sebuah sungai
Ridha-Nya adalah muara
Tanggalkan sampan lama
Gantilah sampan yang baru
Karena di seberang sana
Arusnya (mungkin) lebih deras…


Written by :  Ali Aliyonk
Image        :  http://101lugaresincreibles.com



Postingan Terbaru

Surat untuk sang Waktu

Dear waktu, Ijinkan aku 'tuk memutar kembali rodamu Rengekan intuisi tak henti-hentinya menagihiku Menagihku akan hutang kepada diriku d...