Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah:
Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan
Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah:
Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan
Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah:
Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan
Jumat, 28 Oktober 2016
Selasa, 27 September 2016
Nafas Imaji
Fikiran statis tak dinamis
Fokus pun beku macam es batu
Tatapan kosong menerawang hampa
Namun tajam menawan bayang
Fokus pun beku macam es batu
Tatapan kosong menerawang hampa
Namun tajam menawan bayang
Imaji bukan lagi sekedar mimpi
Bukan pula penghibur sepi
Kiranya ia tak ubahnya zat asam
Dimana nafas berhembus lega darinya
Bukan pula penghibur sepi
Kiranya ia tak ubahnya zat asam
Dimana nafas berhembus lega darinya
Dan aku ini adalah pemujamu
Mengejarmu adalah hasrat hidupku
Bagiku
Kau adalah awal dan akhir sebuah cerita
Dan aku adalah lakon di segala chaptermu
Karena ku tahu
Kau adalah agen Tuhan petunjuk hidupku
Mengejarmu adalah hasrat hidupku
Bagiku
Kau adalah awal dan akhir sebuah cerita
Dan aku adalah lakon di segala chaptermu
Karena ku tahu
Kau adalah agen Tuhan petunjuk hidupku
Menatapmu, menyapamu
Lalu kau lari menantang kejarku
Kau mainkan pikirku dengan lihaimu
Menggugah akal dan ikhtiarku padamu
Meraihmu, muara dari segala harapku
Lalu kau lari menantang kejarku
Kau mainkan pikirku dengan lihaimu
Menggugah akal dan ikhtiarku padamu
Meraihmu, muara dari segala harapku
Jakarta, 26 September 2016
Written by: Ali-Aliyonk
Senin, 12 September 2016
La Cita (12.1.y)
"The happiest people do not necessarily have the best things, they simply appreciate the things they have."- Warren Buffett -
Jumat, 19 Agustus 2016
Sajak Binatang Jalang
Selamat malam binatang jalang
Ya, binatang jalang yang nyata
Bukan di puisi "aku" karya Khairil Anwar
Meski mungkin kau memang datang
Dari kumpulan yang terbuang
Ya, binatang jalang yang nyata
Bukan di puisi "aku" karya Khairil Anwar
Meski mungkin kau memang datang
Dari kumpulan yang terbuang
Kuakui hadirmu membuyarkan sepiku
Datang tetiba tanpa siulan dariku
Bernafaskan lapar yang tak menentu
Memelas manja pancarkan harapmu
Demi secuil tulang sisa makan malamku
Sepulang lemburku yang menyita waktu
Datang tetiba tanpa siulan dariku
Bernafaskan lapar yang tak menentu
Memelas manja pancarkan harapmu
Demi secuil tulang sisa makan malamku
Sepulang lemburku yang menyita waktu
Entitasku tentu tak sama dengan entitasmu
Aku hanya manusia dan kau cuma hewan
Tampilan ragawi adalah unsur pembeda kita
Yang mutlak tanpa debat argumen kata
Aku hanya manusia dan kau cuma hewan
Tampilan ragawi adalah unsur pembeda kita
Yang mutlak tanpa debat argumen kata
Namun kita adalah satu dalam hakekat
Kau punya kekurangan, begitupun aku
Tapi kau ingin dihargai, begitupun aku
Kau ingin dikasihi, begitupun aku
Dan kau tak mau disakiti, begitupun aku
Karena seperti ku katakan sebelumnya padamu,
Kita satu hakekat sebagai makhluk-Nya
Kau punya kekurangan, begitupun aku
Tapi kau ingin dihargai, begitupun aku
Kau ingin dikasihi, begitupun aku
Dan kau tak mau disakiti, begitupun aku
Karena seperti ku katakan sebelumnya padamu,
Kita satu hakekat sebagai makhluk-Nya
Teringat aku akan sosok Leonardo da Vinci
Si jenius universal yang gila itu
Ihwal kata-katanya yang mahsyur
Bahwa segala sesuatu
Saling berpadu kait dengan sesuatu yang lain
Si jenius universal yang gila itu
Ihwal kata-katanya yang mahsyur
Bahwa segala sesuatu
Saling berpadu kait dengan sesuatu yang lain
Ya, entah sadar ataupun tidak
Kau dan aku saling menyatu
Dalam harmoni ekosistem kehidupan
Dimana terjalin berbagai simbiosis di dalamnya,
Atraksi keindahan taman sari takdir-Nya
Kau dan aku saling menyatu
Dalam harmoni ekosistem kehidupan
Dimana terjalin berbagai simbiosis di dalamnya,
Atraksi keindahan taman sari takdir-Nya
Kita ini hanyalah komponen terkecil
Yang bermain peran dalam sandiwara kosmik
Lewat dunia dan durasi hidup masing-masing
Dalam naungan garis-garis besar haluan-Nya
Yang bermain peran dalam sandiwara kosmik
Lewat dunia dan durasi hidup masing-masing
Dalam naungan garis-garis besar haluan-Nya
Lantas, hanya kepada-Nya lah
Gusti Yang Maha Nirmala
Kelak kita 'kan berpulang
Gusti Yang Maha Nirmala
Kelak kita 'kan berpulang
Jakarta, 19 Agustus 2016
Written by: Ali-Aliyonk
Written by: Ali-Aliyonk
Rabu, 17 Agustus 2016
La Cita (12.1.x)
"Revolusi melahirkan negara, negara menjalankan amanat revolusi, rakyat berlindung pada negara."
- Moh. Yamin -
Minggu, 14 Agustus 2016
Tim Terbaik Gli Azzurri Abad XXI (2001-2016)
Italia adalah salah satu negara dengan prestasi sepakbolanya
yang mendunia. Sepak bola (Calcio)
telah memberikan 4 (empat) gelar juara Piala Dunia dan 1 (satu) gelar juara
Piala Eropa untuk negeri semenanjung itu. Selain memang karena calcio merupakan olahraga terpopuler di
masyarakatnya, pembinaan sepak bola disana juga berjalan secara sistematis dan
terstruktur dalam berbagai jenjang usia. Meskipun kerap tersandung skandal
pertandingan di kompetisi domestik (calciopoli)
dan sempat mandeknya produksi pemain-pemain berbakat usia muda, tetap saja
Italia diakui sebagai salah satu negara sepak bola yang diperhitungkan di
kancah internasional.
Sepak terjang Timnas Sepak Bola Negeri Pizza pun terbilang
unik. Pasang surut prestasi mereka berputar dalam siklus, dimana setiap 6 tahun
sekali (sejak Piala Dunia 1994) mereka selalu melaju hingga babak Final
turnamen yang diikuti. Pembahasan mengenai siklus yang dimaksud pernah saya
tulis di postingan siklus-sepakbola-jerman-dan-italia, tahun 2015 lalu.
Nah, pada kesempatan ini saya mencoba untuk menyusun formasi
tim berjuluk Gli Azzurri itu, yang
bermaterikan pemain-pemain terbaik yang sedang atau pernah menghiasi skuad
Italia di millennium ketiga ini (2000-2016). Langsung saja, berikut susunan
timnya dengan skema 3-4-1-2.
1.
Kiper
Posisi pertama tentu adalah Penjaga Gawang
yang saya berikan kepada kapten Azzurri 2014-2016, Gianluigi Buffon. Penjaga
gawang Juventus yang kabarnya akan pensiun 2018 ini adalah salah satu penjaga
gawang terbaik di dunia. Memulai debut di Timnas sejak 1997, portiere berjuluk superman ini bukan hanya hebat dalam menjaga gawangnya, tapi juga
memiliki leadership yang kuat pula.
2.
Belakang
Untuk mengisi 3 bek di depan Buffon, saya
memasang trio Fabio Cannavaro, Paolo Maldini dan Alessandro Nesta.
Fabio Cannavaro adalah salah satu center-back
kelas dunia andalan Italia. Posturnya tidak terlalu tinggi untuk bek
negara-negara Eropa (175 cm), akan tatapi sangat lugas dan pandai dalam
penempatan posisi. Dialah kapten Azzurri
saat merebut trofi Piala Dunia 2006, sekaligus menjadi pemain terbaik di tahun
yang sama. Sepanjang karirnya ia memperkuat sejumlah tim papan atas seperti
Parma, Internazionale Milan, Juventus dan Real Madrid.
Paolo Maldini adalah ikon AC Milan yang
menjadi kapten di klub tersebut maupun Timnas di masanya. Pemain yang pensiun
pada 2009 itu adalah sosok kharismatik yang tangguh dalam menjaga wilayah
pertahanannya. Selain bek tengah, posisi bek sayap juga akrab dilakoni oleh
pemain yang gantung sepatu di usia 40 tahun itu.
Sama halnya Maldini dan Cannavaro, nama
Alessandro Nesta masuk dalam daftar bek tertangguh di dunia. Pemain yang sempat
menjadi ikon Lazio itu adalah langganan Timnas Italia sejak Piala Dunia 1998
sebelum mengundurkan diri dari Timnas pasca Piala Dunia 2006. AC Milan adalah
klub yang paling lama menggunakan jasa bek asal Roma itu sebelum akhirnya
hijrah ke Liga Amerika Serikat di penghujung karirnya. Bersama Maldini dan
Cannavaro, Nesta menjadi komponen penting yang menjadikan Italia sebagai Tim
dengan pertahanan terbaik di dunia.
3.
Tengah
Lini tengah tim yang saya susun tidak
semuanya diisi gelandang. 4 pemain di lini vital ini diisi Christian Panucci
yang berperan sebagai bek sayap kanan, Gennaro Gattuso dan Andrea Pirlo sebagai
gelandang penyeimbang timn serta Gianluca Zambrotta sebagai bek sayap kiri.
Christian Panucci adalah pemain yang biasa
berperan sebagai bek kanan. Namanya kerap menghiasi skuad Azzurri dibawah asuhan Dino Zoff dan Giovanni Trapatoni. Sempat absen
di Piala Dunia 2006, muncul kembali di Euro 2008 saat Italia dilatih Roberto
Donadoni. Dengan kemampuan bertahan dan menyerang sama baik, plus ditunjang
segudang pengalaman, Panucci menjadi sosok andalan Italia di sisi kanan
pertahanan.
Selanjutnya posisi gelandang "pengangkut air" diisi oleh Gennaro Gattuso. Bagi para Milanisti, sosok Gattuso pasti sudah
akrab sebagai sosok yang keras, baik gaya bermain maupun temperamen. Kemampuan
tackling dan keuletannya dalam merebut bola sangat ampuh dalam memutus alur
serangan lawan di lini tengah. Berkat tipikalnya yang keras dan penuh tenaga,
julukan il rhino (si badak) pun
disematkan padanya.
Sebagai kompatriot Gattuso di lini tengah,
pilihan saya jatuhkan pada Andrea Pirlo. Ya, Pirlo adalah duet sehati Gattuso
baik di Milan maupun Timnas Italia. Sang metronom yang akrab dengan rambut
gondrongnya ini adalah sosok sentral yang seolah sulit digantikan dalam tim.
Kemampuannya dalam bertahan diimbangi secara sempurna dengan kelihaiannya
memberikan umpan-umpan akurat sebagai pengawal serangan tim. Vitalnya peran
yang diemban sang metronom membuatnya terus dipercaya memperkuat Timnas, bahkan
hingga memasuki usia senjanya dalam karir sepak bola.
Posisi bek sayap kiri diisi oleh pemain
yang pernah memperkuat Juventus, Barcelona dan Milan: Gianluca Zambrotta. Sejatinya
pemain ini adalah gelandang. Namun seiring kebutuhan tim, ia mampu mengemban
tugas sebagai bek sayap yang impresif. Ia mahir bermain di sisi kanan maupun
kiri pertahanan dengan sama baiknya, hingga menjadi andalan di posisi bek sayap
di klubnya maupun Tim Nasional.
4.
Depan
Lini depan terdiri dari 1 penyerang lubang
yang berdiri di belakang 2 striker murni. Posisi yang dalam sepak bola Italia
disebut Fantasista ini diisi oleh
sang Pangeran Roma, Francesco Totti. Adapun duet striker di depannya adalah
Alessandro Del Piero dan Christian Vieri.
Posisi Fantasista
memang akrab dengan Francesco Totti. Di posisi ini, Totti bebas berkreasi
mengeskplor pertahanan lawan dengan skill-nya
yang sangat mumpuni. Il Principe
memang telah mengundurkan diri dari Timnas sejak 2006. Akan tetapi di klubnya, AS
Roma, ia tetap menjadi ikon tak tergantikan dalam tim. Bahkan ia masih terus
bermain dan menjadi andalan di usia yang nyaris kepala empat, tanpa kehilangan
taji dan wibawanya sebagai simbol tim yang bermarkas di ibukota Italia itu. Fantastis…
Kemudian penyerang yang pertama adalah
Alessandro Del Piero. Sama halnya Totti, Del Piero sudah menjadi simbol di tim
yang membesarkan namanya, Juventus. Ban kapten tim pun begitu awet di lengannya
selama berseragam Juventus, sebelum akhirnya pindah ke Liga Australia di
penghujung karirnya. Namanya pun kiranya akan abadi di benak setiap Juventini.
Terakhir, pemain yang berduet bersama Del
Piero di depan Totti adalah penyerang bertubuh besar, Christian Vieri. Pemain
yang akrab dipanggil Bobo itu berada di puncak karirnya saat memperkuat
Internazionale Milan. Di timnas pun ia turut diandalkan dalam membobol gawang
setiap lawan yang dihadapi Gli Azzurri.
Dengan postur tinggi besar, plus produktivitasnya dalam mencetak gol, Vieri
seperti monster yang selalu menjadi ancaman pertahnan lawan manapun.
Pelatih
Belum lengkap rasanya jika menyusun sebuah
tim tanpa disertai pelatihnya. Bertindak sebagai juru taktik, saya sempat
mempertimbangkan Giovanni Tapattoni sebagai allenatore
tim yang saya susun. Alasannya karena Mr. Trap adalah pelatih yang paling
banyak mengoleksi gelar scudetto sepanjang karirnya. Akan tetapi ia tercatat
gagal saat menangani Timnas Italia 2000-2004. Akhirnya pilihan saya jatuhkan
pada sosok yang mengarsiteki tim Italia saat juara dunia 2006, Marcello Lippi.
Alasannya
pun simpel dan jelas: dialah yang membangun dan mengasuh tim Italia di bawah bayang
kelabu Calciopoli 2006 hingga menjadi
kampiun dunia.
Formasi
3-4-1-2
Gianluigi Buffon
Fabio Cannavaro Paolo
Maldini (c) Alessandro Nesta
Christian Panucci Gennaro
Gattuso Andrea
Pirlo Gianluca
Zambrotta
Alessandro
Del Piero Christian Vieri
Coach: Marcelo Lippi
Sumber Gambar: Wikipedia
Jumat, 08 Juli 2016
La Cita (12.1.w)
"There are three classes of people: those who see, those who see when they are shown, and those who do not see ."- Leonardo da Vinci -
Langganan:
Postingan (Atom)
Postingan Terbaru
Surat untuk sang Waktu
Dear waktu, Ijinkan aku 'tuk memutar kembali rodamu Rengekan intuisi tak henti-hentinya menagihiku Menagihku akan hutang kepada diriku d...









.jpg)


